CIMAHI — Kondisi lingkungan kerja fisik yang kurang memadai serta beban kerja yang belum proporsional dapat secara signifikan memengaruhi penurunan kinerja guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Sekolah XYZ. Temuan penting ini diungkapkan dalam penelitian ilmiah terbaru yang dilakukan oleh Septi Indah Cahyani dan Khaerul Rizal Abdurahman dari Universitas Jenderal Achmad Yani yang dipublikasikan pada tahun 2026. Penelitian ini menjadi acuan penting bagi pengelola lembaga pendidikan dalam meningkatkan kualitas manajemen sumber daya manusia demi mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045.
Secara latar belakang, keberhasilan pelaksanaan pendidikan nasional sangat bergantung pada peran guru sebagai fasilitator dan pembentuk karakter peserta didik di kelas. Namun, pengamatan awal di Sekolah XYZ menunjukkan bahwa hasil penilaian kinerja guru PPPK masih berada di bawah standar harapan sekolah. Masalah ini diperparah oleh proses renovasi gedung sekolah yang memaksa kegiatan belajar mengajar berlangsung di luar ruang kelas dengan fasilitas terbatas, pencahayaan yang kurang optimal, tingkat kebisingan tinggi, hingga masalah bau yang mengganggu fokus mengajar. Selain itu, ketidakseimbangan pembagian tugas tambahan di luar kegiatan mengajar juga menyebabkan alokasi waktu dan beban kerja fisik maupun mental guru menjadi tidak seimbang.
Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan asosiatif yang menguji hubungan antarvariabel secara parsial maupun simultan. Peneliti mengumpulkan data dari 35 guru PPPK di Sekolah XYZ melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner terstruktur dengan skala Semantic Differential. Seluruh data yang terkumpul telah melewati uji validitas serta reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik SPSS versi 27.
Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa kondisi lingkungan kerja fisik dan beban kerja berada pada kriteria tidak sesuai yang berdampak langsung pada rendahnya kinerja guru. Subvariabel kebisingan menjadi kendala fisik paling mengganggu, sementara alokasi waktu menjadi beban kerja paling tidak proporsional yang dialami oleh para guru. Meski demikian, analisis statistik membuktikan bahwa perbaikan pada lingkungan kerja fisik dan penataan beban kerja yang tepat secara parsial maupun simultan memberikan pengaruh positif yang sangat dominan terhadap peningkatan kinerja guru PPPK dalam menjalankan tugas-tugas profesionalnya.
Implikasi dan dampak dari penelitian ini sangat penting bagi tata kelola manajemen sekolah dan pembuat kebijakan pendidikan publik. Pihak pengelola sekolah disarankan untuk segera membenahi fasilitas fisik tempat mengajar, menekan tingkat kebisingan, serta menciptakan ruang kelas yang kondusif agar konsentrasi guru tetap terjaga. Selain itu, pembagian tugas mengajar dan tugas administratif tambahan harus dievaluasi secara adil sesuai kapasitas dan kompetensi guru. Langkah penataan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tenaga pendidik secara maksimal sehingga mutu pembelajaran bagi siswa dapat tercapai secara berkelanjutan.
Penulis:
Septi Indah Cahyani (Universitas Jenderal Achmad Yani)
Khaerul Rizal Abdurahman (Universitas Jenderal Achmad Yani)
Sumber Penelitian:
The Effects of the Physical Work Environment and Workload on the Performance of PPPK Teachers at XYZ School
East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR), 2026
DOI: https://doi.org/10.55927/eajmr.v5i9.304
URL: https://journaleajmr.my.id/index.php/eajmr
0 Komentar