Enam Hambatan Utama Digitalisasi E-Commerce dan Pola Perilaku Konsumen UMKM di Bandung Raya
FORMOSA NEWS — Digitalisasi melalui e-commerce memegang peranan penting dalam memperkuat inklusi ekonomi digital bagi Usaha Mikro dan Kecil (UMK), khususnya pada sektor fashion kreatif
Dinamika Transformasi Digital dan Tantangan Usaha Kecil
Transformasi ekonomi digital di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat dengan kontribusi sektor e-commerce yang kian mendominasi aktivitas perdagangan nasional
Metode Penelitian Campuran di Wilayah Bandung Raya
Penelitian ini menerapkan pendekatan metode campuran (mixed methods) dengan desain sekuensial eksplanatori (sequential explanatory)
Tahap kualitatif melibatkan 20 pelaku UMK sektor fashion kreatif yang dipilih melalui teknik purposive sampling melalui wawancara mendalam
Temuan Utama Penelitian
Hasil penelitian mengidentifikasi hambatan operasional di sisi pelaku usaha serta memetakan faktor penentu keputusan belanja di sisi konsumen
- Enam Hambatan Utama Digitalisasi UMK: Pelaku usaha menghadapi kendala berupa rendahnya literasi digital (belum optimal menggunakan iklan berbayar dan analitik penjualan), keterbatasan modal untuk biaya promosi dan stok, persaingan harga yang memicu perang harga, perubahan algoritma marketplace, rendahnya kepercayaan konsumen pada toko baru, serta perubahan regulasi dan kebijakan platform
. - Faktor Penentu Keputusan Pembelian Konsumen: Keputusan belanja konsumen digital sangat dipengaruhi oleh harga (89%), gratis ongkir (85%), rating produk (82%), review pembeli (80%), flash sale (73%), live shopping (61%), dan rekomendasi influencer (48%)
. - Loyalitas Konsumen yang Rendah: Sebanyak 69% konsumen mudah berpindah ke toko lain ketika menemukan harga yang lebih murah, sementara hanya 21% yang menyatakan loyal terhadap satu toko tertentu
. - Preferensi Pembayaran: Dompet digital (e-wallet) menjadi pilihan pembayaran terfavorit (45%), diikuti transfer bank (28%), Cash on Delivery / COD (18%), dan layanan paylater (9%)
.
Implikasi dan Strategi Penguatan Inklusi Ekonomi Digital
Hasil analisis menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi tidak cukup diukur dari keterlibatan UMK masuk ke dalam platform digital semata
Agrie Wahyudi Kharisman bersama tim dari Universitas Sangga Buana YPKP merumuskan lima strategi utama untuk mendongkrak inklusi ekonomi digital
"Peningkatan inklusi ekonomi digital memerlukan pendekatan ekosistem yang mengintegrasikan pelatihan literasi digital dan pemanfaatan AI, kemudahan akses pembiayaan seperti KUR digital, penguatan kepercayaan konsumen melalui rating dan sertifikasi, optimalisasi data penjualan, serta kolaborasi erat antara pemerintah, marketplace, lembaga keuangan, dan perguruan tinggi," ungkap para peneliti Universitas Sangga Buana YPKP tersebut
Profil Penulis
- Agrie Wahyudi Kharisman, S.E., M.M. – Dosen dan Peneliti, Universitas Sangga Buana YPKP (Bidang Keahlian: Manajemen Bisnis, E-Commerce, dan Transformasi Digital UMKM)
. - Fahmi Damarjati Ruseka – Peneliti, Universitas Sangga Buana YPKP (Bidang Keahlian: Manajemen Pemasaran dan Ekonomi Digital)
. - Ahmad Zulfahmi Ubaidillah – Peneliti, Universitas Sangga Buana YPKP (Bidang Keahlian: Sistem Informasi dan Kewirausahaan Digital)
.
Sumber Penelitian
- Judul Artikel: Identifying Factors that Hinder E-Commerce Digitalization in SMEs and Consumer Behavior Patterns to Boost Digital Economic Inclusion
- Jurnal: Indonesian Journal of Economic & Management Sciences (IJEMS)
- Tahun Publikasi: 2026 (Vol. 4, No. 5, hlm. 1877–1884)
- DOI:
https://doi.org/10.55927/ijems.v4i5.93 - URL Resmi:
https://journalijems.my.id/index.php/ijems/index

0 Komentar