Pada September 2026, tim peneliti yang terdiri
dari Anggi Dwi Astuti, I Wayan Mudra, I Made Pande Artadi, dan Nyoman Dewi
Pebriyani dari Universitas Mercu Buana mempublikasikan studi arsitektur
interior mengenai Masjid Raya Al-Jabbar Bandung
Tantangan Menyeimbangkan Ruang Sakral dan Fungsi Publik
Untuk membedah dinamika ini, para peneliti menggunakan
teori affordance
(keterfasilitasan) yang dikembangkan oleh psikolog James J. Gibson
- Affordance Sakral: Elemen desain seperti pencahayaan
alami, garis arah kiblat, dan puncak kubah yang membentuk pengalaman spiritual
serta fokus ibadah
. - Affordance Fungsional: Elemen fisik seperti perbedaan
ketinggian lantai, pola karpet karpet shaf, dan jalur aksesibilitas yang
mempermudah pergerakan, kenyamanan, dan kebersihan
. - Affordance Sosial: Area transisi, koridor, dan ruang
terbuka yang mendukung interaksi warga, diskusi, dan dokumentasi visual
.
Pendekatan dan Metodologi Penelitian
- Pemetaan Perilaku (Behavioral Mapping): Observasi lapangan dilakukan
dalam 6 hingga 8 sesi berdurasi 30–60 menit untuk mengamati pola pergerakan
jemaah pada waktu shalat dan non-shalat
. - Wawancara Mendalam: Peneliti mewawancarai 34 informan
yang terbagi ke dalam tiga kelompok: 10 jemaah rutin, 18 pengunjung/wisatawan,
dan 6 pengurus masjid
. - Analisis Data: Peneliti menganalisis sketsa pemetaan,
peta denah, catatan lapangan, dan dokumentasi foto melalui reduksi data dan
triangulasi sumber
.
Temuan Utama dan Fenomena Affordance Conflict
- Petunjuk Intuitif Arah Shalat: Ruang utama yang lapang
tanpa tiang tengah memberikan pandangan langsung ke mihrab berbentuk segitiga
emas
. Pola garis pada karpet shaf memberi petunjuk geometris otomatis agar jemaah merapatkan barisan tanpa perlu diatur secara lisan . - Batas Suci dan Perbedaan Material: Perbedaan
ketinggian lantai (5–15 cm) serta perubahan material dari ubin kasar di teras
ke marmer dan karpet di dalam ruang secara taktil menandai batas area suci
. Penggunaan ramp miring di samping tangga utama memberikan aksesibilitas yang jelas bagi pengguna kursi roda dan lansia . - Pencahayaan Alami yang Spiritual: Panel kaca geometris
pada kubah menciptakan gradasi cahaya yang mengarahkan pandangan jemaah ke
mihrab dan kaligrafi "Allah" di puncak ceiling, sehingga memperkuat
ketenangan batin
. - Identifikasi Affordance Conflict: Penelitian menemukan adanya
konflik fungsi di beberapa titik, seperti koridor mihrab dan area drop-off
. Megahnya mahkota kubah dan mihrab menarik minat wisatawan untuk berfoto, sehingga sering kali melintasi garis shaf dan mengganggu kekhusyukan ibadah jemaah .
Rekomendasi Desain dan Implikasi Nyata
- Zonasi Waktu dan Ruang: Mengutamakan area utama ibadah
untuk kegiatan ritual, serta membatasi aktivitas dokumentasi foto hanya pada
jam-jam kunjungan di luar waktu shalat
. - Pembatas Suci Transparan: Menambahkan batas
elevasional rendah atau panel transparan di sekitar mihrab untuk menjaga jarak
fisik pengunjung tanpa menghalangi pemandangan estetika
. - Pemisahan Akustik Vertikal: Memisahkan galeri museum
dan area edukasi di lantai bawah dengan ruang ibadah di lantai atas menggunakan
bahan peredam suara
. - Jalur Sirkulasi Khusus: Menyediakan jalur cepat bagi
jemaah yang hendak shalat agar tidak terhambat oleh kerumunan wisatawan di area
pintu masuk
.
Kutipan Akademik
"Tiga
dimensi keterfasilitasan ruang—sakral, fungsional, dan sosial—saling berkaitan
dalam membentuk pengalaman pengguna masjid. Ketika satu elemen interior
mengundang perilaku ibadah dan non-ibadah di tempat dan waktu yang sama,
muncullah konflik fungsi. Kunci keberhasilan desain masjid kontemporer terletak
pada kekuatan penataan fungsional, seperti zonasi material dan pembatas
intuitif, untuk menjaga kesakralan ibadah tanpa menutup ruang bagi kegiatan
sosial masyarakat."
Profil Singkat Peneliti Utama
- Nama Lengkap: Anggi Dwi Astuti, M.Ds.
- Afiliasi Universitas: Universitas Mercu Buana, Jakarta, Indonesia
- Bidang Keahlian: Desain Interior, Psikologi Lingkungan, Spatial Affordance, dan Arsitektur Islam Kontemporer
Sumber Penelitian
- Judul Artikel: Affordance of the Interior Space of Al-Jabbar Grand Mosque
- Nama Jurnal: Jurnal Multidisplin Madani (MUDIMA)
- Tahun Publikasi: 2026
- DOI:
https://doi.org/10.55927/mudima.v6i9.122 - URL Resmi:
https://journalmudima.my.id/index.php/mudima

0 Komentar