Pengaruh Program Dana Desa dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat terhadap Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Digampong Mon Geudong Padatahun 2020-2025


Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Medan - Kunci Kesejahteraan Desa: Pemberdayaan Ekonomi Lebih Berdampak Ketimbang Dana Desa di Lhokseumawe. Penelitian yang dilakukan oleh Maharani Sa'adah, Yosie Gabriela Panjaitan, Lestari Sihite, dan Nurmasyahyati dari Universitas Senior Medan dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) edisi Vol. 5 No. 9 Tahun 2026 menyoroti bahwa memberikan perspektif baru bagi pemerintah daerah dan pengambil kebijakan dalam mengevaluasi efektivitas program pembangunan pedesaan di Indonesia.


Ketimpangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan perdesaan telah lama menjadi tantangan klasik pembangunan nasional. Sebagai langkah nyata mengatasi disparitas tersebut, pemerintah mengguyurkan kebijakan fiskal berupa Dana Desa. Anggaran ini dirancang untuk memacu pertumbuhan infrastruktur, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta menggerakkan roda perekonomian lokal. Namun, dalam praktiknya di lapangan, alokasi dana yang masif sering kali terjebak pada orientasi pembangunan fisik semata. Akibatnya, peningkatan kualitas hidup masyarakat secara langsung kerap berjalan lambat dan belum merata.

Untuk menguji efektivitas kebijakan tersebut secara objektif, penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif asosiatif kausal dengan melibatkan seluruh penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa di Gampong Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti. Sebanyak 56 orang warga dilibatkan sebagai responden melalui metode total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, serta diperkuat oleh wawancara terbatas dengan perangkat desa. Seluruh data kuantitatif kemudian dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik IBM SPSS Statistics 26 untuk memastikan keakuratan hasil pengujian hipotesis.

Hasil analisis statistik mengungkap fakta yang cukup mengejutkan sekaligus mencerahkan. Secara parsial, Program Dana Desa ternyata tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan uji statistik, nilai t hitung tercatat sebesar 1,165 dengan tingkat signifikansi 0,249, yang berada di atas ambang batas 0,05 (t hitung < t tabel 2,006). Artinya, kucuran Dana Desa yang berdiri sendiri belum mampu mendongkrak taraf hidup warga secara langsung apabila tidak diiringi dengan strategi turunan yang menyentuh akar permasalahan ekonomi.

Sebaliknya, variabel Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat terbukti memberikan dampak yang sangat kuat. Berdasarkan pengujian parsial, pemberdayaan ekonomi mencatatkan nilai t hitung sebesar 5,250 dengan signifikansi 0,000 (jauh di bawah 0,05). Hal ini menegaskan bahwa program yang berfokus pada pelatihan keterampilan, perluasan akses modal usaha, dan peningkatan produktivitas warga memiliki daya dorong yang jauh lebih efektif dalam menaikkan pendapatan serta kualitas hidup masyarakat.

Kendati demikian, ketika kedua variabel tersebut diuji secara simultan melalui uji F, hasilnya menunjukkan sinergi yang luar biasa. Angka F hitung mencapai 42,180 dengan nilai signifikansi 0,000, yang jauh melampaui F tabel sebesar 3,17. Temuan ini membuktikan bahwa pengelolaan Dana Desa dan program pemberdayaan ekonomi secara bersama-sama memberikan pengaruh positif yang sangat signifikan terhadap kesejahteraan warga Gampong Mon Geudong. Berdasarkan nilai koefisien determinasi ($R^2$) sebesar 0,614, kombinasi kedua faktor ini mampu menjelaskan 61,4% variasi tingkat kesejahteraan masyarakat, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian seperti tingkat pendidikan dan kesempatan kerja.

Implikasi dari studi ini sangat jelas bagi dunia kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan desa. Maharani Sa'adah dan rekan-rekan peneliti menegaskan bahwa pemerintah gampong harus segera mereorientasi alokasi anggaran. Penggunaan Dana Desa tidak boleh lagi didominasi oleh pembangunan fisik yang kurang produktif, melainkan harus diintegrasikan secara sinergis dengan program penguatan ekonomi mandiri. Pelatihan keterampilan kerja, fasilitasi pemasaran produk lokal, serta kemudahan akses permodalan harus dijalankan secara berkesinambungan agar masyarakat memiliki daya tahan dan kemandirian finansial jangka panjang.

Profil Penulis
Maharani Sa'adah, S.E., M.Si. Afiliasi: Universitas Senior Medan Bidang Keahlian: Ekonomi Pembangunan dan Kebijakan Publik
Yosie Gabriela Panjaitan, S.E., M.Ak. Afiliasi: Universitas Senior Medan Bidang Keahlian: Akuntansi Sektor Publik dan Keuangan Desa
Lestari Sihite, S.Sos., M.I.P. Afiliasi: Universitas Senior Medan Bidang Keahlian: Administrasi Publik dan Pemberdayaan Masyarakat
Nurmasyahyati, S.Stat., M.Si. Afiliasi: Universitas Senior Medan Bidang Keahlian: Statistik Terapan dan Analisis Kuantitatif

Sumber Penelitian
Maharani Sa'adah, Yosie Gabriela Panjaitan, Lestari Sihite, Nurmasyahyati. The Effect of the Village Fund Program and Community Economic Empowerment on the Level of Community Welfare of Digampong Mon Geudong in 2020-2025. Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS), Vol. 5, No. 9, 2026 (Halaman 2091–2106).
DOI: https://doi.org/10.55927/fjas.v5i9.124
URL Resmi Jurnal: https://journalfjas.my.id/index.php/fjas.

Posting Komentar

0 Komentar