Polmed Perkuat Program Makan Bergizi Gratis Berbasis Nilai Ekonomi Syariah di Batu Bara


Gambar: Kegiatan Polmed Perkuat Program Makan Bergizi Gratis Berbasis Nilai Ekonomi Syariah di Batu Bara

BATUBARA – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Medan (Polmed) melaksanakan kegiatan pemberdayaan sekolah melalui penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis nilai-nilai Hukum Ekonomi Syariah di SMP Swasta Daerah Sei Bejangkar, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Rabu (26/8/2026).

Tim PKM Polmed terdiri atas Amrin, Janeska Widia, Jasa Ginting, Yessi Kurnia A. Manik, dan Benhur Pakpahan. Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa dalam membantu koordinasi, pengumpulan data, fasilitasi kegiatan, dan dokumentasi. Dukungan aktif dari pimpinan sekolah, guru, serta tenaga kependidikan turut menciptakan suasana edukasi yang partisipatif dan kondusif.

Program ini bertujuan memperkuat pelaksanaan MBG agar tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan pemberian makanan, tetapi juga menjadi media pendidikan kesehatan, pembentukan karakter, dan pembiasaan konsumsi yang bertanggung jawab. Materi yang diberikan mencakup gizi seimbang, pentingnya sarapan, kebersihan dan keamanan makanan, pemahaman label pangan, serta prinsip halal dan thayyib.

Melalui pendekatan Hukum Ekonomi Syariah, peserta diajak memahami bahwa makanan tidak cukup hanya berstatus halal, tetapi juga harus thayyib, yaitu baik, bersih, aman, bergizi, dan memberikan manfaat bagi tubuh. Edukasi tersebut juga menanamkan nilai keseimbangan, kepedulian terhadap kesehatan, serta perilaku tidak berlebihan dan tidak melakukan pemborosan makanan.

Kegiatan dilaksanakan melalui pemaparan materi, dialog interaktif, pembahasan kasus konsumsi sehari-hari, dan refleksi terhadap pelaksanaan MBG di lingkungan sekolah. Pendekatan yang komunikatif membuat peserta lebih mudah menghubungkan konsep halal dan thayyib dengan kebiasaan memilih makanan, menjaga kebersihan, memperhatikan kandungan gizi, dan mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan.

Hasil evaluasi deskriptif menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta pada seluruh indikator utama. Peserta semakin mampu mengaitkan gizi dengan kesehatan dan kesiapan belajar, memahami perbedaan serta hubungan antara halal dan thayyib, mengenali ciri makanan yang lebih sehat, dan menyadari pentingnya mengambil makanan dalam porsi secukupnya agar tidak mubazir.

Keterlibatan guru menjadi salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan kegiatan. Guru tidak hanya mendampingi peserta, tetapi juga ikut mengidentifikasi kebiasaan konsumsi siswa yang perlu diperbaiki serta menyepakati langkah penguatan setelah kegiatan berakhir. Peran tersebut diharapkan dapat memastikan pesan mengenai konsumsi sehat dan Islami terus diterapkan dalam pembinaan siswa sehari-hari.

Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah berkomitmen memanfaatkan media edukasi, mengulang pesan kesehatan dalam berbagai kegiatan sekolah, serta melakukan pemantauan sederhana terhadap kebiasaan konsumsi siswa. Beberapa aspek yang dapat diamati antara lain kebiasaan sarapan, konsumsi jajanan tinggi gula, keteraturan mencuci tangan, kemampuan memilih makanan sehat, dan pemahaman siswa mengenai prinsip halal-thayyib.

Program ini juga membuka peluang penguatan ekonomi masyarakat apabila rantai pasok MBG ke depan melibatkan pelaku usaha pangan lokal secara transparan, adil, dan bertanggung jawab. Keterlibatan usaha lokal yang memenuhi standar halal, kebersihan, keamanan, dan kualitas gizi dapat memperkuat manfaat MBG bagi sekolah sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi di sekitar wilayah Sei Bejangkar.

Pelaksanaan PKM ini didukung melalui pendanaan DIPA Politeknik Negeri Medan Tahun 2026 dan Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Medan. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah tersebut diharapkan menjadi model penguatan MBG yang berkelanjutan serta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta SDG 4 tentang pendidikan berkualitas.

 


Posting Komentar

0 Komentar