Peran Car Free Day dan Sektor Informal dalam Meredam Kerentanan Finansial Nelayan Mamuju

Ilustrasi by AI


Kegiatan Car Free Day (CFD) terbukti bukan sekadar ruang rekreasi perkotaan, melainkan katalisator ekonomi penting yang efektif menekan kerentanan finansial rumah tangga nelayan tradisional di wilayah pesisir. Studi terbaru yang dilakukan oleh Tri Yoga Sujatmiko, Tri Frida Suryati, Ratna, Supriadi, dan Muh Ridwan Hayadin dari Universitas Muhammadiyah Mamuju ini mengungkap bagaimana akses ruang publik tanpa sewa serta diversifikasi pekerjaan berdampak langsung pada ketahanan ekonomi masyarakat pesisir di Mamuju, Sulawesi Barat. Penelitian yang dilaksanakan pada tahun 2026 ini menekankan pentingnya intervensi ruang publik sebagai penyangga ekonomi di tengah hantaman musim paceklik.

Tantangan Ekonomi Musiman dan Jeratan Utang Pesisir

Sektor kelautan dan perikanan merupakan pilar utama perekonomian di Kabupaten Mamuju, yang mendukung puluhan ribu nelayan tradisional. Namun, wilayah permukiman pesisir seperti Kelurahan Simboro dan Rangas kerap menghadapi tingkat kemiskinan dan kerentanan finansial yang tinggi akibat guncangan cuaca ekstrem. Selama musim barat di Selat Makassar, gelombang tinggi memaksa nelayan kecil yang menggunakan perahu lopi-lopi untuk berhenti melaut selama berbulan-bulan, sehingga pendapatan harian mereka jatuh ke angka nol. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan akses keuangan formal, yang membuat nelayan terjebak dalam hubungan patron-klien informal (ponggawa) dengan beban utang berbiaya tinggi.

Metodologi Pendekatan Kuantitatif Regresi Berganda

Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif asosiatif dengan melibatkan 80 responden yang terdiri atas pelaku usaha mikro pesisir, istri nelayan, serta keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang aktif berdagang di koridor Jalan Arteri Manakarra. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berskala Likert 5 poin untuk mengukur variabel pendapatan CFD, akses ruang tanpa sewa, diversifikasi pekerjaan (moonlighting), serta mitigasi kerentanan finansial. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda setelah melewati serangkaian uji asumsi klasik.

Temuan Utama: Peran Sentral Akses Ruang Publik Tanpa Sewa

Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa model regresi secara bersama-sama mampu menjelaskan 56,2% varians dalam mitigasi kerentanan finansial rumah tangga pesisir ($F = 32,472, p < 0,001$). Adapun temuan parsial dari penelitian ini meliputi:

  • Akses Ruang Tanpa Sewa: Variabel ini memberikan pengaruh positif terbesar terhadap penurunan kerentanan finansial ($t = 5,912, p < 0,001$), di mana penghapusan biaya sewa toko komersial secara drastis mendongkrak margin keuntungan bersih pelaku usaha mikro.
  • Pendapatan Car Free Day: Pendapatan dari kegiatan mingguan ini terbukti signifikan ($t = 5,216, p < 0,001$) dalam memperkuat likuiditas rumah tangga dan membantu pembentukan tabungan darurat.
  • Diversifikasi Pekerjaan (Moonlighting): Keterlibatan keluarga ASN dan anggota rumah tangga pesisir dalam pekerjaan ganda turut memberikan pengaruh positif yang signifikan ($t = 4,384, p < 0,001$) guna meredam tekanan ekonomi akibat penurunan pendapatan tangkapan ikan.

Implikasi Kebijakan dan Penguatan Jaring Pengaman Sosial

Inkubasi spasial inkremental melalui pemanfaatan infrastruktur jalan raya publik terbukti berfungsi secara optimal sebagai katup pengaman ekonomi (economic safety valve). Tri Yoga Sujatmiko dan rekan-rekan peneliti dari Universitas Muhammadiyah Mamuju menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu melembagakan kebijakan akses pasar akhir pekan tanpa sewa secara berkelanjutan. Langkah ini tidak hanya membantu rumah tangga pesisir melepaskan diri dari jeratan utang tengkulak (ponggawa), tetapi juga membangun ketahanan ekonomi jangka panjang terhadap guncangan iklim musiman.

Profil Penulis

  • Nama Lengkap: Tri Yoga Sujatmiko, Tri Frida Suryati, Ratna, Supriadi, Muh Ridwan Hayadin
  • Afiliasi Universitas: Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Mamuju, Indonesia
  • Bidang Keahlian: Ekonomi Pembangunan, Ekonomi Publik, dan Ekonomi Regional Pesisir

Sumber Penelitian

  • Judul Artikel Jurnal: Car Free Day Spatial Market Access and Moonlighting in Mitigating Coastal Household Financial Vulnerability
  • Nama Jurnal: International Journal of Integrated Science and Technology (IJIST)
  • Tahun Publikasi: 2026
  • DOI / URL Resmi: 

     

    https://doi.org/10.59890/ijist.v4i9.62

Posting Komentar

0 Komentar