Kunci Adopsi Materi Pembelajaran Digital di Perguruan Tinggi: Peran Kepercayaan Diri dan Kemudahan Akses

Ilustrasi by AI

Studi terbaru yang diterbitkan pada Agustus 2026 oleh tim peneliti dari Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang—yang dipimpin oleh Fuad Abdul Fattah bersama Ika Zutiasari, Iva Khoiril Mala, Cahya Distina, dan Anastasya Putri Ima Oktavia—membongkar faktor penentu penerimaan materi pembelajaran digital di lingkungan perguruan tinggi. Riset ini menjadi krusial di tengah gelombang transformasi digital pendidikan tinggi, di mana pemahaman mendalam tentang pola adopsi teknologi oleh mahasiswa sangat menentukan keberhasilan transisi pembelajaran modern.

Perkembangan teknologi yang masif telah mengubah lanskap pendidikan tinggi dari metode konvensional menuju sistem yang terintegrasi secara digital, termasuk dalam hal penyediaan materi ajar seperti e-book, video instruksional, laboratorium virtual, hingga platform manajemen pembelajaran. Meskipun fasilitas digital semakin melimpah, tantangan utama kerap muncul dari tingkat kesiapan dan penerimaan mahasiswa itu sendiri yang sangat bervariasi.

Untuk mengupas fenomena ini, tim peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 116 responden mahasiswa aktif dari dua universitas negeri di Indonesia, yakni Universitas Negeri Malang dan Universitas Sebelas Maret. Analisis data dilakukan menggunakan teknik statistik multivariat guna menguji hubungan kausalitas antarvariabel dalam model penerimaan teknologi (Technology Acceptance Model atau TAM) yang dikombinasikan dengan faktor efikasi diri (self-efficacy).

Temuan utama dari penelitian ini mencakup beberapa poin penting berikut:

  • Pengaruh Efikasi Diri: Kepercayaan diri mahasiswa (self-efficacy) terbukti memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap persepsi kemudahan penggunaan ($p = 0.001$) dan persepsi kegunaan materi digital ($p = 0.009$).
  • Faktor Kemudahan: Persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh langsung secara positif terhadap sikap positif mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran digital ($p = 0.006$).
  • Faktor Kegunaan: Persepsi kegunaan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap sikap mahasiswa ($p = 0.072$), mengindikasikan bahwa kemudahan operasional lebih mendominasi pembentukan sikap awal pengguna.
  • Niat Penggunaan: Sikap positif terhadap teknologi terbukti mendorong peningkatan niat mahasiswa untuk menggunakan materi pembelajaran digital secara konsisten ($p = 0.000$).

Temuan ini memberikan implikasi strategis bagi institusi pendidikan tinggi dan pengembang kurikulum. Menurut para peneliti dari Universitas Negeri Malang, pengelola institusi harus memprioritaskan kemudahan akses dan operasional saat merancang platform digital, sebab kemudahan tersebut merupakan gerbang utama pembentuk sikap positif mahasiswa sebelum mereka merasakan manfaat jangka panjangnya.

Profil Penulis

  • Fuad Abdul Fattah, Ika Zutiasari, Iva Khoiril Mala, Cahya Distina, dan Anastasya Putri Ima Oktavia – Peneliti dari Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang, dengan kepakaran di bidang manajemen pendidikan, perilaku konsumen, dan adopsi teknologi digital di sektor pendidikan tinggi.

Sumber Penelitian

Posting Komentar

0 Komentar