Pelaporan ESG dan Prospek Investasi Berdampak Beda pada Nilai Bank BUMN dan Swasta
Pasar modal Indonesia menunjukkan respons yang bertolak belakang terhadap keterbukaan informasi Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) antara bank milik negara (BUMN) dan bank swasta
Tekanan persaingan global dan era Industri 4.0 menuntut sektor perbankan untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan demi menjaga stabilitas sistem keuangan
Untuk menjawab tantangan ini, para peneliti memanfaatkan data panel dan pemodelan regresi Estimated Generalized Least Squares (EGLS) menggunakan perangkat lunak EViews 13
Hasil pengujian hipotesis mengidentifikasi beberapa temuan utama berikut
- Pengungkapan ESG Berdampak Ganda: Pada bank BUMN, setiap peningkatan pengungkapan ESG direspons negatif oleh pasar dengan penurunan nilai perusahaan sebesar 29,03% (koefisien -0,2903)
. Sebaliknya, pada bank swasta, pengungkapan ESG berdampak positif kuat terhadap nilai perusahaan (koefisien 4,1704) . - Set Kesempatan Investasi (IOS) Konsisten Positif: Peningkatan IOS secara konsisten mendorong kenaikan nilai perusahaan, baik pada bank BUMN (koefisien 0,8436) maupun bank swasta (koefisien 0,7187)
. - Ukuran Dewan Direksi Tidak Memoderasi ESG: Jumlah anggota Dewan Direksi tidak membuktikan pengaruh signifikan dalam memoderasi hubungan antara pengungkapan ESG dan nilai perusahaan pada kedua kelompok bank
. - Dampak Ganda Moderasi Direksi pada IOS: Ukuran Dewan Direksi yang lebih besar secara signifikan memperkuat pengaruh positif IOS terhadap nilai bank BUMN (koefisien moderasi positif 0,2503)
. Sebaliknya, pada bank swasta, ukuran direksi yang semakin besar justru memperlemah dampak positif IOS terhadap nilai perusahaan (koefisien moderasi negatif -0,1812) . - NPL Menggerus Nilai: Kredit bermasalah secara signifikan menurunkan nilai perusahaan pada kedua jenis bank
.
Secara implikasi, penelitian ini menunjukkan bahwa bagi bank BUMN, pelaporan ESG dalam jumlah besar sering dipandang investor sebagai beban biaya operasional dan potensi risiko greenwashing yang menggeser fokus utama profitabilitas jangka pendek
Profil Penulis
- Muhammad Haffiz Asshiddiq, S.E.: Peneliti utama dan Mahasiswa Magister Ilmu Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sumatera Utara, dengan fokus keahlian pada Manajemen Keuangan, Tata Kelola Perusahaan (GCG), dan Keuangan Berkelanjutan (ESG)
. - Prof. Dr. Isfenti Sadalia, SE., ME.: Dosen Pembimbing dan Guru Besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sumatera Utara, berpengalaman luas dalam bidang Pasar Modal, Manajemen Risiko, dan Keuangan Perilaku
. - Prof. Dr. Syahyunan, SE., M.Si.: Dosen Pembimbing dan Akademisi Senior di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sumatera Utara, pakar dalam Manajemen Keuangan Perusahaan dan Evaluasi Kinerja Bisnis
.
Sumber Penelitian
- Judul Artikel: The Influence of Environmental, Social, Governance Disclosure and Investment Opportunity Set on Company Value Moderated by Good Governance in the Banking Industry in Indonesia
- Jurnal: Indonesian Journal of Economic & Management Sciences (IJEMS), Vol. 4, No. 3, 2026, Halaman 1583–1608
- Tahun Publikasi: 2026
- DOI:
https://doi.org/10.55927/ijems.v4i3.74 - URL Resmi:
https://journalijems.my.id/index.php/ijems/index

0 Komentar