Menjembatani Kesenjangan Akademik Antara Tingkat Lokal dan Global: Kerangka Kerja untuk Migrasi Sistem Jurnal Terbuka (OJS) Institusional dan Kesiapan Pengindeksan di Perguruan Tinggi

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Philipina - Strategi Keluar dari "Jebakan Ketidakterlihatan Akademik": Gordon College Sukses Digitalisasi 15 Jurnal Ilmiah Menuju Standar Global. Penelitian yang dilakukan oleh  Ediric Gadia bersama rekan-rekannya dari Gordon College, Olongapo City, Filipina dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Computer and Information Science (FJCIS) edisi Vol. 5 No. 2 Tahun 2026 menyoroti bahwa solusi nyata bagi perguruan tinggi di kawasan berkembang yang selama ini terkungkung dalam "Jebakan Ketidakterlihatan Akademik" (Scholarly Invisibility Trap).

Banyak institusi pendidikan tinggi di kawasan berkembang menghasilkan riset berkualitas tinggi yang berfokus pada solusi sosio-ekonomi lokal. Namun, ketergantungan pada arsip cetak fisik dan alur penerbitan yang terfragmentasi membuat riset-riset tersebut terisolasi di pinggiran digital. Akibatnya, karya ilmiah berstandar tinggi sering kali gagal menjangkau komunitas global, kehilangan potensi sitasi, dan luput dari pengindeksan internasional.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, tim peneliti dari Gordon College menerapkan kerangka kerja Design Science Research dan Action Research guna membangun platform penerbitan digital terpusat berbasis Open Journal Systems (PKP-OJS). Melalui pendekatan teknis yang melibatkan audit maturitas metadata serta pembenahan tata kelola institusi, riset ini merumuskan model kolaborasi lintas unit yang efektif. Berdasarkan audit awal, seluruh jurnal cetak institusi memerlukan perombakan struktural akibat ketiadaan e-ISSN, nomor DOI, dan metadata terstruktur. Melalui intervensi tertarget, 80% dari total jurnal tersebut sukses mencapai status Tier 1 Index-Ready dalam kurun waktu enam bulan.

Keberhasilan transisi ini dicapai melalui penerapan Model Tata Kelola Tripartit (Tripartite Governance Model) yang membagi peran secara spesifik ke dalam tiga unit utama di dalam kampus:

  • Unit Pengembangan Riset dan Publikasi (RDPU): Memegang kendali penuh atas standar akademik, penegakan kebijakan peninjauan sejawat (double-anonymous peer review), serta etika publikasi sesuai panduan COPE.
  • Kantor Sistem Informasi Manajemen (MIS): Bertanggung jawab pada infrastruktur server, keamanan basis data, enkripsi SSL, dan pemeliharaan waktu aktif (uptime) sistem agar dapat diakses secara global oleh bot pengindeks.
  • Ekonomi Komunitas Fakultas Ilmu Komputer (CCS): Berperan sebagai penggerak operasional teknis, mulai dari digitalisasi arsip cetak, konversi OCR, hingga pelatihan pengguna bagi para editor jurnal.
Dampak dari penerapan model ini terbukti signifikan dalam mempercepat kesiapan indeks global. Peta jalan transformasi ini dirancang melalui empat tahapan terstruktur: mulai dari infrastruktur digital dasar dan penugasan DOI pada Tier 1, pengajuan ke direktori akses terbuka seperti DOAJ pada Tier 2, pengindeksan sitasi regional seperti Asian Citation Index pada Tier 3, hingga evaluasi basis data global seperti Scopus dan Web of Science pada Tier 4. Selain mendongkrak visibilitas, kerangka kerja ini memastikan kepatuhan terhadap standar etika penulisan, perlindungan privasi data, serta pembentukan kebijakan akses terbuka tanpa biaya publikasi bagi penulis (Diamond Open Access).

Model tata kelola yang dikembangkan Gordon College memberikan cetak biru yang dapat direplikasi oleh institusi pendidikan tinggi regional lainnya
. Dengan menyelaraskan kapabilitas teknologi, tata kelola organisasi, dan standar metadata global, perguruan tinggi di kawasan berkembang kini memiliki peluang besar untuk mentransformasikan riset lokal yang terisolasi menjadi aset pengetahuan global yang kredibel dan mudah diakses oleh komunitas ilmiah internasional.

Profil Penulis
Ediric Gadia – Peneliti dan akademisi di Gordon College, Olongapo City, Filipina, dengan fokus keahlian pada sistem informasi dan tata kelola teknologi institusional.
John Mark Asio – Peneliti utama dan staf pengajar di Gordon College, aktif dalam bidang manajemen publikasi ilmiah dan pengembangan riset pendidikan tinggi.
Johniel Zar Mendoza – Peneliti di Gordon College yang memiliki keahlian dalam bidang arsitektur sistem dan teknologi informasi.
Jan Remiel Menor – Peneliti dan praktisi teknologi di Gordon College yang berfokus pada pengembangan perangkat lunak dan transformasi digital kampus.

Sumber Penelitian
Ediric Gadia, John Mark Asio, Johniel Zar Mendoza, Jan Remiel Menor. Bridging the Local-Global Scholarly Divide: A Framework for Institutional Open Journal System (OJS) Migration and Indexing Readiness in Higher Education. Formosa Journal of Computer and Information Science (FJCIS). Vol. 5, No. 2, Halaman 429-444
DOI : https://doi.org/10.55927/fjcis.v5i2.17197
URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/fjcis

Posting Komentar

0 Komentar