Polmed Perkuat Program Makan Bergizi Gratis Berbasis Maqashid Syariah di Yayasan An Nahlu Kisaran

Gambar: Kegiatan Polmed Perkuat Program Makan Bergizi Gratis Berbasis Maqashid Syariah di Yayasan An Nahlu Kisaran
KISARAN – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Medan (Polmed) melaksanakan pendampingan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis maqashid syariah di Yayasan An Nahlu Kisaran, Jalan Syech Ismail I Nomor 43, Kelurahan Teladan, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim dosen Polmed yang terdiri atas Ahmad Kholil, Amrin, Syarifuddin H.Z. Nasution, Nurlinda, dan Sabarita Tarigan. Sejumlah mahasiswa turut mendukung pelaksanaan kegiatan melalui fasilitasi, koordinasi, dan dokumentasi.
Pendampingan ini bertujuan memperkuat pelaksanaan MBG agar tidak hanya dipandang sebagai kegiatan pembagian makanan, tetapi juga menjadi media pendidikan kesehatan, pembentukan karakter Islami, dan pembiasaan konsumsi yang bertanggung jawab. Program melibatkan pimpinan yayasan, guru, tenaga kependidikan, dan tim pengabdian dalam suasana edukatif, partisipatif, dan religius.

Materi kegiatan mencakup gizi seimbang, makanan halal dan thayyib, kebersihan, keamanan pangan, larangan berlebih-lebihan, serta hubungan antara makanan bergizi dan kesiapan belajar. Peserta juga diperkenalkan dengan prinsip perlindungan jiwa (hifz al-nafs) dan perlindungan akal (hifz al-aql) dalam kerangka maqashid syariah.
Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa makanan tidak cukup hanya berstatus halal, tetapi juga harus bersih, aman, bergizi, bermanfaat, dan dikonsumsi dalam jumlah yang seimbang. Kesehatan dipahami sebagai amanah yang harus dijaga, sedangkan perilaku tidak menyisakan atau membuang-buang makanan menjadi bagian dari penerapan nilai kemaslahatan.
Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan partisipatif, dialog, pembahasan contoh konsumsi sehari-hari, refleksi bersama, serta penyerahan sarana pendukung pembelajaran. Penggunaan contoh makanan dan jajanan yang dekat dengan kehidupan siswa membuat konsep gizi dan maqashid syariah lebih mudah dipahami serta diterapkan dalam lingkungan sekolah dan keluarga.

Hasil evaluasi deskriptif menunjukkan adanya penguatan pemahaman peserta. Peserta semakin mampu menghubungkan gizi dengan kesehatan dan kesiapan belajar, menjelaskan makna halal dan thayyib, memahami pentingnya kebersihan dan keamanan pangan, serta menempatkan konsumsi secukupnya sebagai bagian dari perilaku Islami.
Respons positif juga ditunjukkan melalui keterlibatan aktif peserta dalam sesi dialog dan pembahasan kasus. Pihak Yayasan An Nahlu mendukung proses edukasi, menerima sarana pembelajaran, dan menyatakan kesiapan untuk melanjutkan penguatan pesan mengenai konsumsi sehat melalui peran guru dan kegiatan pembinaan sekolah.
Keberlanjutan program akan diarahkan pada pengulangan pesan halal-thayyib, pemantauan sederhana terhadap kebiasaan jajan dan kebersihan siswa, serta refleksi berkala bersama pengelola MBG. Dengan langkah tersebut, pendidikan kesehatan dapat terintegrasi dalam kegiatan sekolah tanpa memerlukan pembentukan struktur baru yang kompleks.

Program ini menjadi wujud nyata kontribusi Polmed dalam mendukung peningkatan kesehatan dan kualitas pendidikan masyarakat. Integrasi edukasi gizi dengan nilai maqashid syariah diharapkan mampu menjadikan MBG sebagai sarana membentuk generasi yang sehat, cerdas, berkarakter Islami, dan memiliki kesadaran untuk mengonsumsi makanan secara bertanggung jawab.
Kegiatan PKM ini didukung melalui pendanaan DIPA Politeknik Negeri Medan Tahun 2026 dan Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Medan. Sinergi antara perguruan tinggi dan Yayasan An Nahlu Kisaran tersebut sekaligus mendukung SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta SDG 4 tentang pendidikan berkualitas.    

Posting Komentar

0 Komentar