Likuiditas dan Profitabilitas Pengaruhi Nilai Perusahaan Sektor Barang Konsumen Non-Primer di BEI

Ilustrasi by AI

Azriel Aulia Rahman dan Hakiman Thamrin dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mercu Buana, meneliti pengaruh likuiditas, struktur modal, dan profitabilitas terhadap nilai pasar perusahaan sektor consumer non-cyclicals di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019–2024. Riset ini krusial untuk membantu investor mengevaluasi fundamental perusahaan serta memandu manajer korporasi dalam mengambil keputusan finansial di tengah dinamika pasar.

Meskipun konsumsi rumah tangga Indonesia mendominasi Produk Domestik Bruto (PDB) dengan kontribusi lebih dari 54% pada 2024, rata-rata nilai perusahaan—yang diukur lewat Price to Book Value (PBV)—pada sektor barang konsumsi non-primer justru merosot dari 3,66 pada 2019 menjadi 3,17 pada 2024. Fenomena ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi makro tidak otomatis mendongkrak valuasi pasar, sehingga performa keuangan internal perusahaan menjadi penentu utama.

Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif kausal dengan menganalisis laporan keuangan tahunan dari 25 emiten terpilih di BEI. Pengujian data dilakukan menggunakan metode regresi data panel untuk melihat seberapa kuat variabel keuangan menjelaskan perubahan nilai perusahaan.

Hasil analisis menunjukkan beberapa temuan utama:

  • Likuiditas (Current Ratio) Berpengaruh Positif: Tingkat likuiditas yang tinggi memperkuat kepercayaan investor karena menunjukkan kemampuan perusahaan melunasi kewajiban jangka pendek, dengan nilai t-hitung 10,54 dan probabilitas 0,0000.
  • Struktur Modal (DER) Tidak Signifikan: Rasio utang terhadap ekuitas tidak berdampak langsung terhadap nilai perusahaan (probabilitas 0,4747), yang menunjukkan bahwa investor lebih melihat stabilitas operasional ketimbang komposisi pendanaan utang.
  • Profitabilitas (Return on Equity) Berpengaruh Positif: Kemampuan manajemen mencetak laba bersih dari modal pemegang saham mendongkrak nilai pasar dengan nilai t-hitung 2,30 dan probabilitas 0,0233.
  • Secara kolektif, ketiga indikator keuangan tersebut menjelaskan 86,04% variasi nilai perusahaan di bursa.

Implikasi dari riset ini memberikan panduan strategis bagi dunia usaha dan pasar modal. Azriel Aulia Rahman dan Hakiman Thamrin dari Universitas Mercu Buana menegaskan bahwa temuan ini dapat menjadi pertimbangan bagi manajer korporasi dalam merumuskan kebijakan finansial serta acuan bagi investor dalam menilai fundamental perusahaan sebelum menanamkan modal. Pelaku usaha didorong untuk lebih fokus menjaga kesehatan kas dan efisiensi perolehan laba guna menarik minat pasar.

Profil Penulis:

  • Azriel Aulia Rahman: Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mercu Buana.
  • Hakiman Thamrin: Dosen dan peneliti di Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mercu Buana.

Sumber Penelitian:

  • Judul Artikel: The Effect of Current Ratio, Debt to Equity Ratio, and Return on Equity to Price to Book Value (A Study of the Consumer Non-Cyclicals Sector Listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2019-2024 Period)
  • Nama Jurnal: Contemporary Journal of Applied Sciences (CJAS), Vol. 4, No. 8 Agustus 2026
  • DOI: https://doi.org/10.55927/cjas.v4i8.221

Posting Komentar

0 Komentar