Praktik Pengasuhan Orang Tua dalam Membangun Kemandirian Anak Usia 5-6 Tahun di Mataram

Ilustrasi by AI

Penelitian mengenai praktik pengasuhan orang tua dalam mengembangkan kemandirian anak usia 5-6 tahun di Kelurahan Mandalika, Kota Mataram, dilakukan oleh Siti Zaenab dari IAHN Gde Pudja Mataram. Hasil penelitian ini menjadi sangat penting untuk memahami bagaimana lingkungan keluarga dan pola bimbingan yang konsisten dapat membentuk kemandirian, kepercayaan diri, serta kedisiplinan anak sejak usia dini guna mencegah gangguan psikologis berupa ketergantungan berlebihan (dependency).

Masa usia dini merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan komprehensif anak yang membutuhkan dukungan lingkungan fisik, sosial, dan emosional. Kemandirian anak usia 5-6 tahun tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan terbentuk melalui kebiasaan dan pengalaman nyata di dalam lingkungan keluarga. Peran orang tua dalam memberikan aturan, ruang kebebasan yang seimbang, bimbingan, serta tanggung jawab sederhana sangat menentukan keberhasilan anak dalam menyelesaikan tugas-tugas perkembangannya.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif untuk menggali kondisi nyata di dalam lingkungan keluarga. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yakni para orang tua yang memiliki anak berusia 5-6 tahun dan tinggal di Kelurahan Mandalika, Kota Mataram. Pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara mendalam, observasi perilaku anak, serta studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan beberapa temuan utama terkait praktik pengasuhan dan bentuk kemandirian anak:

  • Pengasuhan orang tua diterapkan melalui pembiasaan aktivitas harian secara konsisten, seperti membiasakan anak makan sendiri, merapikan mainan, dan menyimpan barang-barang pribadi.
  • Orang tua memberikan ruang dan kesempatan bagi anak untuk mencoba melakukan berbagai hal sendiri sebelum memberikan bantuan atau mengambil alih tugas anak.
  • Pemberian tanggung jawab sederhana disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak agar mereka memahami konsekuensi serta kewajiban atas aktivitas yang dilakukan.
  • Bentuk kemandirian anak usia 5-6 tahun terlihat nyata dalam aktivitas sehari-hari, seperti memakai sepatu, mandi sendiri, menggunakan kamar mandi secara mandiri, dan mengenakan pakaian tanpa bantuan penuh.

Penerapan pola pengasuhan yang konsisten dan disesuaikan dengan tahapan tumbuh kembang anak memberikan dampak positif yang luas bagi dunia pendidikan anak usia dini dan keluarga. Siti Zaenab dari IAHN Gde Pudja Mataram menegaskan bahwa bimbingan orang tua yang tepat—sejalan dengan konsep Zone of Proximal Development—memungkinkan anak untuk belajar menyelesaikan tugas dan bertanggung jawab atas aktivitas mereka, sehingga anak memiliki kesiapan fisik, sosial, dan emosional yang matang di masa depan.

Profil Penulis:

  • Siti Zaenab adalah akademisi dan peneliti dari IAHN Gde Pudja Mataram dengan bidang keahlian di bidang pendidikan anak usia dini dan perkembangan psikologi anak.

Sumber Penelitian:

  • Judul Artikel: Parenting Practices in Developing Independence in Children Aged 5-6 Years in Mandalika Village, Mataram City
  • Nama Jurnal: Contemporary Journal of Applied Sciences (CJAS), Vol. 4, No. 8 Agustus 2026
  • DOI: https://doi.org/10.55927/cjas.v4i8.229

Posting Komentar

0 Komentar