Langkah mendasar dalam modernisasi sektor publik Indonesia telah diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) serta Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2021 yang mengamanatkan pembentukan BRIN
Menghubungkan Teknologi dan Dialog Interaktif
Secara rinci, para peneliti merancang studi kuantitatif eksplanatori berbasis survei cross-sectional untuk menguji hubungan antarvariabel
Data mentah yang terkumpul dianalisis menggunakan metode statistik Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS 4
Temuan Utama Penelitian
Dari hasil olah data statistik dengan tingkat kepercayaan tinggi, riset ini menghasilkan beberapa temuan kunci
- Peningkatan Efisiensi dan Kemampuan Inovasi: Digitalisasi fasilitasi BRIN terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan pengelolaan inovasi di daerah
. Teknologi digital mempermudah akses informasi, mempercepat koordinasi, dan menyediakan rekam jejak dokumen yang terintegrasi . - Kunci Utama pada Komunikasi Simetris: Transformasi digital memberikan pengaruh yang sangat dominan terhadap pembentukan komunikasi simetris dua arah
. Artinya, peran utama teknologi digital adalah membuka ruang dialog interaktif, mempercepat tanggapan (feedback), serta memfasilitasi klarifikasi antara BRIN dan pejabat daerah . - Peran Mediasi Komunikasi: Komunikasi simetris terbukti memediasi sebagian (partial mediation) hubungan antara fasilitasi digital dan kemampuan inovasi daerah
. Tanpa adanya diskusi interaktif dan pemahaman konteks lokal, materi fasilitasi digital sulit diubah menjadi tindakan nyata . - Dampak Langsung Kepercayaan Lembaga: Kepercayaan aparatur daerah terhadap kompetensi, integritas, dan komitmen BRIN memiliki pengaruh langsung yang sangat kuat dalam meningkatkan kemampuan inovasi
. Meski pengujian statistik variabel interaksi tidak melampaui ambang batas signifikansi 5 persen, tingkat kepercayaan yang tinggi terbukti secara nyata memperkuat dampak tidak langsung fasilitasi terhadap kinerja daerah .
Implikasi Bagi Kebijakan Publik dan Pembangunan Daerah
Temuan ilmiah ini memberikan kontribusi nyata bagi tata kelola pemerintahan dan kebijakan publik di Indonesia
Bagi pemerintah daerah, keterlibatan dalam program pendampingan BRIN perlu diandalkan melalui pelembagaan internal
Dalam pemaparannya, tim peneliti menekankan pentingnya integrasi antara saluran digital dan hubungan antarlembaga
"Transformasi digital di sektor publik menciptakan nilai guna yang jauh lebih besar ketika teknologi tidak berjalan sendiri, melainkan dipadukan dengan komunikasi dialogis yang responsif, hubungan antarlembaga yang kredibel, serta mekanisme tindak lanjut yang dapat ditelusuri secara akurat," ungkap Reyza Pratama beserta tim peneliti dari Telkom University
.
Profil Penulis
Penelitian ini disusun oleh tim peneliti dari Program Magister Manajemen Jarak Jauh (Distance Learning Master of Management Program), Sekolah Ekonomi dan Bisnis, Universitas Telkom (Telkom University), Bandung, Indonesia
Reyza Pratama, S.E.: Peneliti Utama dan Mahasiswa Program Magister Manajemen Telkom University dengan fokus keahlian pada Manajemen Strategis, Transformasi Digital Sektor Publik, dan Sistem Inovasi Daerah
Dr. Ratih Hendayani, S.T., M.M.: Dosen Peneliti dan Staf Pengajar Sekolah Ekonomi dan Bisnis Telkom University dengan kepakaran di bidang Manajemen Operasi, Sistem Informasi, dan Manajemen Pemasaran
Sumber Penelitian Utama:
Judul Artikel Jurnal: Digital Transformation in Intergovernmental Facilitation and Regional Innovation Capability: Examining Symmetrical Communication and Institutional Trust
Nama Jurnal: Indonesian Journal of Advanced Research (IJAR)
Tahun Publikasi: 2026 (Vol. 5, No. 9, Halaman 1629–1644)
DOI Resmi:
URL Artikel:
0 Komentar