MERAK – Penggunaan Sistem Identifikasi Otomatis (Automatic Identification System atau AIS) pada operasional Pelayanan Lalu Lintas Kapal (Vessel Traffic Service atau VTS) di perairan Selat Sunda menjadi benteng utama dalam mencegah bahaya tabrakan kapal. Sebuah studi ilmiah terbaru pada tahun 2026 yang dilakukan oleh Rob Danang Priatmaja, Syairi Anwar, Nursyamsu, dan Yollanda Octavitri dari Politeknik Pelayaran Banten mengukur penilaian praktisi maritim terhadap efektivitas sistem navigasi AIS di Pelabuhan Merak. Penelitian ini menjadi sangat penting karena berhasil mengidentifikasi adanya kecenderungan di mana tingkat ketergantungan operasional praktisi pada sistem navigasi ternyata berjalan lebih cepat daripada tingkat pemahaman mendalam mereka terhadap cara kerja dan keterbatasan teknis sistem tersebut.
Selat Sunda merupakan salah satu jalur pelayaran tersebit dan tersibuk di Indonesia yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Laut Jawa, sekaligus melayani penyeberangan intensif antara Merak dan Bakauheni. Kepadatan arus lalu lintas kapal serta tingginya risiko kecelakaan mendorong diterapkannya Skema Pemisahan Lalu Lintas (Traffic Separation Scheme). Dalam ekosistem ini, keberadaan AIS bertindak sebagai sumber data utama yang memancarkan identitas, posisi, arah, dan kecepatan kapal secara langsung kepada operator VTS di darat maupun perwira navigasi di atas kapal.
Untuk mengukur persepsi dan tingkat pemahaman para praktisi, para peneliti menggunakan metode survei kuantitatif deskriptif terhadap 60 responden yang terdiri dari operator VTS Merak, kru kapal, dan perwira navigasi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima tingkat yang mencakup empat aspek utama, yaitu pemahaman fungsi sistem, pelaksanaan operasional, efektivitas keselamatan, serta kebutuhan pengembangan sistem. Pengumpulan data survei ini juga dilengkapi dengan wawancara serta pengamatan terbatas di lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh aspek yang diukur mendapatkan penilaian positif dengan rerata di atas angka empat. Aspek efektivitas keselamatan mendapatkan skor tertinggi sebesar 4,32, disusul oleh persepsi kebutuhan pengembangan sistem sebesar 4,28, dan pelaksanaan operasional VTS sebesar 4,18. Namun, aspek pemahaman terhadap fungsi dan keterbatasan teknis AIS mencatatkan skor terendah yakni 4,06.
Kesenjangan sebesar 0,26 poin antara manfaat operasional dan tingkat pemahaman teknis ini menegaskan fenomena ketergantungan melampaui pemahaman. Praktisi sangat mengandalkan AIS untuk mempercepat pengambilan keputusan keselamatan, tetapi tidak semua pengguna memahami bahwa data AIS dapat mengalami gangguan sinyal, kesalahan penginputan data manual, atau manipulasi informasi. Selain itu, para praktisi menyampaikan pentingnya integrasi teknologi AIS berbasis satelit untuk mengatasi area tak terjangkau sinyal darat, serta mendesak diperbanyaknya pelatihan teknis berkala.
Implikasi dari temuan ini sangat berharga bagi peningkatan keselamatan maritim, manajemen pelabuhan, dan kebijakan pendidikan vokasi pelayaran. Penelitian ini membuktikan bahwa pengadaan teknologi navigasi canggih harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas SDM yang mamahami batas-batas keandalan alat. Pihak otoritas pelayaran direkomendasikan untuk memperbarui program pelatihan VTS yang berfokus pada mitigasi risiko kegagalan sistem, menjaga keandalan stasiun pemancar darat, serta mengintegrasikan data satelit untuk menjamin keselamatan pelayaran di Selat Sunda.
Penelitian ini dilakukan oleh Rob Danang Priatmaja, Syairi Anwar, Nursyamsu, dan Yollanda Octavitri yang terafiliasi dengan Politeknik Pelayaran Banten.
Profil Penulis:
Rob Danang Priatmaja, Syairi Anwar, Nursyamsu, Yollanda Octavitri (Politeknik Pelayaran Banten)
Sumber Penelitian:
Judul Artikel: Reliance Ahead of Understanding: Practitioner Assessment of AIS Effectiveness in Vessel Traffic Service Operations at Merak, Sunda Strait
Jurnal: International Journal of Scientific Multidisciplinary Research (IJSMR), Vol. 4, No. 9, 2026, hal. 2127-2142
DOI: https://doi.org/10.55927/ijsmr.v4i9.154
Link Jurnal: https://journalijsmr.my.id/index.php/ijsmr
0 Komentar