Model Pembelajaran Matematika Humanistis Hasil Riset UNM Terbukti Valid Tekan Kecemasan Siswa SMP


Ilustrasi by AI

Sebuah penelitian pendidikan terbaru pada September 2026 mengungkapkan bahwa desain pembelajaran matematika berbasis pendekatan humanistis secara terstruktur mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mengakomodasi kebutuhan emosional siswa sekolah menengah pertama (SMP). Penelitian yang dipimpin oleh Surya Putra Raharja, Usman Mulbar, dan Hamzah Upu dari Universitas Negeri Makassar (UNM) ini menguji validitas kerangka kerja pembelajaran matematika yang memusatkan siswa sebagai subjek aktif dan guru sebagai fasilitator. Hasil uji ahli membuktikan bahwa model ini meraih tingkat validitas yang sangat tinggi dengan indeks kesepakatan pakar mencapai 0,96, menjadikannya solusi konkret untuk mengikis kecemasan siswa terhadap pelajaran matematika.

Kontekstualisasi Pembelajaran Matematika dan Aspek Emosional Siswa

Matematika sering kali dipersepsikan oleh peserta didik sebagai mata pelajaran yang rumit, abstrak, dan didominasi oleh hafalan prosedur semata. Kondisi ini kerap memicu kecemasan matematis (mathematics anxiety) yang berdampak negatif pada motivasi, partisipasi, dan capaian belajar siswa.

Meskipun prinsip pendidikan humanistis telah lama dikenal mampu membangun rasa percaya diri dan iklim belajar yang inklusif, penerapan praktisnya dalam bentuk desain instruksional yang sistematis di kelas matematika masih sangat terbatas. Para guru SMP membutuhkan panduan operasional yang tidak hanya menekankan pencapaian kognitif, tetapi juga memfasilitasi dimensi afektif, sosial, dan reflektif peserta didik secara seimbang.

Metodologi Penelitian Educational Design Research

Penelitian ini menggunakan pendekatan Educational Design Research (EDR) berdasarkan model pengembangan Plomp yang meliputi tiga tahapan utama: penelitian awal (preliminary research), pengembangan prototipe (prototyping phase), dan penilaian (assessment phase).

  • Pengembangan Prototipe: Peneliti merancang prototipe komprehensif yang terdiri dari Buku Panduan Desain Pembelajaran Matematika Humanistis, Modul Ajar, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), Buku Teks Siswa, Lembar Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran, Angket Respon Guru dan Siswa, serta Instrumen Tes Hasil Belajar dan Penilaian Sikap.
  • Proses Validasi Ahli: Prototipe dievaluasi oleh dua pakar pendidikan matematika dari Universitas Negeri Makassar menggunakan lembar validasi khusus yang mencakup delapan aspek utama: landasan teori, prosedur desain, rumusan capaian pembelajaran, pengorganisasian materi, aktivitas humanistis, desain kegiatan belajar, strategi penilaian, dan format desain.
  •  Teknik Analisis Data: Data kuantitatif dianalisis menggunakan skala kevalidan (1–5) serta rumus Percentage of Agreement dari Borich untuk mengukur tingkat konsistensi antar-penilai. Masukan kualitatif dari para ahli dijadikan acuan untuk merevisi dan menyempurnakan prototipe.

Temuan Utama Penelitian

Pengujian kevalidan oleh para ahli menunjukkan bahwa seluruh komponen desain pembelajaran humanistis ini memenuhi standar validitas tinggi:

  • Kevalidan Panduan Desain: Buku Panduan Desain Pembelajaran memperoleh rata-rata skor keseluruhan 4,30 (kategori Sangat Valid). Aspek rumusan capaian pembelajaran dan format desain meraih skor tertinggi yaitu 4,50, disusul strategi penilaian (4,38), serta aktivitas belajar humanistis (4,33).
  • Kevalidan Instrumen Penunjang: Lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran mencapai skor rata-rata 4,70 (Sangat Valid), angket respon siswa memperoleh skor 4,80 (Sangat Valid), dan perangkat bahan ajar (Modul Ajar, Buku Teks, LKPD) seluruhnya berada pada kategori Sangat Valid.
  • Validitas Tes Hasil Belajar: Instrumen tes hasil belajar secara umum masuk dalam kategori Sangat Valid dengan rerata skor 3,80, sementara aspek konstruknya tergolong Valid dengan skor 3,60.
  • Konsistensi Penilai yang Tinggi: Indeks kesepakatan pakar (Percentage of Agreement) mencapai nilai rata-rata 0,96 (96%), jauh melampaui ambang batas keandalan 0,75 (75%).
  • Empat Fase Pembelajaran Terstruktur: Desain ini mengintegrasikan empat fase pembelajaran secara runut, yaitu pengenalan masalah berbasis konteks nyata (problem introduction), kolaborasi kelompok (collaboration), interaksi dan diskusi interaktif (interaction), serta refleksi pembelajaran (reflection).

Implikasi Kebijakan dan Dampak Praktis

Hasil riset ini memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kurikulum dan praktik pengajaran matematika di tingkat sekolah menengah:

  • Panduan Operasional Guru: Memberikan kerangka kerja yang jelas dan praktis bagi guru SMP dalam menciptakan suasana kelas yang suportif, menghargai perbedaan individu, dan memanfaatkan kesalahan siswa sebagai sarana belajar positif.
  • Transformasi Peran di Kelas: Mengh menghidupkan kembali peran guru sebagai fasilitator yang mendengarkan secara empatik dan mendorong siswa menjadi pembelajar aktif yang berani mengekspresikan pemikiran strategisnya.
  • Penguatan Kurikulum Berbasis Karakter: Mendukung kebijakan pendidikan nasional dalam mengintegrasikan pengembangan karakter, kompetensi sosial, dan kesehatan mental peserta didik ke dalam mata pelajaran eksakta.

Kutipan Penelitian

Mengenai pentingnya penerapan pendekatan humanistis secara terstruktur dalam pembelajaran matematika, tim peneliti dari Universitas Negeri Makassar menegaskan:

"Pembelajaran matematika yang bermakna tidak cukup hanya mengejar capaian kognitif belaka. Dengan mengintegrasikan dimensi emosional, sosial, dan reflektif melalui empat fase terstruktur—mulai dari pengenalan masalah hingga refleksi—pendekatan humanistis menempatkan siswa sebagai manusia utuh yang belajar dengan aman, aktif, dan percaya diri."

Profil Singkat Peneliti

  • Nama Peneliti Utama: Surya Putra Raharja, S.Pd., M.Pd.
  • Nama Co-Peneliti: Prof. Dr. Usman Mulbar, M.Si. dan Prof. Dr. Hamzah Upu, M.Ed.
  •  Gelar Akademik: Magister Pendidikan (M.Pd.) dan Profesor/Doktor Pendidikan Matematika
  • Afiliasi Universitas: Universitas Negeri Makassar (UNM), Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Bidang Keahlian: Pendidikan Matematika, Desain Instruksional (Educational Design Research), dan Pembelajaran Humanistis

Sumber Penelitian

 


Posting Komentar

0 Komentar