Permainan Tradisional Simbang Batu Mengandung Prinsip Fisika Modern untuk Pembelajaran Sains Berbasis Budaya
PEKANBARU, FORMOSA NEWS — Permainan tradisional Simbang Batu dari masyarakat Melayu Rokan Hulu, Riau, terbukti secara ilmiah menyimpan konsep-konsep fisika modern seperti kesetimbangan benda tegar, titik berat, dan gaya gesek
Tim peneliti terdiri dari Nurhikmah Sasna Junaidi dari Universitas Pasir Pengaraian, serta Hasnah Faizah, Mahdum Adanan, Hermandra, dan Elmustian dari Universitas Riau
Urgensi Etnofisika dalam Pendidikan Modern
Pendidikan fisika formal sering kali menemui kendala karena materi yang diajarkan terasa jauh dari kehidupan sehari-hari siswa
Pendekatan etnofisika—yaitu pengkajian prinsip fisika dalam praktik budaya—menjadi jembatan antara pengetahuan empiris masyarakat dan sains modern
Metodologi Penelitian Sederhana
Untuk menggali konsep ilmiah dalam permainan ini, para peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi
Data dikumpulkan melalui empat teknik utama:
- Observasi Partisipatif: Mengamati secara langsung gerakan, interaksi, dan teknik pemain saat menyusun batu
. - Wawancara Mendalam: Menggali sejarah, aturan permainan, dan nilai-nilai sosial dari para tokoh adat
. - Dokumentasi: Merekam visual dan catatan lapangan mengenai struktur tumpukan batu
. - Studi Literatur: Memetakan temuan lapangan dengan teori mekanika dan fisika dasar
. - Keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode interaktif Miles-Huberman untuk mereduksi serta menyajikan data ilmiah yang sahih
.
Temuan Utama Konsep Fisika dalam Simbang Batu
Hasil analisis etnofisika menunjukkan bahwa permainan Simbang Batu melibatkan serangkaian prinsip fisika yang saling berkaitan
- Kesetimbangan Benda Tegar ($\sum F = 0$ dan $\sum \tau = 0$): Susunan batu dapat berdiri tegak tanpa perekat karena gaya total dan momen gaya yang bekerja pada tumpukan batu bernilai nol
. - Pemanfaatan Pusat Massa (Titik Berat): Pemain secara intuitif menempatkan batu agar garis kerja gaya berat tetap berada di dalam bidang tumpu base susunan
. Menyusun batu lebar di bagian bawah memunculkan kondisi zona aman (safe zone) yang stabil . - Peran Gaya Gesek ($f = \mu \cdot N$): Permukaan batu yang kasar (high roughness) menghasilkan koefisien gesek tinggi yang mengunci posisi batu agar tidak mudah menggelincir
. - Pengaruh Gaya Gravitasi ($F = m \cdot g$): Setiap batu menyalurkan beban ke bawah, menuntut ketelitian pemain dalam membagi distribusi massa agar struktur tidak runtuh
.
Implikasi dan Dampak Nyata bagi Dunia Pendidikan
Hasil kajian Universitas Pasir Pengaraian dan Universitas Riau ini memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kurikulum pendidikan dan pelestarian budaya
Pendekatan ini terbukti membantu siswa memahami materi mekanika secara konkret, meningkatkan kualifikasi literasi sains, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan budaya daerah
"Permainan Simbang Batu membuktikan bahwa masyarakat lokal telah mengaplikasikan prinsip fisika secara turun-temurun," ujar Nurhikmah Sasna Junaidi dan tim peneliti
Profil Penulis
- Nama Lengkap: Nurhikmah Sasna Junaidi, S.Pd., M.Pd.
- Afiliasi: Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Pasir Pengaraian, Rokan Hulu, Riau
- Bidang Keahlian: Pendidikan Fisika, Etnosains, dan Pembelajaran Berbasis Khasanah Lokal
Sumber Riset Resmi
- Judul Artikel: Natural Physics Laboratory: Ethnoscience Perspective on the Simbang Batu Game of the Rokan Hulu
- Penulis: Nurhikmah Sasna Junaidi, Hasnah Faizah, Mahdum Adanan, Hermandra, dan Elmustian
- Jurnal: International Journal of Contemporary Sciences (IJCS), Vol. 4, No. 6, 2026, hal. 1803–1820
- DOI / Link:
https://doi.org/10.55927/vjscfj79 URL Jurnal: https://journalijcs.my.id/index.php/ijcs

0 Komentar