Modifikasi mengganti throttle
body ke ukuran yang lebih besar pada sepeda motor injeksi harian ternyata
tidak memberikan peningkatan performa yang signifikan jika Electronic Control
Unit (ECU) masih standar. Temuan faktual ini terungkap dari penelitian
eksperimental yang dipublikasikan pada pertengahan tahun 2026 oleh tiga
peneliti Universitas Islam Majapahit, yaitu Adi Setyo Riyanto, Achmad Rijanto,
dan Nuril Ahmad. Hasil pengujian ini sangat penting bagi para pemilik sepeda
motor dan mekanik agar tidak membuang biaya untuk modifikasi throttle body
tanpa dibarengi dengan pemrograman ulang sistem injeksi.
Fenomena modifikasi komponen
intake seperti throttle body sangat populer di tengah masyarakat
Indonesia. Banyak pengendara sepeda motor matik, khususnya Honda Vario 150 cc
PGM-FI, mengganti throttle body standar dengan versi racing yang
berdiameter lebih besar. Asumsi umum yang berkembang di kalangan pecinta
otomotif adalah makin besar pasokan udara yang masuk ke ruang bakar, makin
tinggi pula tenaga dan torsi yang dihasilkan. Namun, pada mesin berteknologi
injeksi modern, pasokan udara selalu terikat ketat dengan pengaturan bahan
bakar yang diatur oleh ECU.
Untuk membuktikan asumsi tersebut
secara ilmiah, tim peneliti Universitas Islam Majapahit melakukan pengujian
langsung pada sepeda motor Honda Vario 150 cc kondisi mesin dan ECU standar
pabrik. Pengujian dilakukan menggunakan mesin uji chassis dynamometer
(dynotest) di JMS Servis Official, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, selama
delapan minggu. Peneliti menguji tiga variasi ukuran throttle body,
yaitu ukuran standar 26 mm, serta dua ukuran modifikasi yaitu 28 mm dan 30 mm
pada rentang putaran mesin 6.000 hingga 9.000 rpm.
Pengukuran performa pada dynotest
menghasilkan data teknis sebagai berikut:
- Torsi Maksimum: Throttle body standar 26 mm
menghasilkan rata-rata torsi puncak tertinggi sebesar 11,12 Nm. Variasi 28
mm menghasilkan 10,56 Nm dan variasi 30 mm menghasilkan 10,64 Nm.
- Tenaga Puncak: Throttle body 30 mm mencatatkan
rata-rata tenaga puncak sedikit lebih tinggi yaitu 11,32 HP, diikuti
ukuran 26 mm sebesar 11,25 HP, dan ukuran 28 mm sebesar 10,81 HP.
- Karakteristis Putaran Tinggi: Throttle body 30 mm mampu
mempertahankan rentang tenaga di atas 11 HP pada putaran tinggi 7.500
hingga 8.500 rpm.
- Uji Transisi & Konsistensi: Throttle body standar 26 mm
memberikan tingkat konsistensi daya dan torsi paling stabil dengan
simpangan baku (standard deviation) terkecil.
Berdasarkan analisis statistik
One-Way ANOVA ($\alpha = 0,05$), perbedaan nilai tenaga ($p = 0,058$) maupun
torsi ($p = 0,163$) dari ketiga ukuran throttle body tersebut secara
statistik dinyatakan tidak signifikan. Artinya, kenaikan tenaga sebesar 0,65%
pada throttle body 30 mm tidak memberikan dampak nyata saat motor
dikendarai sehari-hari.
Implikasi dari riset ini
memberikan edukasi berharga bagi masyarakat, pegiat modifikasi otomotif, dan
pemilik bengkel. Mengganti throttle body semata hanya membuka ruang
udara lebih besar, namun ECU standar pabrik tidak otomatis menyemprotkan bahan
bakar tambahan yang dibutuhkan. Akibatnya, campuran udara dan bahan bakar
menjadi terlalu tipis (lean) sehingga potensi udara segar yang masuk
tidak terkonversi menjadi tenaga mesin secara optimal. Bagi pengendara harian,
mempertahankan throttle body standar 26 mm merupakan pilihan paling
efisien dan responsif. Jika ingin menaikkan ukuran throttle body,
modifikasi tersebut harus diikuti dengan pemetaan ulang ECU (remapping)
atau penggunaan ECU racing agar pasokan bahan bakar seimbang.
Profil Penulis
- Adi Setyo Riyanto: Peneliti dan alumni dari Departemen
Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto,
Indonesia, dengan fokus keahlian pada sistem performa mesin dan dinamika
kendaraan roda dua.
- Achmad Rijanto: Dosen dan peneliti senior di Departemen
Teknik Mesin, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia, yang
berpengalaman dalam bidang konversi energi, pengujian mesin, dan teknologi
otomotif.
- Nuril Ahmad: Akademisi dan peneliti di Departemen
Teknik Mesin, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia, dengan
spesialisasi pada rekayasa manufaktur dan pengujian mekanikal.
Sumber Penelitian
- Judul Artikel: Effect of Throttle Body Bore Diameter
on Torque and Power Output of a 150 cc Fuel-Injected Motorcycle Engine: An
Experimental Chassis-Dynamometer Study
- Jurnal: International Journal of Advanced Technology and Social
Sciences (IJATSS), Volume 4, Nomor 8, Tahun 2026, Halaman 981–994
- Penulis: Adi Setyo Riyanto, Achmad Rijanto, & Nuril Ahmad
- DOI: https://doi.org/10.59890/ijatss.v4i8.283
- https://aprmultitechpublisher.my.id/index.php/ijatss

0 Komentar