Kemudahan dan Keamanan Transaksi Mendorong Keputusan Pembelian Online di Shopee

Illustration by Ai


Kemudahan dalam melakukan transaksi dan rasa aman terhadap perlindungan data menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan konsumen untuk berbelanja melalui Shopee. Temuan ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Nazwa Nur Salsabilla, Suwarlan, dan Indria Sukma Sektiyaningsih dari Institut Bisnis dan Multimedia ASMI Jakarta.

Penelitian yang diterbitkan pada 2026 dalam International Journal of Integrative Research (IJIR) tersebut menganalisis pengaruh kemudahan transaksi dan keamanan transaksi terhadap keputusan pembelian online mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Institut Bisnis dan Multimedia ASMI Jakarta. Artikel diterima pada 3 Juli, direvisi pada 25 Agustus, dan diterima untuk publikasi pada 26 September 2026.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan transaksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, begitu pula dengan keamanan transaksi. Ketika kedua faktor tersebut dianalisis secara bersamaan, keduanya mampu menjelaskan 54,3% variasi keputusan pembelian online mahasiswa.

Kemudahan dan Keamanan Menjadi Pertimbangan Penting

Perkembangan perdagangan digital telah mengubah cara masyarakat mencari informasi produk, membandingkan pilihan, berkomunikasi dengan penjual, memilih metode pembayaran, hingga menyelesaikan transaksi.

Di Indonesia, Shopee menjadi salah satu platform e-commerce yang memiliki posisi kuat. Penelitian ini mengutip survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2025 yang mencatat Shopee sebagai platform e-commerce yang paling sering diakses oleh responden, dengan persentase 53,22%. Posisi berikutnya ditempati TikTok Shop sebesar 27,37%, Tokopedia 9,57%, dan Lazada 9,09%.

Namun, tingginya penggunaan platform e-commerce tidak otomatis membuat konsumen menyelesaikan pembelian. Konsumen tetap mempertimbangkan berbagai aspek sebelum melakukan transaksi.

Dua faktor yang menjadi perhatian utama adalah kemudahan proses transaksi dan keamanan transaksi. Platform yang mudah digunakan dapat mengurangi usaha yang diperlukan konsumen untuk mencari produk, memilih metode pembayaran, dan menyelesaikan pembelian.

Sebaliknya, kekhawatiran terhadap kebocoran data pribadi, keamanan pembayaran, akses tidak sah, penipuan, dan proses autentikasi dapat membuat konsumen ragu melanjutkan transaksi.

Dalam penelitian ini, kemudahan transaksi mencakup kemudahan mempelajari platform, kejelasan instruksi, efisiensi operasional, fleksibilitas sistem, serta kemudahan navigasi. Sementara itu, keamanan transaksi mencakup kerahasiaan informasi pribadi, keutuhan nilai transaksi, keandalan autentikasi, kepercayaan terhadap sistem, dan jaminan perlindungan konsumen.

Melibatkan 80 Mahasiswa

Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif terhadap mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Institut Bisnis dan Multimedia ASMI Jakarta.

Populasi penelitian terdiri dari 91 mahasiswa aktif. Karena jumlah populasi relatif terbatas, peneliti menggunakan teknik saturated sampling atau sensus. Dari proses pengumpulan data tersebut, sebanyak 80 kuesioner yang memenuhi persyaratan digunakan dalam analisis.

Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur menggunakan skala Likert lima tingkat, mulai dari sangat tidak setuju hingga sangat setuju.

Para peneliti kemudian mengolah data menggunakan SPSS. Analisis mencakup pengujian validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi.

Dari 80 responden, 74% merupakan mahasiswa perempuan atau 59 orang, sedangkan 26% merupakan mahasiswa laki-laki atau 21 orang. Sebanyak 75% responden berusia di bawah 22 tahun, sementara 59% berada pada semester 4–6.

Transaksi yang Mudah Mendorong Keputusan Pembelian

Hasil analisis menunjukkan bahwa kemudahan transaksi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian online.

Koefisien regresi kemudahan transaksi mencapai 0,475, dengan nilai t sebesar 4,614 dan tingkat signifikansi di bawah 0,001. Koefisien terstandarisasi tercatat sebesar β = 0,463, yang menunjukkan kontribusi positif kemudahan transaksi terhadap keputusan pembelian.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung lebih mudah mengambil keputusan pembelian ketika proses transaksi di Shopee dianggap sederhana, jelas, fleksibel, dan efisien.

Navigasi yang mudah dipahami, instruksi yang jelas, serta proses pembayaran yang efisien dapat mengurangi usaha konsumen ketika melakukan pembelian. Para peneliti mengaitkan temuan ini dengan Technology Acceptance Model yang diperkenalkan Davis pada 1989, khususnya konsep bahwa seseorang lebih mungkin menerima dan menggunakan teknologi ketika teknologi tersebut dianggap mudah digunakan.

Keamanan Transaksi Juga Memengaruhi Konsumen

Selain kemudahan, keamanan transaksi terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian online.

