Profitabilitas Kunci Utama Nilai Perusahaan Sektor Bahan Baku di Bursa Efek Indonesia
Kinerja keuangan pada sektor bahan baku di Indonesia menunjukkan dinamika yang menarik perhatian pasar modal
Sektor bahan baku—yang mencakup industri kimia dasar, besi dan baja, logam, mineral, hingga kertas—memegang peranan vital dalam perekonomian nasional
Untuk menjawab tantangan tersebut, tim peneliti dari Universitas Mercu Buana mengumpulkan data sekunder dari Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia di kampus mereka selama periode Maret 2025 hingga Juni 2026
Berdasarkan pengolahan data statistik tersebut, penelitian menghasilkan beberapa temuan utama yang krusial
- Profitabilitas sebagai Pendorong Utama: Profitabilitas (Return on Assets/ROA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV)
. Semakin tinggi kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari aset yang dikelola, semakin tinggi pula kepercayaan investor yang tercermin dari kenaikan nilai pasar perusahaan . - Tidak Ada Pengaruh Langsung Likuiditas dan Solvabilitas: Tingkat likuiditas (Current Ratio/CR) maupun solvabilitas (Debt to Equity Ratio/DER) tidak berpengaruh secara langsung terhadap nilai perusahaan
. Investor tidak serta-merta menilai perusahaan lebih tinggi hanya karena memiliki kas melimpah atau utang yang rendah . - Dampak Negatif Aset Lancar Berlebih: Likuiditas berlebih (Current Ratio) justru berpengaruh negatif signifikan terhadap profitabilitas
. Hal ini mengindikasikan bahwa penumpukan aset lancar atau kas yang tidak diputar secara produktif dapat mengendap dan menurunkan efisiensi pengerukan laba . - Beban Utang Menekan Laba: Solvabilitas (Debt to Equity Ratio) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas
. Ketergantungan pada pendanaan eksternal berupa utang menambah beban bunga, yang pada akhirnya menekan perolehan laba bersih perusahaan . - Peran Mediasi Profitabilitas: Baik likuiditas maupun solvabilitas secara tidak langsung berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan melalui profitabilitas sebagai variabel mediasi
. Artinya, pengelolaan kas dan utang yang tidak efisien akan merusak kemampuan perusahaan mencetak laba terlebih dahulu, yang kemudian menurunkan penilaian investor di pasar saham .
Implikasi dari temuan ini memberikan panduan praktis yang sangat bernilai bagi dunia usaha dan investor
Bagi para investor di Bursa Efek Indonesia, hasil studi ini menunjukkan bahwa profitabilitas (Return on Assets) harus menjadi indikator utama dalam mengevaluasi emiten bahan baku
Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya efisiensi operasional bagi keberlanjutan industri:
"Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aset yang dimiliki menjadi sinyal positif utama bagi investor. Pengelolaan aset lancar dan struktur utang yang efisien sangat diperlukan agar tidak menekan profitabilitas dan menggerus nilai perusahaan di pasar modal."
Profil Penulis
- Destavia Pristi Andayana, S.E. – Peneliti utama dari Program Studi Magister Akuntansi, Universitas Mercu Buana, Jakarta, dengan keahlian di bidang akuntansi keuangan dan analisis pasar modal
. - Iwan Firdaus, S.E., M.Si. – Dosen dan peneliti di Universitas Mercu Buana, Jakarta, yang berfokus pada manajemen keuangan, struktur modal, dan tata kelola perusahaan
.
Sumber Penelitian
- Judul Artikel: The Influence of Liquidity and Solvency on Company Value Mediated by Profitability (A Study on the Raw Material Sector Listed on the Indonesia Stock Exchange)
- Nama Jurnal: Indonesian Journal of Economic & Management Sciences (IJEMS), Vol. 4, No. 4, Tahun 2026, Halaman 1717–1734
- DOI / Link Resmi:
https://journalijems.my.id/index.php/ijems/indexhttps://doi.org/10.55927/ijems.v4i4.83/

0 Komentar