Temuan tersebut berasal dari pengalaman 35 mahasiswa yang mengikuti mata kuliah MICE Management dan terlibat langsung dalam penyelenggaraan Z Talk Business Seminar. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 75 peserta. Mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep penyelenggaraan acara di kelas, tetapi juga menjalankan berbagai tugas sejak tahap perencanaan hingga evaluasi.
Belajar dari Situasi yang Menyerupai Dunia Kerja
Pendidikan tinggi vokasi memiliki tantangan untuk menyiapkan mahasiswa menghadapi lingkungan kerja yang terus berubah. Penguasaan teori saja tidak selalu cukup karena dunia profesional membutuhkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, mengambil keputusan, mengatur waktu, menyelesaikan masalah, serta menyesuaikan diri dengan situasi yang berubah.
Model Project-Based Learning (PjBL) memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar melalui sebuah proyek yang harus direncanakan dan diselesaikan secara langsung. Dalam konteks pendidikan vokasi, pendekatan tersebut memungkinkan mahasiswa menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di kelas dengan pekerjaan yang memiliki hasil nyata.
Menurut Nur Azizah dan rekan-rekan dari ICB Bandung Polytechnic, penyelenggaraan seminar menjadi konteks yang relevan untuk pembelajaran berbasis proyek karena kegiatan tersebut membutuhkan koordinasi berbagai pihak. Mahasiswa harus menyiapkan kebutuhan administrasi, berkomunikasi dengan pembicara dan peserta, membagi tugas, mengatur jadwal, serta menangani berbagai persoalan yang muncul selama acara.
Kondisi seperti itu berbeda dengan tugas kelas yang seluruh situasinya dapat dikendalikan. Dalam kegiatan seminar yang melibatkan peserta dan pemangku kepentingan secara langsung, mahasiswa harus mengambil keputusan berdasarkan kondisi yang mereka hadapi.
35 Mahasiswa Mengelola Seminar dengan Sekitar 75 Peserta
Kajian tersebut menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui pengamatan selama kegiatan, dokumen proyek, dokumentasi seminar, serta refleksi mahasiswa setelah mengikuti kegiatan.
Pengamatan dilakukan sejak proses perencanaan hingga pelaksanaan seminar. Peneliti memperhatikan bagaimana mahasiswa berkomunikasi, bekerja dalam tim, mengelola tugas, menyelesaikan persoalan, mengatur waktu, melayani peserta, serta menyesuaikan tindakan ketika kondisi kegiatan berubah.
Dokumen yang dianalisis meliputi proposal seminar, jadwal kegiatan, pembagian tugas, dan laporan. Sementara itu, refleksi mahasiswa digunakan untuk melihat pengalaman mereka, tantangan yang dihadapi, strategi penyelesaian masalah, serta keterampilan yang dirasakan berkembang selama proyek.
Proses tersebut membuat mahasiswa mengalami rangkaian pembelajaran yang lengkap, mulai dari menentukan konsep seminar, menyusun rencana, membagi tanggung jawab, menyiapkan kebutuhan operasional, melaksanakan kegiatan, hingga melakukan evaluasi dan refleksi.
Tujuh Keterampilan yang Terlihat Selama Proyek
Hasil kajian mengidentifikasi tujuh keterampilan yang berkembang melalui keterlibatan mahasiswa dalam penyelenggaraan seminar.
Menurut Azizah dan tim, karakter autentik dari proyek tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Mahasiswa tidak hanya menghasilkan sebuah kegiatan seminar, tetapi juga belajar melalui berbagai keputusan dan persoalan yang muncul sepanjang proses.
Seminar Menjadi Laboratorium Pembelajaran Dunia Kerja
Temuan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan seminar dapat berfungsi seperti laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa vokasi. Dalam satu proyek, mahasiswa dapat menggabungkan pengetahuan, keterampilan praktis, dan sikap profesional.
Komunikasi dan kolaborasi menjadi keterampilan yang menonjol karena setiap bagian penyelenggaraan acara saling berkaitan. Sementara itu, persoalan yang muncul selama kegiatan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melatih kemampuan memecahkan masalah dan beradaptasi.
Batas waktu proyek juga membuat manajemen waktu dan tanggung jawab menjadi lebih nyata. Mahasiswa tidak sekadar memahami konsep tersebut secara teoritis, tetapi harus menerapkannya agar pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya dapat diselesaikan.
Hasil ini sejalan dengan sejumlah kajian sebelumnya yang menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek dapat mendukung perkembangan kompetensi interpersonal, komunikasi, kerja tim, dan keterampilan lain yang dapat digunakan dalam berbagai konteks akademik maupun profesional.
Relevan untuk Pendidikan Tinggi Vokasi
Bagi pendidikan tinggi vokasi, pembelajaran melalui proyek autentik dapat menjadi salah satu cara untuk mempertemukan kegiatan akademik dengan kebutuhan dunia kerja. Proyek dapat dirancang melalui kegiatan seminar, konferensi, kegiatan industri, maupun aktivitas yang melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan eksternal.
Azizah, Rahmi, Humairoo, dan Anjani merekomendasikan agar dosen memberikan pembagian peran yang jelas, tahapan kerja, target penyelesaian, kegiatan refleksi, serta kriteria penilaian. Dengan demikian, aktivitas praktis yang dilakukan mahasiswa tetap memiliki hubungan yang jelas dengan capaian pembelajaran.
Kolaborasi dengan pihak luar kampus juga dapat memperkuat pengalaman tersebut. Keterlibatan peserta, pembicara, industri, atau komunitas memungkinkan mahasiswa menghadapi situasi yang lebih dekat dengan kondisi profesional sebenarnya.
Meski demikian, kajian ini masih berfokus pada satu proyek seminar dan menggunakan pendekatan kualitatif. Karena itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penerapan proyek serupa pada lebih banyak program studi atau menggunakan pendekatan lain untuk melihat perkembangan keterampilan mahasiswa secara lebih luas.
Profil Penulis
Nur Azizah merupakan penulis utama dan corresponding author dalam artikel ini. Ia berafiliasi dengan Program Studi Administrasi Perkantoran, Pajajaran Insan Cinta Bangsa (ICB) Bandung Polytechnic, Bandung, Indonesia. Penelitian ini juga melibatkan Sophia Rahmi, Alifah Humairoo, dan Linda Rayu Anjani, yang berasal dari program studi dan institusi yang sama. Fokus kajian mereka dalam artikel ini berkaitan dengan pembelajaran berbasis proyek, pendidikan tinggi vokasi, manajemen seminar, serta pengembangan keterampilan yang dapat diterapkan mahasiswa dalam berbagai konteks.
Sumber Penelitian
Artikel “Project-Based Learning through Seminar Organization: Developing Transferable Skills among Office Administration Students” diterbitkan pada 2026 dalam International Journal of Educational and Psychological Studies (IJEPS), Vol. 4, No. 5.
0 Komentar