Peneliti UMS Ungkap Penari Pria di Indonesia Mampu Ubah Stigma Maskulinitas Menjadi Resiliensi Diri
Sebuah studi ilmiah terbaru mendokumentasikan bagaimana penari pria di Indonesia membentuk identitas tubuh (embodied identity) dan membangun ketahanan mental di tengah tekanan maskulinitas toksik
Latar Belakang dan Konteks Maskulinitas Toksik dalam Seni Tari
Seni tari menempatkan tubuh sebagai media utama untuk menyampaikan emosi, pengalaman hidup, dan identitas diri
Metodologi Penelitian
Peneliti dari Universitas Muhammadiyah Surakarta menerapkan pendekatan kualitatif fenomenologi untuk menggali pengalaman hidup para penari
Temuan Utama Penelitian
Hasil analisis riset ini mengungkap beberapa poin penting mengenai perjalanan pembentukan identitas penari pria
- Proses Awal Pembentukan Identitas: Ketertarikan awal pada dunia tari terbentuk sejak dini melalui dorongan keluarga, pengaruh lingkungan sosial, pertunjukan seni, serta tugas sekolah
. Penari mulai mengenali tubuhnya sebagai media ekspresi emosi yang jujur . - Dampak Tekanan dan Stigma Gender: Para penari pria mengalami perundungan verbal dengan julukan stereotipikal, pengucilan sosial, hingga tuntutan untuk memperagakan gerakan yang lebih kaku dan "gagah"
. Dampak emosional yang dirasakan meliputi kecenderungan menarik diri, merasa terisolasi, hingga penurunan konsentrasi . - Strategi Adaptasi dan Mekanisme Coping: Penari pria mengembangkan resiliensi dengan mengabaikan komentar negatif, mengekspresikan emosi secara bebas melalui panggung tari kontemporer, serta mengukuhkan prestasi seni sebagai bentuk afirmasi diri
. - Dukungan Sosial sebagai Kunci Ketahanan: Lingkungan inklusif yang dibentuk oleh keluarga, rekan sejawat, pelatih tari, dan komunitas seni terbukti menjadi faktor krusial dalam memulihkan kepercayaan diri dan memperkuat penerimaan identitas
.
Implikasi dan Dampak Bagi Masyarakat
Penelitian ini memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan seni, praktisi psikologi, dan pembuat kebijakan kebudayaan
Mengenai pentingnya penerimaan identitas dan lingkungan yang mendukung bagi penari pria, tim peneliti dari Universitas Muhammadiyah Surakarta memberikan penegasannya
Profil Penulis:
- Rofiq Adi Utomo, S.Psi. – Peneliti dan alumni Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia, dengan keahlian di bidang psikologi sosial, identitas gender, dan seni pertunjukan
. - Afriza Animawan Arifin, S.Psi., M.A. – Dosen dan peneliti di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia, yang berfokus pada kajian psikologi kebudayaan, fenomena gender, dan metode penelitian kualitatif
.
Sumber Penelitian:
- Judul Artikel: Men, Dance, and Stigma: An Exploration of Male Dancers' Embodied Identity Formation Experiences Amid the Phenomenon of Toxic Masculinity
- Nama Jurnal: Indonesian Journal of Contemporary Multidisciplinary Research (MODERN)
- Tahun Publikasi: 2026 (Vol. 5, No. 5, hlm. 827–840)
- DOI:
https://doi.org/10.55927/modern.v5i5.72 - URL Resmi:
https://journal.formosapublisher.org/index.php/modern

0 Komentar