Kompetensi Pedagogik Calon Guru SD: Analisis Kesalahan Berbahasa Lewat Video Pembelajaran

Ilustrasi by AI

Kualitas pengajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar sangat bergantung pada kemampuan calon guru dalam mengintegrasikan materi keilmuan dengan strategi pembelajaran yang tepat. Hal tersebut diungkapkan oleh Risa Yanuarti Sholihah dari Universitas Madani Indonesia dalam studinya yang meneliti manifestasi Pedagogical Content Knowledge (PCK) mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) melalui analisis video praktik pengajaran mikro (microteaching). Penelitian yang dipublikasikan pada September 2026 ini menyoroti pentingnya menjadikan kesalahan berbahasa siswa sebagai titik awal diagnostik untuk merancang pembelajaran yang responsif.

Latar belakang penelitian ini bermula dari masih maraknya kesalahan penulisan dan pengabaian kaidah bahasa dalam buku penunjang maupun praktik kelas, yang menandakan urgensi peningkatan literasi bahasa di tingkat dasar. Selama ini, analisis kesalahan berbahasa sering kali hanya berhenti pada tahap klasifikasi tanpa menghubungkannya dengan kompetensi pedagogik guru dalam merancang intervensi kelas. Padahal, penguasaan PCK yang dicetuskan oleh Lee Shulman menuntut guru tidak sekadar menguasai materi materi pelajaran (content knowledge), melainkan juga mampu mentransformasikannya agar mudah dipahami siswa sekaligus mengantisipasi berbagai miskonsepsi belajar.

Untuk mengkaji hal tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis isi kualitatif. Dari total 25 video praktik pengajaran mikro mahasiswa PGSD, dipilih 8 video secara purposive sampling berdasarkan kriteria kesesuaian skenario pembelajaran bahasa Indonesia, penggunaan contoh kesalahan autentik, serta kualitas audio-visual. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi video menggunakan instrumen rubrik PCK yang mencakup tiga komponen utama: penguasaan materi (Knowledge of Content), pemahaman terhadap pemahaman siswa (Knowledge of Students' Understanding), dan strategi instruksional (Knowledge of Instructional Strategies), yang kemudian dianalisis melalui tahapan pengkodean hingga interpretasi naratif.

Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa seluruh mahasiswa telah mendemonstrasikan penguasaan yang sangat baik pada aspek penguasaan materi (Knowledge of Content) dan pemilihan strategi instruksional (Knowledge of Instructional Strategies). Para mahasiswa terbukti mampu menjelaskan konsep morfologi, tata penulisan huruf kapital, dan imbuhan secara sistematis serta menawarkan strategi kreatif berbasis siswa aktif seperti permainan "Detektif Kata" (Language Detective) dan perburuan huruf kapital (Capital Letters Hunt). Namun, kemampuan pada aspek pemahaman siswa (Knowledge of Students' Understanding) masih bervariasi, khususnya dalam mendiagnosis secara mendalam akar penyebab kesalahan berbahasa dan mengidentifikasi miskonsepsi berpikir peserta didik.

Implikasi dari penelitian ini menegaskan perlunya kurikulum pendidikan guru mengarahkan pengembangan PCK pada penguatan kompetensi diagnostik calon pendidik. Guru masa depan tidak hanya dituntut benar secara teoretis, melainkan harus mampu menyelami proses berpikir siswa di balik kesalahan berbahasa yang mereka lakukan. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar dapat dirancang secara lebih efektif, kontekstual, dan berpusat pada kebutuhan nyata anak didik.

Profil Singkat Penulis:

  • Risa Yanuarti Sholihah, M.Pd. – Akademisi dan peneliti di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Madani Indonesia, dengan fokus keahlian pada bidang pendidikan bahasa Indonesia dan pengembangan kompetensi pedagogik guru.

Sumber Penelitian:

  • Judul Artikel: Manifestation of Pedagogical Content Knowledge of Elementary School Teacher Education Students in the Analysis of Elementary School Students' Language Errors: A Study of Microteaching Video Analysis
  • Nama Jurnal: Journal of Language Development and Linguistics (JLDL)
  • Tahun Publikasi: 2026
  • DOI: https://doi.org/10.55927/jldl.v5i2.17079

Posting Komentar

0 Komentar