Profitabilitas Kuatkan Pengaruh Transparansi Karbon terhadap Nilai Perusahaan Sektor Konsumer Non-Siklikal di Indonesia

Ilustrasi by AI

Kajian mendalam mengenai faktor penentu pengungkapan emisi karbon serta dampaknya terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel pemoderasi telah diselesaikan oleh Kurniawati dan Maureen Aurelia dari Universitas Bunda Mulia, Tangerang. Penelitian yang diterbitkan pada tahun 2026 ini menjadi krusial di tengah meningkatnya tekanan perubahan iklim global dan komitmen emiten terhadap keberlanjutan, di mana transparansi lingkungan kini menjadi sorotan utama pelaku pasar modal.

Isu perubahan iklim akibat emisi gas rumah kaca telah mendorong regulator di Indonesia memberlakukan kewajiban pelaporan keberlanjutan melalui POJK No. 51/POJK.03/2017. Kendati demikian, perincian pengungkapan emisi karbon di tanah air sebagian besar masih bersifat sukarela. Kondisi ini memicu variasi praktik pengungkapan di kalangan emiten serta temuan riset terdahulu yang kerap menunjukkan hasil beragam terkait hubungan langsung antara transparansi karbon dan nilai perusahaan.

Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap perusahaan sektor non-siklikal yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2024. Melalui seleksi data yang ketat, terkumpul sebanyak 97 observasi dari 26 perusahaan yang kemudian dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda dan analisis regresi moderasi via program statistik.

Hasil analisis data menunjukkan beberapa temuan penting berikut:

  • Ukuran perusahaan terbukti menjadi satu-satunya faktor penentu yang signifikan terhadap tingkat pengungkapan emisi karbon, di mana perusahaan berskala besar cenderung lebih transparan akibat tingginya sorotan publik dan pemangku kepentingan.
  • Variabel tingkat utang (leverage) serta penerapan Sistem Manajemen Lingkungan (EMS) seperti sertifikasi ISO 14001 tidak berpengaruh secara signifikan terhadap luasnya pengungkapan emisi karbon.
  • Pengungkapan emisi karbon tidak secara otomatis mendongkrak nilai perusahaan, melainkan profitabilitas terbukti secara signifikan memperkuat dampak positif pengungkapan tersebut terhadap nilai pasar perusahaan.

Menurut Kurniawati dan Maureen Aurelia dari Universitas Bunda Mulia, pasar memberikan apresiasi tinggi terhadap transparansi lingkungan apabila emiten mampu membuktikan kinerja keuangan yang kuat. Implikasi praktis dari riset ini mengarahkan manajemen perusahaan untuk menyelaraskan pelaporan keberlanjutan dengan performa finansial guna mendongkrak nilai jangka panjang. Selain itu, regulator didorong untuk memperkuat standardisasi kerangka pelaporan karbon, sementara investor disarankan untuk mengevaluasi transparansi lingkungan secara komprehensif berdampingan dengan indikator profitabilitas.

Profil Penulis:

Kurniawati dan Maureen Aurelia merupakan akademisi dan peneliti dari Universitas Bunda Mulia, Tangerang, Indonesia, yang memiliki kepakaran di bidang akuntansi keuangan, tata kelola perusahaan, serta pelaporan keberlanjutan dan emisi karbon.

Sumber Penelitian:

Kurniawati, & Aurelia, M. (2026). Determinant of Carbon Emission Disclosure and its Impact on Firm Value: Moderating Role of Profitability. Indonesian Journal of Business Analytics (IJBA), 6(4), 815–834. DOI: https://doi.org/10.55927/ijba.v6i4.16874

Posting Komentar

0 Komentar