Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Jakarta Selatan -
Transformasi Keuangan UMKM: Dosen STIE Indonesia Banking School Latih Pelaku Usaha Sukabumi Adopsi Teknologi Digital. Pengabdian ini diungkapkan dalam riset Nova Novita bersama rekan-rekan penelitinya—Will Andilla Darniaty, Taufiq Hidayat, Paulina, dan Enny Haryanti dari STIE Indonesia Banking School dalam artikel pengabdian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Community Services (AJCS) edisi Vol. 5 No. 9 Tahun 2026 menyoroti bahwa tantangan mendasar pelaku usaha dalam mengelola keuangan bisnis secara profesional melalui pendekatan teknologi digital.
Tantangan Pengelolaan Keuangan dan Lonjakan UMKM di SukabumiSektor UMKM memegang peranan vital sebagai pilar utama ekonomi nasional maupun regional dalam hal penciptaan lapangan kerja, distribusi pendapatan, serta penguatan kegiatan ekonomi berbasis masyarakat. Berdasarkan data dari Open Data Kabupaten Sukabumi, jumlah terdaftar UMKM melonjak secara signifikan mencapai 14.354 unit pada tahun 2025, melanjutkan tren peningkatan yang konsisten sejak tahun 2021. Kendati demikian, lonjakan jumlah pelaku usaha ini belum sepenuhnya diiringi dengan ketersediaan program pendampingan dan pengembangan bisnis yang memadai, yang justru menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun. Di tingkat lokal seperti Kecamatan Sukaraja, struktur UMKM didominasi oleh usaha mikro dan kecil dengan corak bisnis keluarga. Sebagian besar pemilik usaha bertindak sekaligus sebagai manajer yang mengambil keputusan secara mandiri berdasarkan pengalaman harian. Berdasarkan pengamatan awal tim peneliti, tantangan utama yang dihadapi pelaku usaha di kawasan Goalpara meliputi kebiasaan mencampur keuangan pribadi dan bisnis, tidak adanya pencatatan keuangan yang sistematis, serta keterbatasan kemampuan dalam menghitung biaya produksi dan menentukan harga jual secara akurat. Kondisi tersebut diperparah oleh rendahnya tingkat adopsi teknologi digital dalam operasional harian, yang berpotensi membatasi kapasitas pertumbuhan dan akses mereka terhadap pembiayaan formal.
Pendekatan Pelatihan Interaktif dan Praktis Selama Dua Hari
Sebagai bentuk respons nyata terhadap permasalahan tersebut, STIE Indonesia Banking School berkolaborasi dengan PT Jamkrindo (Persero) menyelenggarakan program pengabdian masyarakat bertajuk "Manajemen Keuangan Bisnis Melalui Pendekatan Digital". Kegiatan pelatihan intensif ini dilaksanakan selama dua hari, yakni pada Jumat dan Sabtu, tanggal 8–9 Agustus 2025, bertempat di kawasan Kebun Teh Goalpara, Desa Cisarua, Sukaraja, Sukabumi. Kegiatan ini dihadiri oleh 50 peserta yang menggelar berbagai jenis usaha, mulai dari warung kelontong, pangkalan gas, jasa cuci kendaraan, hingga usaha kuliner. Metode yang diterapkan dalam pelatihan ini dirancang sangat komprehensif, mencakup sesi pemaparan materi, diskusi interaktif, serta simulasi praktik langsung. Pada hari pertama, materi berfokus pada pemahaman tujuan utama manajemen keuangan bisnis, penyusunan perencanaan keuangan, teknik pencatatan transaksi baik secara manual menggunakan buku kas maupun digital melalui aplikasi seperti Kasir, Dompetku, dan Microsoft Excel. Selain itu, peserta juga dibekali strategi manajemen arus kas yang sehat, termasuk pemisahan rekening pribadi dan usaha serta pengelolaan modal kerja cadangan. Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada simulasi praktis perhitungan harga jual produk pada platform digital seperti GoFood. Peserta dipandu secara langsung untuk menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) yang mencakup bahan baku, kemasan, tenaga kerja langsung, serta alokasi biaya operasional. Tak hanya itu, peserta juga diajak memperhitungkan komponen biaya tambahan platform digital seperti komisi layanan, program promosi, dan diskon merchant, agar harga jual yang ditetapkan tetap kompetitif sekaligus mendatangkan keuntungan optimal. Tim pengabdian juga memberikan pendampingan teknis langsung dalam pembuatan akun merchant GoFood serta pendaftaran titik usaha di Google.
