Transformasi Digital BRIN Tingkatkan Kemampuan Inovasi Daerah Melalui Komunikasi Dua Arah dan Kepercayaan Lembaga

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Surabaya - Transformasi digital dalam layanan fasilitasi oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terbukti efektif meningkatkan kemampuan pengelolaan inovasi di pemerintah daerah melalui penerapan komunikasi simetris dua arah serta penguatan kepercayaan antarlembaga. Kesimpulan ini mengemuka dari hasil riset ilmiah yang dilakukan oleh peneliti Program Magister Manajemen S2 Distance Learning Sekolah Ekonomi dan Bisnis Telkom University, Reyza Pratama, Ratih Hendayani, dan Yuhana Astuti. Penelitian yang berlangsung pada bulan Juli 2026 ini memotret persepsi 152 pejabat pemerintah daerah di 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur untuk memahami bagaimana digitalisasi fasilitasi pusat dapat memperkuat ekosistem inovasi daerah.

Langkah mendasar dalam modernisasi sektor publik Indonesia telah diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) serta Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2021 yang mengamanatkan pembentukan BRIN. Dalam menjalankan fungsinya, BRIN bertindak sebagai perantara inovasi (innovation intermediary) yang mendampingi pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan riset, penyediaan data, pelatihan daring, hingga asistensi teknis. Namun, tantangan geografis serta perbedaan kapasitas administratif antar wilayah membuat penyediaan platform digital seperti webinar saja tidak serta-merta menjamin peningkatan kemampuan inovasi di daerah. Penelitian ini menjadi penting karena menjawab bagaimana infrastruktur teknologi harus dikombinasikan dengan interaksi yang berkualitas agar panduan riset nasional benar-benar dapat diterjemahkan menjadi program daerah yang konkret.

Menghubungkan Teknologi dan Dialog Interaktif

Secara rinci, para peneliti merancang studi kuantitatif eksplanatori berbasis survei cross-sectional untuk menguji hubungan antarvariabel. Responden penelitian terdiri dari pejabat strategis dan fungsional di Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), Bapperida/Bapperinda, Bappeda, serta unit pelaksana teknis lainnya yang terlibat langsung dalam kegiatan fasilitasi BRIN.

Data mentah yang terkumpul dianalisis menggunakan metode statistik Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Model penelitian ini secara matematis menguji dampak langsung dari transformasi digital fasilitasi terhadap kemampuan inovasi daerah, peran komunikasi simetris sebagai variabel pemediasi (penghubung), serta kepercayaan lembaga sebagai faktor penguat (moderator).

Temuan Utama Penelitian

Dari hasil olah data statistik dengan tingkat kepercayaan tinggi, riset ini menghasilkan beberapa temuan kunci:

  • Peningkatan Efisiensi dan Kemampuan Inovasi: Digitalisasi fasilitasi BRIN terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan pengelolaan inovasi di daerah. Teknologi digital mempermudah akses informasi, mempercepat koordinasi, dan menyediakan rekam jejak dokumen yang terintegrasi.
  • Kunci Utama pada Komunikasi Simetris: Transformasi digital memberikan pengaruh yang sangat dominan terhadap pembentukan komunikasi simetris dua arah. Artinya, peran utama teknologi digital adalah membuka ruang dialog interaktif, mempercepat tanggapan (feedback), serta memfasilitasi klarifikasi antara BRIN dan pejabat daerah.
  • Peran Mediasi Komunikasi: Komunikasi simetris terbukti memediasi sebagian (partial mediation) hubungan antara fasilitasi digital dan kemampuan inovasi daerah. Tanpa adanya diskusi interaktif dan pemahaman konteks lokal, materi fasilitasi digital sulit diubah menjadi tindakan nyata.
  • Dampak Langsung Kepercayaan Lembaga: Kepercayaan aparatur daerah terhadap kompetensi, integritas, dan komitmen BRIN memiliki pengaruh langsung yang sangat kuat dalam meningkatkan kemampuan inovasi. Meski pengujian statistik variabel interaksi tidak melampaui ambang batas signifikansi 5 persen, tingkat kepercayaan yang tinggi terbukti secara nyata memperkuat dampak tidak langsung fasilitasi terhadap kinerja daerah.

Implikasi Bagi Kebijakan Publik dan Pembangunan Daerah

Temuan ilmiah ini memberikan kontribusi nyata bagi tata kelola pemerintahan dan kebijakan publik di Indonesia. Bagi BRIN, hasil riset ini merekomendasikan agar fasilitasi digital tidak sekadar dikelola sebagai rangkaian acara secara terpisah, seperti webinar massal, melainkan disusun sebagai alur pelayanan terpadu. Setiap kegiatan daring perlu ditindaklanjuti dengan klinik konsultasi, saluran penanganan kendala yang terlacak (issue tracking), serta penetapan penanggung jawab (focal point) yang jelas di setiap wilayah.

Bagi pemerintah daerah, keterlibatan dalam program pendampingan BRIN perlu diandalkan melalui pelembagaan internal. Informasi dan rekomendasi yang diterima oleh pejabat daerah hendaknya segera diterjemahkan menjadi catatan kebijakan, agenda koordinasi lintas sektor, serta dokumen perencanaan daerah. Dengan demikian, pemanfaatan dokumentasi digital mampu menjaga memori organisasi meskipun terjadi rotasi atau perubahan personel di lingkungan pemerintah daerah.

Dalam pemaparannya, tim peneliti menekankan pentingnya integrasi antara saluran digital dan hubungan antarlembaga.

"Transformasi digital di sektor publik menciptakan nilai guna yang jauh lebih besar ketika teknologi tidak berjalan sendiri, melainkan dipadukan dengan komunikasi dialogis yang responsif, hubungan antarlembaga yang kredibel, serta mekanisme tindak lanjut yang dapat ditelusuri secara akurat," ungkap Reyza Pratama beserta tim peneliti dari Telkom University.

Profil Penulis

Penelitian ini disusun oleh tim peneliti dari Program Magister Manajemen Jarak Jauh (Distance Learning Master of Management Program), Sekolah Ekonomi dan Bisnis, Universitas Telkom (Telkom University), Bandung, Indonesia:

Reyza Pratama, S.E.: Peneliti Utama dan Mahasiswa Program Magister Manajemen Telkom University dengan fokus keahlian pada Manajemen Strategis, Transformasi Digital Sektor Publik, dan Sistem Inovasi Daerah. (Email Penulis Korespondensi: reyzapratamarp@student.telkomuniversity.ac.id).

Dr. Ratih Hendayani, S.T., M.M.: Dosen Peneliti dan Staf Pengajar Sekolah Ekonomi dan Bisnis Telkom University dengan kepakaran di bidang Manajemen Operasi, Sistem Informasi, dan Manajemen Pemasaran.

Dr. Yuhana Astuti, S.Si., M.M.: Dosen Peneliti dan Staf Pengajar Sekolah Ekonomi dan Bisnis Telkom University dengan fokus keahlian pada Manajemen Strategis, Tata Kelola Organisasi, dan Manajemen Inovasi.

Sumber Penelitian Utama:

Judul Artikel Jurnal: Digital Transformation in Intergovernmental Facilitation and Regional Innovation Capability: Examining Symmetrical Communication and Institutional Trust
Nama Jurnal: Indonesian Journal of Advanced Research (IJAR)
Tahun Publikasi: 2026 (Vol. 5, No. 9, Halaman 1629–1644)
DOI Resmi: https://doi.org/10.55927/ijar.v5i9.17138
URL Artikel: https://journal.formosapublisher.org/index.php/ijar

Posting Komentar

0 Komentar