Mengapa Jaringan Gas Rumah Tangga Sulit Diterima? Ini Proses Pembentukan Kepercayaan Publik

Ilustrasi by AI

Tim peneliti dari Universitas Riau yang terdiri dari Charly Simanullang, Jahrizal, dan Lailan Tawila Berampu berhasil mengungkap dinamika psikologis serta sosial di balik penerimaan publik terhadap program jaringan gas rumah tangga (jargas). Riset yang dipublikasikan pada Agustus 2026 ini sangat penting untuk dipahami karena kesuksesan transisi energi domestik tidak cukup hanya bertumpu pada kesiapan infrastruktur fisik, melainkan sangat bergantung pada bagaimana masyarakat membangun rasa aman, pengalaman langsung, dan kepercayaan terhadap layanan energi tersebut.

Penerapan jargas dicanangkan sebagai salah satu program strategis nasional guna mendongkrak efisiensi konsumsi energi rumah tangga sekaligus menekan ketergantungan pada LPG bersubsidi. Kendati demikian, capaian sambungan rumah secara nasional masih menghadapi tantangan besar karena adanya kesenjangan yang lebar antara target pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional sebanyak empat juta sambungan dengan realisasi akhir 2024 yang baru mencapai sekitar 818 ribu sambungan. Kondisi ini menunjukkan bahwa hambatan utama pengembangan energi bersih berbasis pipa bukan sekadar urusan teknis dan investasi, melainkan menyangkut tingkat penerimaan sosial di tengah masyarakat.

Untuk mengupas fenomena tersebut, penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain grounded theory yang berfokus pada pengalaman serta interaksi sosial pengguna di Provinsi Riau, yang mencakup Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak (Perawang), Kabupaten Pelalawan, dan Kota Dumai. Pengumpulan data dilakukan secara mendalam melalui wawancara partisipan aktif berdurasi minimal satu tahun, observasi langsung di lapangan, serta analisis dokumen pendukung dengan melibatkan petugas teknis dan tokoh masyarakat sebagai penguat data.

Hasil penelitian menemukan bahwa penerimaan publik terhadap jargas bukanlah keputusan instan, melainkan akumulasi proses sosial yang melewati lima tahapan utama:

  • Tahap pertama adalah pembentukan persepsi awal yang bersumber dari sosialisasi atau pengalaman orang lain, di mana ekspektasi dan kekhawatiran terkait aspek keamanan mulai muncul.

  • Tahap kedua berupa evaluasi rasional antara manfaat yang ditawarkan (seperti kepraktisan, efisiensi biaya, dan pasokan kontinu) melawan risiko gangguan atau kebocoran.

  • Tahap ketiga adalah pengalaman penggunaan langsung (usage experience) yang menjadi ujian kritis untuk mengonfirmasi atau mematahkan persepsi awal konsumen.

  • Tahap keempat adalah penguatan kepercayaan (trust) yang terbangun secara bertahap melalui konsistensi suplai, keamanan, dan responsivitas petugas.

  • Tahap kelima adalah legitimasi sosial, di mana rekomendasi tetangga dan norma kolektif di lingkungan sekitar memperkuat keputusan adopsi secara keseluruhan.

Melalui analisis mendalam, ditemukan pula kategori inti berupa hubungan antara pengalaman, kepercayaan, dan nilai manfaat (Experience-Based Trust and Value Benefits). Charly Simanullang bersama tim penelitinya dari Universitas Riau menegaskan bahwa kepercayaan publik bukanlah titik awal yang otomatis ada, melainkan hasil akumulasi dari bukti nyata manfaat jargas serta interaksi layanan yang berkualitas. Oleh karena itu, para pengambil kebijakan, perusahaan penyedia energi, dan pemerintah daerah harus mampu merancang strategi komunikasi yang mengedukasi masyarakat secara empiris, mengelola titik sentuh layanan dengan prima, serta memperkuat dukungan sosial di tingkat komunitas guna mempercepat keberhasilan transisi energi nasional.

Profil Penulis

  • Charly Simanullang: Program Studi Manajemen Program Doktor, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau, Indonesia

  • Jahrizal: Program Studi Manajemen Program Doktor, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau, Indonesia

  • Lailan Tawila Berampu: Program Studi Manajemen Program Doktor, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau, Indonesia

  • Bidang Keahlian: Manajemen Pemasaran, Perilaku Konsumen, dan Utilitas Publik

Sumber Penelitian

  • Judul Artikel: The Process of Forming Public Acceptance of Household Gas Networks: A Study on Domestic Energy Users

  • Nama Jurnal: Indonesian Journal of Business Analytics (IJBA), Vol. 6, No. 4

  • Tahun Publikasi: 2026

  • DOI: https://doi.org/10.55927/ijba.v6i4.16736

Posting Komentar

0 Komentar