Temuan Utama dan Hasil Evaluasi Pelatihan
Evaluasi efektivitas program yang diukur melalui survei post-test menunjukkan peningkatan pemahaman yang sangat signifikan di antara para peserta. Beberapa temuan utama dari hasil evaluasi tersebut meliputi:
- Seluruh peserta berhasil menjawab dengan benar bahwa langkah awal yang esensial dalam perencanaan keuangan bisnis adalah menentukan tujuan keuangan secara jelas.
- Seluruh peserta mampu menjawab dengan tepat mengenai tata cara menentukan jumlah dana cadangan atau reserve funds yang ideal bagi keberlangsungan usaha.
- Seluruh peserta menunjukkan penguasaan materi yang sempurna dalam mengidentifikasi serta membedakan arus kas masuk (cash inflows) dan arus kas keluar (cash outflows).
- Seluruh peserta memberikan jawaban yang akurat terkait alokasi persentase antara pengeluaran esensial dan biaya hidup sebagai bagian dari persiapan akumulasi modal mandiri.
Selain itu, tingginya antusiasme peserta juga tercermin dari berbagai pertanyaan konstruktif yang diajukan selama sesi pelatihan, seperti strategi menabung yang efektif, cara mengakses pembiayaan berbunga rendah dari program pemerintah, batasan waktu evaluasi kelayakan usaha, hingga strategi memperluas jangkauan pasar secara digital. Masukan dan pertanyaan ini dinilai sangat berharga untuk merancang program pendampingan lanjutan di masa mendatang.
Implikasi dan Manfaat bagi Masyarakat dan Dunia Usaha
Pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini memberikan implikasi yang luas bagi penguatan kapasitas dan keberlanjutan UMKM di Kabupaten Sukabumi. Melalui sinergi lintas sektor antara institusi perguruan tinggi swasta, BUMN penjaminan kredit (PT Jamkrindo), dan asosiasi UMKM lokal, para pelaku usaha kini memiliki bekal literasi keuangan dan keterampilan digital yang lebih baik. Peningkatan pemahaman ini diharapkan mampu memperbaiki kualitas pengambilan keputusan manajerial, meningkatkan transparansi data keuangan, serta mempermudah akses pelaku usaha terhadap layanan pembiayaan formal perbankan. Para peneliti dari STIE Indonesia Banking School merekomendasikan agar program pendampingan semacam ini dilaksanakan secara berkelanjutan dengan adaptasi terhadap tantangan zaman yang terus berkembang. Untuk tahap selanjutnya, materi pelatihan disarankan untuk lebih memfokuskan pada aspek pemasaran digital (digital marketing) dan optimalisasi internet guna membantu UMKM memperluas pangsa pasar menembus batas geografis lokal.
Profil Penulis
Nova Novita, S.E., M.Sc. – Dosen dan Peneliti di STIE Indonesia Banking School dengan bidang keahlian manajemen keuangan.
Will Andilla Darniaty, S.E., M.Si. – Dosen dan Peneliti di STIE Indonesia Banking School dengan bidang keahlian ekonomi dan bisnis.
Taufiq Hidayat, S.E., M.M. – Dosen dan Penggiat Pengabdian Masyarakat di STIE Indonesia Banking School.
Paulina, S.E., M.Ak. – Dosen dan Peneliti Akuntansi di STIE Indonesia Banking School.
Enny Haryanti, S.E., M.M. – Dosen Manajemen Bisnis di STIE Indonesia Banking School.
Sumber Penelitian
Nova Novita, Will Andilla Darniaty, Taufiq Hidayat, Paulina, Enny Haryanti. Digital Financial Technology Adoption in Financial Management: Evidence from Small and Medium Enterprises in Cisarua Village, Sukabumi, West Java, Indonesia. Asian Journal of Community Services (AJCS), Vol. 5, No. 9, Tahun 2026, Halaman 743-750
DOI : https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i9.77
URL: https://journalajcs.my.id/index.php/ajcs
0 Komentar