Latar Belakang: Mencari Alternatif Susu Cair yang Efektif dan Ekonomis
Anak kambing yang baru lahir memiliki organ rumen yang belum matang dan sangat bergantung pada asupan susu cair sebelum mampu mencerna pakan serat padat secara efisien
Metodologi Penelitian Sederhana
Untuk menguji respon pencernaan tersebut, para peneliti merancang eksperimen acak lengkap menggunakan 30 ekor anak kambing jantan persilangan yang baru lahir
- Kelompok 1 (T1): Susu kambing murni
. - Kelompok 2 (T2): Susu sapi murni
. - Kelompok 3 (T3): Susu kerbau murni
. - Kelompok 4 (T4): Pengganti susu (milk replacer) komersial yang dilarutkan sesuai dosis
. - Kelompok 5 (T5): Campuran 50% susu kedelai dan 50% susu kambing
.
Temuan Utama: Dampak Jenis Susu terhadap Organ Rumen dan Kesehatan Pencernaan
Penelitian ini mengungkapkan bahwa jenis pakan cair berpengaruh nyata terhadap pembentukan papila rumen serta toleransi pencernaan ternak
- Respon Pra-Sapih (Usia 68 Hari): Susu kerbau menghasilkan kerapatan papila rumen tertinggi sebesar 142 papila per cm², disusul susu sapi sebesar 134 papila per cm²
. Sebaliknya, susu kambing murni menghasilkan kerapatan papila terendah (90 papila per cm²), tetapi mencatat ukuran papila terpanjang yaitu 1,06 mm . Sementara itu, milk replacer menghasilkan keliling papila terbesar (2,00 mm) dan luas penampang terluas (0,64 mm²) . Campuran susu kedelai dan susu kambing mencatat luas permukaan penyerapan rumen terkecil sebesar 183,98 mm²/cm² . - Respon Pasca-Sapih (Usia 128 Hari): Setelah ternak disapih dan beralih sepenuhnya ke pakan padat, struktur organ rumen mengalami perkembangan pesat pada seluruh kelompok
. Kelompok yang sebelumnya diberi susu sapi mencatat pertumbuhan panjang papila paling unggul secara signifikan, yakni mencapai 2,35 mm, jauh melampaui kelompok susu kambing (1,43 mm) maupun milk replacer (1,48 mm) . Kelompok susu sapi ini juga menghasilkan total area penyerapan nutrisi tertinggi sebesar 545,64 mm²/cm² . - Keamanan Jaringan Organ: Pemeriksaan histologis menunjukkan bahwa seluruh jenis pakan cair yang diuji aman dan tidak menimbulkan luka, peradangan, atau lesi jaringan (No Apparent Lesion - NAL) pada dinding rumen
. - Adaptasi Pencernaan dan Konsistensi Feses: Pada dua minggu pertama, seluruh kelompok mengalami kotoran cair ringan akibat adaptasi awal terhadap pakan cair
. Namun, anak kambing yang diberi campuran susu kedelai dan susu kambing menunjukkan frekuensi kotoran cair yang lebih sering dan memerlukan waktu pemulihan pencernaan lebih lambat dibanding kelompok pakan hewani .
Hasil penelitian ini memberikan kabar baik bagi efisiensi bisnis peternakan kambing
Profil Penulis
Armando B. M. Afonso, S.Pt., M.Si. (Penulis Utama): Dosen dan peneliti di National University of Timor Lorosa'e, Dili, Timor Leste, dengan kepakaran di bidang nutrisi dan fisiologi pencernaan ternak ruminansia
Prof. Dr. Cesar C. Sevilla: Guru Besar di Institute of Animal Science, College of Agriculture and Food Science, University of the Philippines Los Baños (UPLB), Filipina, ahli dalam bidang nutrisi dan metabolisme ternak
Dr. Amado A. Angeles: Akademisi dan peneliti di University of the Philippines Los Baños (UPLB), pakar dalam manajemen produksi ternak perah dan nutrisi ruminansia muda
Dr. Jose A. N. Bautista: Peneliti dan staf pengajar di University of the Philippines Los Baños (UPLB), berfokus pada bidang fisiologi reproduksi dan produksi ternak
Dr. Josefina T. Dizon: Peneliti di University of the Philippines Los Baños (UPLB), berpengalaman dalam studi ilmu peternakan dan pengembangan sistem produksi ternak berkelanjutan
Sumber Penelitian
Armando B. M. Afonso, Cesar C. Sevilla, Amado A. Angeles, Jose A. N. Bautista, Josefina T. Dizon. Changes in Rumen Characteristics and Fecal Consistency of Crossbred Buck Kids Fed Goat, Cattle, Buffalo Milk, Milk Replacer, and Soybean-Goat Milk. Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS). Volume 5, Nomor 9, Halaman 1997-2016)
DOI:

0 Komentar