Purwokerto, Oktober 2026 — Profitabilitas menjadi faktor yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020–2024. Sementara itu, penerapan green accounting dan kinerja lingkungan belum menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan. Temuan ini dilaporkan oleh Ai Rintan Indriyani, Edi Joko Setyadi, Suryo Budi Santoso, dan Rezky Pramurindra dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto dalam artikel yang diterbitkan di Indonesian Journal of Business Analytics pada Oktober 2026.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan menghasilkan laba masih menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penilaian pasar modal. Meskipun komitmen terhadap lingkungan semakin relevan dalam dunia bisnis, informasi mengenai biaya lingkungan dan peringkat pengelolaan lingkungan belum terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dalam sampel yang diteliti.
Pengelolaan Lingkungan Menjadi Tantangan bagi Perusahaan Energi
Perusahaan sektor energi, khususnya yang bergerak di bidang minyak, gas, dan batu bara, menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan keuntungan bisnis dengan tanggung jawab lingkungan. Kegiatan operasional sektor ini berpotensi menimbulkan emisi, limbah, pencemaran, serta kerusakan lahan dan ekosistem.
Dalam situasi tersebut, green accounting menjadi pendekatan untuk memasukkan biaya dan aktivitas lingkungan ke dalam pencatatan serta pengambilan keputusan perusahaan. Informasi ini dapat membantu investor memahami alokasi dana untuk pengelolaan limbah, reklamasi, rehabilitasi lahan, konservasi, dan kegiatan pemulihan lingkungan lainnya.
Selain biaya lingkungan, kinerja lingkungan perusahaan dapat dinilai melalui Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER). Peringkat ini memberikan gambaran mengenai kinerja pengelolaan lingkungan perusahaan berdasarkan kriteria yang ditetapkan pemerintah.
Namun, pengeluaran lingkungan yang tinggi tidak selalu berarti pengelolaan lingkungan lebih efektif. Demikian pula, peringkat lingkungan yang baik belum tentu langsung meningkatkan penilaian pasar terhadap perusahaan. Hubungan antara tanggung jawab lingkungan dan nilai perusahaan karena itu perlu dilihat bersama dengan kondisi keuangan serta prospek bisnis.
Menganalisis 17 Perusahaan Energi Selama Lima Tahun
Indriyani, Setyadi, Santoso, dan Pramurindra menganalisis data 17 perusahaan sektor energi yang terdaftar di BEI selama 2020–2024. Penelitian mencakup 85 observasi perusahaan-tahun, dengan pemilihan sampel berdasarkan kelengkapan laporan keuangan, data PROPER, serta pengungkapan biaya lingkungan.
Data dikumpulkan dari laporan keuangan, laporan tahunan, laporan keberlanjutan, situs resmi perusahaan, dan sumber terkait lainnya. Para penulis menggunakan analisis statistik dengan perangkat lunak EViews 12 untuk menguji hubungan antara tiga faktor dan nilai perusahaan.
Ketiga faktor tersebut diukur menggunakan indikator berikut:
- Green accounting: perbandingan biaya lingkungan dengan laba bersih setelah pajak.
- Kinerja lingkungan: skor PROPER, dengan rentang nilai 1–5.
- Profitabilitas: Return on Assets (ROA), yaitu indikator kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari aset yang dimiliki.
Sementara itu, nilai perusahaan diukur menggunakan Tobin’s Q, yang menghubungkan penilaian pasar terhadap perusahaan dengan nilai aset dan struktur pendanaannya.
Profitabilitas Memiliki Pengaruh Positif dan Signifikan
Hasil pengujian menunjukkan bahwa profitabilitas merupakan satu-satunya variabel dalam model yang memiliki pengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap nilai perusahaan.
Temuan utama penelitian meliputi:
Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan. ROA memiliki koefisien sebesar 1,665076 dengan nilai probabilitas 0,0020. Hasil ini menunjukkan bahwa perusahaan yang lebih mampu menghasilkan laba dari asetnya cenderung memiliki nilai perusahaan yang lebih tinggi dalam model penelitian.
Green accounting belum menunjukkan pengaruh signifikan. Variabel ini memiliki koefisien positif sebesar 0,004468 dengan nilai probabilitas 0,4331. Artinya, hubungan positif yang teramati belum cukup kuat secara statistik untuk menyimpulkan adanya pengaruh terhadap nilai perusahaan.
Kinerja lingkungan juga belum menunjukkan pengaruh signifikan. Skor PROPER memiliki koefisien positif sebesar 0,119229 dengan nilai probabilitas 0,5737. Dengan demikian, penelitian belum menemukan bukti statistik yang memadai bahwa perbedaan peringkat PROPER memengaruhi nilai perusahaan dalam sampel tersebut.
Penulis juga melaporkan bahwa model menjelaskan sekitar 2,47% variasi nilai perusahaan. Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar variasi nilai perusahaan dalam sampel berkaitan dengan faktor-faktor lain yang tidak tercakup dalam model penelitian.
