Pertumbuhan Ekonomi Daerah Banten Berisiko Memperlemah Pengawasan Keuangan Daerah Jika Tak Diimbangi Tata Kelola Memadai
Pertumbuhan ekonomi daerah yang pesat rupanya tidak selalu berbanding lurus dengan perbaikan pengawasan keuangan di tingkat pemerintah kabupaten dan kota
Latar belakang penelitian ini berakar dari maraknya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait ketidakpatuhan, kelalaian penatausahaan aset, dan kelemahan pengendalian keuangan di berbagai pemerintah daerah
Untuk menguji fenomena tersebut, para peneliti menerapkan metode kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder periode 2014–2023
Berdasarkan pengolahan data tersebut, temuan utama penelitian ini menunjukkan beberapa poin penting
- Pendapatan Asli Daerah (PAD): Peningkatan PAD berpengaruh positif terhadap kelemahan pengendalian internal melalui pertumbuhan ekonomi
. Lonjakan pendapatan daerah yang mendorong aktivitas ekonomi memperbesar volume transaksi keuangan, yang apabila tidak disertai pengawasan ketat, justru membuka celah kecurangan . - Ukuran Pemerintah Daerah (Total Aset): Besarnya aset daerah terbukti berpengaruh langsung terhadap peningkatan kelemahan pengendalian internal
. Makin kompleks aset yang dikelola, makin tinggi pula potensi kendala dalam penatausahaan, seperti pencatatan aset tetap yang kurang memadai . - Belanja Modal: Alokasi belanja modal tidak berdampak secara langsung, melainkan bekerja secara tidak langsung
. Peningkatan belanja modal mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi pesatnya ekspansi proyek publik ini memperbesar risiko kelemahan tata kelola bila kapasitas pengawasan tidak ditingkatkan . - Belanja Bantuan Sosial (Bansos): Penyaluran bantuan sosial yang besar terbukti meningkatkan risiko kelemahan pengawasan, baik secara langsung maupun tidak langsung
. Walau bansos mendongkrak daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi, tata kelola yang tidak transparan rentan memicu moral hazard . - Pertumbuhan Ekonomi: Pertumbuhan ekonomi daerah secara mandiri berpengaruh positif dan signifikan terhadap kelemahan sistem pengendalian internal
. Menguatnya ekonomi meningkatkan tekanan birokrasi dan kompleksitas pengelolaan anggaran .
Implikasi dari temuan ini sangat relevan bagi pembuat kebijakan dan dunia pemerintahan
Penulis merangkum pandangan akademis mereka dengan menekankan pentingnya keselarasan pengawasan:
"Peningkatan aktivitas ekonomi suatu daerah yang tidak diiringi dengan peningkatan kapasitas sistem pengawasan dan pengendalian internal justru dapat memperbesar risiko kelemahan tata kelola keuangan pemerintah daerah."
Profil Penulis
- Andini Ismayanti, S.E. – Peneliti utama dari Magister Akuntansi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), dengan fokus keahlian pada akuntansi sektor publik dan pengawasan keuangan daerah
. - Dr. Agus Ismaya Hasanudin, S.E., M.Si. – Dosen dan peneliti di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), ahli di bidang manajemen keuangan dan akuntansi
. - Dr. Tri Lestari, S.E., M.Si. – Dosen dan peneliti di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), berfokus pada tata kelola sektor publik dan akuntansi pemerintahan
.
Sumber Penelitian
- Judul Artikel: The Effect of Local Own-Source Revenue, Local Government Size, Capital Expenditure, and Social Assistance Expenditure on Internal Control Weaknesses: The Mediating Role of Economic Growth
- Nama Jurnal: Indonesian Journal of Economic & Management Sciences (IJEMS), Vol. 4, No. 4, Tahun 2026, Halaman 1693–1716
- DOI / Link Resmi:
https://journalijems.my.id/index.php/ijems/indexhttps://doi.org/10.55927/ijems.v4i4.81/

0 Komentar