Temuan tersebut penting bagi manajemen perusahaan dan investor karena memperlihatkan bahwa besarnya aset atau kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek saja belum tentu meningkatkan penilaian pasar. Kemampuan menghasilkan keuntungan dari aset yang dimiliki dan penggunaan pendanaan melalui utang menjadi dua faktor keuangan yang berkaitan secara signifikan dengan nilai pasar perusahaan dalam sampel penelitian ini.
Nilai Pasar Perusahaan Mengalami Penurunan pada 2020–2024
Sektor perkebunan, tembakau, dan makanan olahan memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Ketiga subsektor tersebut berkaitan dengan ketahanan pangan, penyerapan tenaga kerja, kegiatan ekspor, serta aktivitas industri pengolahan.
Namun, perkembangan ekonomi dan aktivitas industri tidak selalu berjalan searah dengan peningkatan nilai pasar perusahaan. Dalam artikel yang diterbitkan pada 2026 di International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS), Trikusdiano dan Thamrin mencatat bahwa rata-rata agregat Tobin’s Q perusahaan dalam subsektor yang diteliti menurun dari 1,47 pada 2020 menjadi 1,21 pada 2024.
Tobin’s Q merupakan indikator yang digunakan untuk menilai perusahaan dengan membandingkan nilai pasarnya dengan nilai penggantian aset. Rasio ini membantu menggambarkan bagaimana pasar menilai aset dan prospek perusahaan.
Penurunan nilai tersebut juga terlihat pada subsektor tembakau. Rata-rata Tobin’s Q subsektor ini turun dari 2,38 pada 2020 menjadi 1,15 pada 2024. Sementara itu, subsektor makanan olahan mengalami penurunan dari 1,69 pada 2021 menjadi 1,46 pada 2024.
Kondisi tersebut memperlihatkan adanya perbedaan antara perkembangan kegiatan ekonomi dan penilaian investor terhadap perusahaan. Karena itu, pemahaman mengenai faktor keuangan yang berkaitan dengan nilai perusahaan menjadi penting bagi pengambilan keputusan bisnis dan investasi.
Menguji Empat Faktor Keuangan Perusahaan
Trikusdiano dan Thamrin menganalisis empat indikator keuangan yang diperkirakan berkaitan dengan nilai perusahaan, yaitu Current Ratio (CR), Return on Assets (ROA), Debt-to-Equity Ratio (DER), dan ukuran perusahaan.
Keempat indikator tersebut mewakili aspek keuangan yang berbeda.
- Current Ratio (CR) mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
- Return on Assets (ROA) menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari aset yang dimilikinya.
- Debt-to-Equity Ratio (DER) menggambarkan perbandingan pendanaan melalui utang dengan modal pemegang saham.
- Ukuran perusahaan diukur menggunakan logaritma natural dari total aset untuk menggambarkan skala perusahaan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang berasal dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Dari populasi 49 perusahaan pada tiga subsektor tersebut, peneliti memilih 23 perusahaan berdasarkan kriteria tertentu, termasuk konsistensi pencatatan di BEI selama 2020–2024, ketersediaan data keuangan, dan tidak adanya kerugian bersih selama periode pengamatan.
Data dari 23 perusahaan selama lima tahun menghasilkan 115 observasi perusahaan-tahun. Peneliti kemudian menggunakan analisis regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak EViews untuk menguji hubungan antara indikator keuangan dan Tobin’s Q.
Dengan metode ini, peneliti dapat mengevaluasi hubungan antarvariabel sambil memperhitungkan karakteristik masing-masing perusahaan dan perubahan selama periode pengamatan.
Profitabilitas Menjadi Faktor Penting dalam Penilaian Pasar
Hasil analisis menunjukkan bahwa Return on Assets (ROA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Tobin’s Q. Artinya, dalam sampel penelitian, perusahaan dengan tingkat kemampuan menghasilkan laba dari aset yang lebih tinggi cenderung memiliki nilai pasar yang lebih tinggi setelah memperhitungkan model analisis yang digunakan.
ROA penting karena aset perusahaan tidak hanya dinilai berdasarkan jumlahnya, tetapi juga berdasarkan kemampuannya menghasilkan keuntungan. Aset yang digunakan secara produktif dapat mendukung pendapatan, efisiensi operasional, dan prospek bisnis.
Temuan ini memberikan pertimbangan bagi manajemen perusahaan perkebunan, tembakau, dan makanan olahan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan aset. Pengendalian biaya, perbaikan proses produksi, serta pengembangan kegiatan usaha yang menghasilkan pendapatan berkelanjutan dapat menjadi bagian dari strategi peningkatan profitabilitas.
Bagi investor, ROA dapat digunakan sebagai salah satu indikator untuk mengevaluasi kinerja perusahaan. Namun, indikator ini sebaiknya tetap dianalisis bersama kondisi industri, risiko bisnis, dan faktor pasar lainnya.
Peneliti melaporkan koefisien ROA sebesar 3,999709 dengan nilai signifikansi 0,0146, di bawah ambang 5 persen yang digunakan dalam penelitian. Hasil tersebut mendukung kesimpulan bahwa ROA memiliki hubungan positif yang signifikan dengan nilai perusahaan dalam model yang diuji.
Rasio Utang terhadap Ekuitas Juga Berpengaruh Positif
Selain profitabilitas, Debt-to-Equity Ratio (DER) ditemukan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Tobin’s Q. Koefisien DER tercatat sebesar 0,238155 dengan nilai signifikansi 0,0433.
Hasil ini menunjukkan bahwa, pada perusahaan dan periode yang diamati, rasio utang terhadap ekuitas memiliki hubungan positif dengan nilai pasar perusahaan. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa pendanaan melalui utang tidak selalu dipandang negatif oleh pasar.
