Pengaruh Sistem Penghargaan dan Keterlibatan Karyawan terhadap Kinerja Karyawan melalui Kepuasan Kerja sebagai Variabel Intervening di Hotel MBS Medan

Gambar Ilustrasi AI

Sistem Penghargaan dan Keterikatan Kerja Terbukti Meningkatkan Kinerja Karyawan Hotel Melalui Kepuasan Kerja

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa penerapan sistem penghargaan yang adil dan tingkat keterikatan kerja yang tinggi secara signifikan meningkatkan kinerja karyawan di industri perhotelan melalui peran perantara kepuasan kerja. Studi kuantitatif ini dilakukan oleh Nina Nurmaya Sitorus, Prof. Dr. Ritha F. Dalimunthe, dan Dr. Elisabet Siahaan dari Universitas Sumatera Utara dan diterbitkan pada Juni 2026. Temuan ini menjadi sangat krusial karena industri perhotelan sangat bergantung pada kualitas layanan langsung dan efisiensi operasional tenaga kerja.

Latar Belakang dan Relevansi

Manajemen sumber daya manusia di sektor jasa perhotelan menghadapi tantangan besar dalam menjaga konsistensi mutu pelayanan dan ketepatan waktu kerja. Di MBS Hotel Medan, observasi awal menunjukkan bahwa kinerja karyawan belum optimal, ditandai dengan variasi kualitas layanan dan kurangnya pemenuhan standar operasional. Di sisi lain, pembagian insentif yang dinilai kurang transparan serta keterikatan emosional karyawan yang masih rendah menjadi pemicu menurunnya efektivitas kerja. Memahami hubungan antara sistem penghargaan, keterikatan kerja, kepuasan kerja, dan kinerja menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing bisnis perhotelan.

Metodologi Penelitian

Para peneliti dari Universitas Sumatera Utara menggunakan pendekatan kuantitatif kausal dengan teknik sampel jenuh (sensus). Penelitian yang berlangsung dari Desember 2025 hingga Juni 2026 ini melibatkan seluruh populasi karyawan MBS Hotel Medan yang berjumlah 84 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berskala Likert 1–5 yang mengukur variabel sistem penghargaan, keterikatan kerja, kepuasan kerja, dan kinerja karyawan. Analisis data diolah menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS versi 4.

Temuan Utama Penelitian

Hasil analisis data menunjukkan bahwa kepuasan kerja memegang peran vital sebagai variabel mediasi parsial yang menghubungkan sistem penghargaan dan keterikatan kerja dengan kinerja akhir karyawan:

  • Pengaruh Sistem Penghargaan: Sistem penghargaan terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja (koefisien jalur 0,503; t-statistic 5,822) serta terhadap kinerja karyawan secara langsung (koefisien jalur 0,350; t-statistic 4,214).
  • Pengaruh Keterikatan Kerja: Keterikatan kerja berorientasi positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja (koefisien jalur 0,328; t-statistic 3,521) dan kinerja karyawan secara langsung (koefisien jalur 0,175; t-statistic 2,587).
  • Dampak Kepuasan Kerja: Kepuasan kerja memberikan pengaruh paling dominan terhadap kinerja karyawan dengan koefisien jalur sebesar 0,498 dan nilai f-square 0,575.
  • Peran Mediasi: Kepuasan kerja secara signifikan memediasi pengaruh sistem penghargaan terhadap kinerja karyawan (koefisien tidak langsung 0,250; p-value 0,000) dan pengaruh keterikatan kerja terhadap kinerja karyawan (koefisien tidak langsung 0,163; p-value 0,005).
  • Kekuatan Model: Kombinasi sistem penghargaan, keterikatan kerja, dan kepuasan kerja mampu menjelaskan 79,5% variansi kinerja karyawan (R-Square = 0,795).

Implikasi dan Dampak Nyata

Studi ini memberikan arah kebijakan yang jelas bagi praktisi manajemen sumber daya manusia dan pemilik bisnis perhotelan. Pemberian bonus, insentif, dan pengakuan formal yang transparan tidak hanya menaikkan kepuasan kerja, tetapi juga mendorong produktivitas dan tanggung jawab staf secara langsung. Selain itu, peningkatan keterikatan kerja—seperti menciptakan lingkungan kerja yang suportif dan komunikasi yang inklusif—sangat diperlukan untuk menjaga konsistensi mutu pelayanan.

Menjelaskan pentingnya rasa dihargai dan kepuasan kerja dalam mendorong efektivitas organisasi, tim peneliti menekankan keterkaitan antarvariabel tersebut. "Sistem penghargaan dan keterikatan kerja menjadi jauh lebih efektif dalam meningkatkan kinerja karyawan ketika manajemen berhasil menciptakan rasa puas dan dihargai di lingkungan kerja," ungkap Nina Nurmaya Sitorus bersama Ritha F. Dalimunthe dan Elisabet Siahaan dari Universitas Sumatera Utara.

Profil Penulis

  1. Nina Nurmaya Sitorus, S.E., M.M.: Peneliti utama dan Magister Manajemen dari Universitas Sumatera Utara dengan keahlian di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia dan Perilaku Organisasi.
  2. Prof. Dr. Ritha F. Dalimunthe, S.E., M.Si.: Guru Besar dan dosen senior di Universitas Sumatera Utara dengan kepakarannya dalam bidang Manajemen Strategis, Kewirausahaan, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.
  3. Dr. Elisabet Siahaan, S.E., M.Ec.: Dosen dan peneliti di Universitas Sumatera Utara yang berfokus pada bidang Ekonomi Ketenagakerjaan dan Manajemen Operasional Sumber Daya Manusia.

Informasi Sumber Penelitian

Posting Komentar

0 Komentar