Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Medan - Taman Kota dan Kualitas Hidup Warga Medan: Bukti Ilmiah Peran Penting Ruang Terbuka Hijau. Penelitian yang dilakukan oleh Hawa Maha Putri bersama Hamdani Harahap, Hatta Ridho, Badaruddin Rangkuti, dan Fikarwin dari Universitas Sumatera Utara (USU) dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Management Analytics (AJMA) edisi Vol. 5 No. 4 Tahun 2026 menyoroti bahwa keberadaan dan kualitas tata kelola Ruang Terbuka Hijau (RTH) memegang peran vital yang menentukan hingga 83,1% tingkat kualitas hidup masyarakat Kota Medan.
Tantangan Ruang Publik dan Urgensi Revitalisasi Kota
Secara regulasi, Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang mewajibkan kawasan perkotaan untuk menyediakan RTH publik minimal 30% dari luas wilayah keseluruhan . Namun, data di lapangan menunjukkan bahwa proporsi RTH di Kota Medan baru mencapai sekitar 19,8%, masih berada di bawah target undang-undang . Kepadatan aktivitas lalu lintas, tingginya polusi, serta minimnya fasilitas pemeliharaan yang memadai sering kali memicu pergeseran perilaku warga . Banyak masyarakat perkotaan yang akhirnya beralih mencari ruang rekreasi ke pusat perbelanjaan komersial (mal) karena dinilai lebih bersih dan aman, meskipun tempat tersebut tidak mampu memberikan fungsi ekologis dan restorasi psikologis seperti halnya taman kota . Kondisi inilah yang mendorong perlunya evaluasi komprehensif berbasis ilmiah untuk merumuskan kebijakan pengelolaan ruang publik yang lebih efektif .
Pendekatan Riset dan Partisipasi Pengunjung
Untuk mengkaji fenomena ini secara mendalam, tim peneliti Universitas Sumatera Utara menggunakan pendekatan kombinasi (mixed methods) dengan desain sekuensial eksplanatori . Pengumpulan data kuantitatif melibatkan 130 responden pengunjung aktif yang dipilih secara cermat dari enam taman kota utama di Medan, yaitu:
.
Temuan Utama: Fungsi Multidimensi dan Persepsi Warga
Hasil analisis statistik membuktikan bahwa kualitas hidup masyarakat perkotaan sangat dipengaruhi oleh dua faktor penentu utama:
Temuan riset ini memberikan masukan konstruktif bagi pembuat kebijakan di lingkungan Pemerintah Kota Medan, khususnya dinas terkait seperti Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK), Satpol PP, serta Dinas Perhubungan . Para peneliti merekomendasikan tiga pilar intervensi strategis:
Hawa Maha Putri – Peneliti Utama / Mahasiswa Pascasarjana, Universitas Sumatera Utara (Bidang Keahlian: Manajemen dan Tata Ruang Perkotaan) .
Dr. Hamdani Harahap, M.Si. – Anggota Peneliti / Dosen, Universitas Sumatera Utara (Bidang Keahlian: Sosiologi Perkotaan dan Lingkungan) .
Dr. Hatta Ridho, S.Sos., M.MSP. – Anggota Peneliti / Dosen, Universitas Sumatera Utara (Bidang Keahlian: Kebijakan Publik dan Perencanaan Wilayah) .
Prof. Dr. Badaruddin Rangkuti, M.Si. – Anggota Peneliti / Guru Besar, Universitas Sumatera Utara (Bidang Keahlian: Ekonomi Pertanian dan Pembangunan) .
Dr. Fikarwin, S.H., M.Hum. – Anggota Peneliti / Dosen, Universitas Sumatera Utara (Bidang Keahlian: Hukum Administrasi Negara dan Tata Ruang) .