Utang dapat membantu perusahaan membiayai investasi, meningkatkan kapasitas produksi, memperluas kegiatan operasional, atau mendukung pengembangan usaha. Apabila dana tersebut digunakan secara produktif, manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat melampaui biaya pendanaannya.
Meski demikian, hasil penelitian ini tidak berarti semakin besar utang selalu semakin baik. Penggunaan utang tetap membawa kewajiban pembayaran bunga dan pokok serta risiko tekanan keuangan apabila arus kas perusahaan tidak memadai.
Karena itu, implikasi praktisnya adalah perusahaan perlu menjaga keseimbangan antara manfaat pendanaan dan risiko utang. Manajemen perlu memastikan bahwa pinjaman dialokasikan pada kegiatan yang produktif, sementara kemampuan membayar kewajiban tetap menjadi pertimbangan utama.
Bagi investor, DER dapat membantu memberikan gambaran mengenai struktur pendanaan perusahaan, tetapi harus dibaca bersama profitabilitas, arus kas, dan kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya.
Likuiditas dan Ukuran Perusahaan Tidak Menunjukkan Pengaruh Signifikan
Berbeda dengan ROA dan DER, Current Ratio (CR) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap Tobin’s Q. Koefisien CR tercatat sebesar 0,011121 dengan nilai signifikansi 0,7561.
Hasil ini menunjukkan bahwa kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek, sebagaimana diukur melalui CR, tidak memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan nilai perusahaan dalam model penelitian tersebut.
Likuiditas tetap penting untuk menjaga kelangsungan operasional dan memenuhi kewajiban kepada pemasok maupun kreditur. Namun, rasio likuiditas yang tinggi tidak secara otomatis membuat investor memberikan penilaian pasar yang lebih tinggi.
Peneliti juga menemukan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap Tobin’s Q. Variabel ini memiliki koefisien negatif sebesar -0,553353 dengan nilai signifikansi 0,0800. Karena nilai tersebut masih di atas ambang 5 persen, hubungan negatif yang teramati tidak dapat dinyatakan signifikan secara statistik dalam model ini.
Temuan tersebut mengindikasikan bahwa perusahaan dengan aset lebih besar tidak otomatis memiliki nilai pasar lebih tinggi. Skala usaha perlu dilihat bersama kemampuan perusahaan mengelola aset, menghasilkan laba, dan memanfaatkan sumber daya secara efektif.
Secara bersama-sama, keempat variabel keuangan dalam penelitian ini menunjukkan hubungan yang signifikan dengan Tobin’s Q. Model menghasilkan nilai adjusted R-squared sebesar 0,789726, yang berarti sekitar 78,97 persen variasi nilai Tobin’s Q dalam sampel dapat dijelaskan oleh kombinasi empat variabel tersebut. Sisanya, sekitar 21,03 persen, berkaitan dengan faktor-faktor lain yang tidak tercakup dalam model.
Implikasi bagi Manajemen, Investor, dan Penelitian Selanjutnya
Hasil penelitian Trikusdiano dan Thamrin memberikan sejumlah pertimbangan praktis bagi perusahaan dan investor.
Bagi manajemen, peningkatan nilai perusahaan perlu didukung oleh kemampuan menghasilkan laba melalui penggunaan aset yang efisien. Perusahaan juga perlu memastikan bahwa pendanaan melalui utang digunakan untuk kegiatan yang mendukung produktivitas dan pertumbuhan usaha.
Bagi investor, profitabilitas dan struktur pendanaan layak mendapat perhatian ketika mengevaluasi perusahaan pada subsektor perkebunan, tembakau, dan makanan olahan. Meski demikian, hasil penelitian ini tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya dasar keputusan investasi karena nilai perusahaan juga dapat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, harga komoditas, kebijakan pemerintah, persaingan industri, dan ekspektasi pasar.
Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya mencakup 23 perusahaan dari tiga subsektor yang terdaftar di BEI selama 2020–2024. Selain itu, analisis hanya menggunakan empat variabel keuangan utama. Penelitian berikutnya dapat memperluas cakupan sektor dan periode pengamatan serta mempertimbangkan faktor lain, seperti kebijakan dividen, pertumbuhan penjualan, perputaran total aset, dan perubahan kondisi makroekonomi.
Dengan demikian, pesan utama penelitian ini adalah bahwa besarnya perusahaan tidak selalu sejalan dengan tingginya penilaian pasar. Dalam sampel yang dianalisis, kemampuan menghasilkan laba dari aset dan pengelolaan struktur utang justru menunjukkan hubungan yang signifikan dengan nilai perusahaan.
Profil Penulis
Viko Trikusdiano merupakan penulis utama penelitian ini yang berafiliasi dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mercu Buana. Ia meneliti hubungan indikator keuangan dengan nilai perusahaan pada subsektor perkebunan dan tanaman, tembakau, serta makanan olahan.
Hakiman Thamrin merupakan penulis kedua yang juga berafiliasi dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mercu Buana. Penelitiannya dalam artikel ini berfokus pada analisis faktor keuangan dan penilaian pasar perusahaan.
Sumber Penelitian
Trikusdiano, V., & Thamrin, H. (2026). “The Effect of Current Ratio, Return on Assets, Debt-to-Equity Ratio, and Firm Size on Tobin’s Q (A Study of Plantation and Crops, Tobacco, and Processed Foods Sub-Sectors Listed on the Indonesia Stock Exchange from 2020 to 2024).”
Jurnal: International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS)Volume: 4
Nomor: 10
Halaman: 1367–1380
Tahun publikasi: 2026
DOI: https://doi.org/10.59890/ijsas.v4i10.74
URL jurnal: http://ijsasjournal.my.id/index.php/ijsas

0 Komentar