Koefisien regresi keamanan transaksi tercatat sebesar 0,355, dengan nilai t sebesar 3,472 dan tingkat signifikansi di bawah 0,001. Koefisien terstandarisasinya mencapai β = 0,349.

Artinya, konsumen tidak hanya mencari proses transaksi yang praktis, tetapi juga mempertimbangkan apakah informasi pribadi dan keuangan mereka terlindungi.

Keamanan menjadi semakin penting karena konsumen tidak dapat melihat dan mengendalikan seluruh tahapan transaksi secara langsung seperti pada pembelian konvensional. Mereka harus mengandalkan sistem autentikasi, verifikasi transaksi, perlindungan data, serta mekanisme perlindungan konsumen yang disediakan platform.

Menurut Salsabilla, Suwarlan, dan Sektiyaningsih dari Institut Bisnis dan Multimedia ASMI Jakarta, keamanan transaksi bukan sekadar karakteristik teknis. Keamanan juga menjadi kondisi psikologis yang dapat memperkuat kepercayaan konsumen untuk melanjutkan proses dari melihat produk hingga melakukan pembelian.

Kemudahan dan Keamanan Menjelaskan 54,3% Keputusan Pembelian

Ketika kemudahan transaksi dan keamanan transaksi dianalisis secara bersamaan, keduanya menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian online.

Hasil uji simultan menghasilkan nilai F sebesar 45,782 dengan tingkat signifikansi di bawah 0,001. Nilai R² sebesar 0,543 menunjukkan bahwa kemudahan dan keamanan transaksi secara bersama-sama menjelaskan 54,3% variasi keputusan pembelian. Sementara itu, 45,7% lainnya berkaitan dengan faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian.

Temuan ini menunjukkan bahwa kemudahan dan keamanan sebaiknya tidak dipandang sebagai dua aspek yang sepenuhnya terpisah.

Platform yang sangat mudah digunakan tetapi dianggap tidak aman tetap dapat membuat konsumen ragu. Sebaliknya, sistem yang sangat aman tetapi sulit digunakan juga berpotensi menghambat konsumen menyelesaikan transaksi.

Implikasi bagi Bisnis Digital dan Pendidikan

Temuan penelitian memberikan pesan penting bagi pengelola platform e-commerce. Pengalaman pengguna tidak hanya berkaitan dengan tampilan aplikasi, tetapi juga dengan seberapa mudah konsumen menyelesaikan transaksi dan seberapa besar kepercayaan mereka terhadap sistem keamanan.

Para peneliti merekomendasikan agar pengelola Shopee terus menyederhanakan proses pembayaran dan checkout, meningkatkan navigasi, mengintegrasikan metode pembayaran secara efisien, serta memperkuat konfirmasi transaksi.

Di sisi keamanan, perlindungan data pribadi, autentikasi, pendeteksian penipuan, pemantauan transaksi, dan mekanisme perlindungan konsumen juga perlu terus diperkuat.

Bagi perguruan tinggi, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran dalam bidang administrasi bisnis digital, perilaku konsumen, pemasaran digital, dan manajemen e-commerce.

Para peneliti juga menyarankan penelitian berikutnya memasukkan faktor lain seperti kepercayaan, persepsi harga, promosi, electronic word-of-mouth, kualitas layanan digital, persepsi manfaat, dan kualitas produk.

Penelitian Memiliki Keterbatasan

Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Responden hanya berasal dari satu Program Studi Administrasi Bisnis di satu institusi, sehingga hasilnya tidak dapat langsung digeneralisasi kepada seluruh pengguna Shopee di Indonesia.

Selain itu, penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional, sehingga menggambarkan hubungan antarvariabel pada periode pengumpulan data dan tidak menunjukkan perubahan persepsi konsumen dari waktu ke waktu.

Model penelitian juga hanya memasukkan kemudahan transaksi dan keamanan transaksi. Meskipun keduanya menjelaskan 54,3% variasi keputusan pembelian, masih terdapat faktor lain yang berpotensi memengaruhi keputusan konsumen.

Profil Penulis

Nazwa Nur Salsabilla — Institut Bisnis dan Multimedia ASMI Jakarta.
Suwarlan — Institut Bisnis dan Multimedia ASMI Jakarta.
Indria Sukma Sektiyaningsih — Institut Bisnis dan Multimedia ASMI Jakarta.

Artikel yang tersedia tidak mencantumkan gelar akademik maupun bidang keahlian spesifik masing-masing penulis, sehingga informasi tersebut tidak ditambahkan untuk menjaga akurasi.

Sumber Penelitian

Judul: Transaction Convenience and Security as Predictors of Online Purchase Decisions on Shopee
Penulis: Nazwa Nur Salsabilla, Suwarlan, Indria Sukma Sektiyaningsih
Afiliasi: Institut Bisnis dan Multimedia ASMI Jakarta
Jurnal: International Journal of Integrative Research (IJIR)
Volume: 4, Nomor 9
Tahun: 2026
Halaman: 825–836
DOI: https://doi.org/10.59890/ijir.v4i9.3

 


Posting Komentar

0 Komentar