Sumber Penelitian
Hawa Maha Putri, Hamdani Harahap, Hatta Ridho, Badaruddin Rangkuti, Fikarwin. Analysis of the Influence of Green Open Space (RTH) of Medan City Park in Improving the Quality of Life of the Community. Asian Journal of Management Analytics (AJMA), Vol. 5, No. 4, 2026, hlm. 809–824
DOI:https://doi.org/10.55927/ajma.v5i4.16848
URL Resmi: https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajma
Tantangan Ruang Publik dan Urgensi Revitalisasi Kota
Secara regulasi, Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang mewajibkan kawasan perkotaan untuk menyediakan RTH publik minimal 30% dari luas wilayah keseluruhan
Pendekatan Riset dan Partisipasi Pengunjung
Untuk mengkaji fenomena ini secara mendalam, tim peneliti Universitas Sumatera Utara menggunakan pendekatan kombinasi (mixed methods) dengan desain sekuensial eksplanatori
- Taman Ahmad Yani
- Taman Johor
- Lapangan Merdeka
- Taman Sudirman
- Taman Gajah Mada
- Urban Park Taman Bunga
Temuan Utama: Fungsi Multidimensi dan Persepsi Warga
Hasil analisis statistik membuktikan bahwa kualitas hidup masyarakat perkotaan sangat dipengaruhi oleh dua faktor penentu utama:
- Fungsi Multidimensi RTH: Variabel fungsi ekologis, sosial, dan estetika taman kota terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas hidup masyarakat dengan koefisien jalur sebesar 0,627
. Semakin optimal fungsi taman sebagai paru-paru kota dan ruang interaksi sosial, semakin meningkat pula kesehatan fisik dan pemulihan mental warga . - Perspektif dan Kenyamanan Masyarakat: Persepsi positif masyarakat terhadap aspek keamanan, keteraturan fasilitas, dan kemudahan akses di dalam taman memberikan pengaruh signifikan dengan koefisien sebesar 0,352
. Rasa aman dari potensi gangguan keamanan serta kebersihan fasilitas sanitasi terbukti mampu menekan kecemasan publik . - Daya Prediksi yang Kuat: Secara simultan, kedua variabel tersebut menghasilkan nilai R-square sebesar 0,831 atau setara dengan 83,1%
. Angka ini menunjukkan tingkat determinasi yang sangat kuat, menegaskan bahwa tata kelola RTH mendominasi penentuan tingkat kesejahteraan dan kebahagiaan warga Kota Medan .
Temuan riset ini memberikan masukan konstruktif bagi pembuat kebijakan di lingkungan Pemerintah Kota Medan, khususnya dinas terkait seperti Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK), Satpol PP, serta Dinas Perhubungan
- Dimensi Pemeliharaan Fisik: Pemerintah perlu menerapkan sistem pemeliharaan berkala untuk fasilitas bermain anak, sarana olahraga luar ruangan, serta perbaikan sistem drainase guna mencegah genangan air di area taman
. - Penegakan Hukum dan Ketertiban: Diperlukan penambahan lampu penerangan di titik-titik rawan, penataan zona khusus pedagang kaki lima (PKL) agar tidak mengganggu jalur pejalan kaki, serta penertiban parkir liar di bahu jalan
. - Perencanaan Berorientasi Pengguna: Pemerintah disarankan untuk membatasi proyek pengerasan permukaan tanah (hardscape) yang berlebihan dan mengembalikannya ke fungsi tanah alami (softscape), serta mengadopsi standar ruang ramah anak dan disabilitas
. Upaya mengejar target 30% RTH juga dapat ditempuh melalui skema tata kelola kolaboratif (collaborative governance) bersama sektor swasta melalui dana CSR .
Hawa Maha Putri – Peneliti Utama / Mahasiswa Pascasarjana, Universitas Sumatera Utara (Bidang Keahlian: Manajemen dan Tata Ruang Perkotaan)
Dr. Hamdani Harahap, M.Si. – Anggota Peneliti / Dosen, Universitas Sumatera Utara (Bidang Keahlian: Sosiologi Perkotaan dan Lingkungan)
Dr. Hatta Ridho, S.Sos., M.MSP. – Anggota Peneliti / Dosen, Universitas Sumatera Utara (Bidang Keahlian: Kebijakan Publik dan Perencanaan Wilayah)
Prof. Dr. Badaruddin Rangkuti, M.Si. – Anggota Peneliti / Guru Besar, Universitas Sumatera Utara (Bidang Keahlian: Ekonomi Pertanian dan Pembangunan)
Dr. Fikarwin, S.H., M.Hum. – Anggota Peneliti / Dosen, Universitas Sumatera Utara (Bidang Keahlian: Hukum Administrasi Negara dan Tata Ruang)
Sumber Penelitian
Hawa Maha Putri, Hamdani Harahap, Hatta Ridho, Badaruddin Rangkuti, Fikarwin. Analysis of the Influence of Green Open Space (RTH) of Medan City Park in Improving the Quality of Life of the Community. Asian Journal of Management Analytics (AJMA), Vol. 5, No. 4, 2026, hlm. 809–824
DOI:

0 Komentar