Keberadaan aturan hukum yang lengkap tidak secara otomatis menjamin perbaikan kualitas air dan udara secara berkelanjutan
Latar belakang penelitian ini berakar dari fakta bahwa kontaminasi air serta polusi udara—khususnya partikel halus PM2.5—merupakan ancaman serius bagi kesehatan publik, pemicu penyakit kardiovaskular, hingga penurunan produktivitas ekonomi
Untuk memahami ketidaksesuaian antara aturan normatif dan kondisi di lapangan, penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka kualitatif yang tematis, terarah, dan iteratif
Berdasarkan analisis tersebut, penelitian ini merangkum lima temuan utama mengenai alasan kegagalan implementasi regulasi tunggal serta solusinya
- Kapasitas Pengawasan dan Penegakan Hukum: Keterbatasan jumlah staf pengawas, anggaran, laboratorium terakreditasi, dan mekanisme sanksi administratif yang konsisten membuat pelanggaran sering kali tidak terdeteksi
. - Fragmentasi Kewenangan: Polusi air dan udara bergerak melintasi batas administratif wilayah
. Tanpa koordinasi lintas daerah dan antar-instansi, program lingkungan sering kali tumpang tindih atau berjalan sendiri-sendiri . - Keandalan Infrastruktur Data dan Teknologi: Penggunaan sensor murah (low-cost sensors) atau sistem Internet of Things (IoT) membutuhkan kalibrasi berkesinambungan dan integrasi dengan stasiun acuan resmi agar datanya sah secara legal
. - Biaya Operasional dan Pemeliharaan (O&M): Banyak teknologi pengolahan air limbah gagal berfungsi jangka panjang karena pembuat kebijakan hanya memikirkan investasi awal tanpa skema pendanaan operasional rutin
. - Partisipasi Masyarakat dan Perubahan Perilaku: Pengawasan sosial melalui keterbukaan data dan saluran pengaduan publik yang responsif sangat mendesak untuk memperkuat kepatuhan industri maupun rumah tangga
.
Implikasi dari penelitian ini sangat signifikan bagi dunia usaha, pendidikan, dan penyusunan kebijakan publik
"Efektivitas kebijakan lingkungan hendaknya dinilai dari perubahan nyata pada kualitas air, udara, dan penurunan risiko kesehatan, bukan sekadar dari keberadaan aturan atau banyaknya program yang diluncurkan," papar Loso Judijanto dari IPOSS Jakarta dalam analisisnya
Profil Peneliti
- Nama Lengkap: Loso Judijanto
- Afiliasi Institusi: IPOSS Jakarta, Indonesia
- Bidang Keahlian: Tata Kelola Lingkungan, Kebijakan Publik, dan Pembangunan Berkelanjutan
.
Sumber Penelitian
- Judul Artikel: Beyond Regulation: Integrated Governance for Effective and Sustainable Water and Air Quality Improvement
- Nama Jurnal: Multitech Journal of Science and Technology (MJST)
- Tahun Publikasi: 2026
- DOI:
https://doi.org/10.59890/mjst.v3i8.311 - URL Resmi:
https://slamultitechpublisher.my.id/index.php/mjst/index
0 Komentar