Temuan tersebut perlu ditafsirkan secara proporsional. Hasil yang tidak signifikan bukan berarti pengelolaan lingkungan tidak penting atau tidak memberikan manfaat, melainkan bahwa pengaruhnya terhadap nilai perusahaan belum dapat dibuktikan secara statistik melalui model dan data yang digunakan.
Mengapa Investor Lebih Memperhatikan Profitabilitas?
Profitabilitas memberikan gambaran langsung mengenai kemampuan perusahaan menggunakan aset untuk menghasilkan keuntungan. Bagi investor, informasi tersebut relatif mudah dibandingkan ant perusahaan dan berkaitan dengan kemampuan perusahaan menjaga kegiatan operasional, memenuhi kewajiban, membiayai investasi, serta memberikan potensi keuntungan kepada pemegang saham.
Dalam industri energi yang membutuhkan aset besar dan investasi jangka panjang, efisiensi pemanfaatan aset menjadi salah satu indikator penting untuk menilai kinerja manajemen. Peningkatan ROA dapat menjadi sinyal bahwa perusahaan mampu mengendalikan biaya dan memanfaatkan sumber daya secara lebih efektif.
Sebaliknya, informasi mengenai biaya lingkungan belum tentu langsung diterjemahkan pasar menjadi peningkatan nilai perusahaan. Biaya yang dilaporkan perlu disertai penjelasan mengenai hasil yang dicapai, seperti pengurangan limbah, penurunan emisi, efisiensi energi, penghematan biaya, atau penurunan risiko operasional.
Kondisi serupa terlihat pada penggunaan skor PROPER. Menurut pembahasan para penulis, mayoritas perusahaan dalam sampel memperoleh peringkat biru, hijau, atau emas. Variasi peringkat yang terbatas tersebut dapat mengurangi kemampuan indikator untuk membedakan kinerja lingkungan antarperusahaan dalam analisis statistik.
Implikasi bagi Perusahaan, Investor, dan Regulator
Hasil penelitian memberikan sejumlah pelajaran bagi berbagai pihak yang berkepentingan dalam pengelolaan bisnis dan investasi.
Bagi perusahaan, peningkatan profitabilitas perlu dilakukan melalui efisiensi aset, pengendalian biaya, pengelolaan portofolio proyek, dan perencanaan investasi yang disiplin. Namun, peningkatan laba tidak seharusnya dicapai dengan mengabaikan kewajiban lingkungan karena penghematan jangka pendek dapat meningkatkan risiko sanksi dan gangguan operasional di kemudian hari.
Perusahaan juga perlu meningkatkan kualitas laporan lingkungan. Alih-alih hanya mencantumkan jumlah pengeluaran, perusahaan dapat menjelaskan tujuan program, indikator awal, hasil yang dicapai, penghematan, pengurangan emisi atau limbah, serta risiko yang berhasil dikurangi.
Bagi investor, ROA dapat digunakan sebagai salah satu indikator utama untuk menilai kinerja keuangan. Namun, profitabilitas tetap perlu dianalisis bersama arus kas, kewajiban lingkungan, risiko operasional, peringkat PROPER, dan konsistensi strategi keberlanjutan. Laba yang tinggi tidak selalu menjamin bahwa perusahaan memiliki prospek jangka panjang yang sehat.
Bagi regulator, penelitian ini menyoroti pentingnya standar pengungkapan biaya lingkungan yang lebih konsisten. Definisi biaya, klasifikasi program, hasil kegiatan, dan indikator kinerja yang terukur dapat membantu investor membandingkan perusahaan secara lebih objektif.
Dengan informasi yang lebih transparan dan dapat dibandingkan, pengelolaan lingkungan berpotensi dinilai bukan sekadar sebagai kewajiban kepatuhan, melainkan juga sebagai bagian dari strategi pengendalian risiko dan keberlanjutan bisnis.
Profil Penulis
- Ai Rintan Indriyani — Universitas Muhammadiyah Purwokerto
- Edi Joko Setyadi — Universitas Muhammadiyah Purwokerto
- Suryo Budi Santoso — Universitas Muhammadiyah Purwokerto
- Rezky Pramurindra —Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Sumber Penelitian
Judul artikel: The Influence of Green Accounting, Environmental Performance and Profitability to Company Value: A Study on Companies Energy Sectors Listed on the Indonesia Stock Exchange in 2020–2024
Jurnal: Indonesian Journal of Business Analytics (IJBA)
Volume dan edisi: Volume 6, Nomor 5
Tanggal publikasi: Oktober 2026
Halaman: 1187–1206
Penulis: Ai Rintan Indriyani, Edi Joko Setyadi, Suryo Budi Santoso, dan Rezky Pramurindra
Afiliasi: Universitas Muhammadiyah Purwokerto
DOI: https://doi.org/10.55927/ijba.v6i5.17137
URL jurnal: https://journal.yp3a.org/index.php/ijba

0 Komentar