Konsep Terjemahan Konflik Ubah Ketegangan Organisasi Pesantren Hybrid Menjadi Adaptasi Institusional

Ilustrasi by AI

Studi terbaru yang diterbitkan pada Agustus 2026 oleh Alif Firdaus Zamzam, Yatim Riyanto, dan Muhamad Sholeh dari Universitas Negeri Surabaya serta Universitas Islam Darul Ulum Lamongan mengungkap bagaimana sekolah Islam berasrama hibrida mengelola ketegangan internal melalui konsep "terjemahan konflik". Penelitian ini penting untuk mengubah pandangan terhadap konflik organisasi dari sekadar masalah gangguan menjadi sumber adaptasi dan inovasi institusional.

Pesantren hibrida yang memadukan sistem sekolah formal dan asrama pesantren menciptakan benturan antara logika akademik—yang berfokus pada pencapaian dan efisiensi—dan logika kepesantrenan yang mengutamakan karakter serta tradisi. Selama ini, konflik di institusi pendidikan kerap disalahartikan sebagai masalah interpersonal, padahal masalah tersebut merupakan gesekan struktural yang melekat pada desain organisasi ganda.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus ganda pada dua madrasah negeri di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Pengumpulan data dilakukan lewat wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi untuk melacak dinamika interaksi di lingkungan sekolah.

Temuan utama penelitian ini mencakup beberapa poin berikut:

  • Konflik utama dalam organisasi hibrida bersumber dari ambiguitas batas kelembagaan antara tuntutan akademik dan asrama, bukan dari permusuhan pribadi.
  • Pemimpin sekolah bertindak sebagai penerjemah institusional yang merefam ulang tuntutan yang bersaing melalui kerangka nilai yang dapat diterima bersama.
  • Analisis memetakan 14 jenis tipologi konflik yang terbagi rata ke dalam dimensi horizontal antarrekan dan vertikal hierarkis.
  • Proses terjemahan konflik melahirkan praktik hibrida yang tahan lama, seperti sistem mentoring sebaya dan titik refleksi nilai terintegrasi dalam kurikulum.

Implikasi dari studi ini menunjukkan bahwa pemimpin institusi pendidikan perlu menguasai keterampilan translasi dan memperkuat modal sosial berupa kepercayaan serta jaringan. Menurut para peneliti dari Universitas Negeri Surabaya dan Universitas Islam Darul Ulum Lamongan, pengelolaan konflik yang tepat mengubah perbedaan menjadi motor penggerak kemajuan organisasi.

Profil Penulis
  • Alif Firdaus Zamzam – Peneliti dan akademisi di Universitas Negeri Surabaya dengan keahlian di bidang manajemen pendidikan.
  • Yatim Riyanto – Peneliti dan akademisi di Universitas Negeri Surabaya dengan keahlian di bidang ilmu pendidikan.
  • Muhamad Sholeh – Peneliti dan akademisi di Universitas Negeri Surabaya dengan keahlian di bidang kependidikan.
Sumber Penelitian
  • Judul Artikel: From Conflict Resolution to Conflict Translation: Managing Organizational Tensions in Hybrid Islamic Boarding Schools
  • Nama Jurnal: Journal of Educational Analytics (JEDA), Vol. 5 No. 3, Agustus 2026
  • DOI/URL: https://doi.org/10.55927/jeda.v5i3.38

Posting Komentar

0 Komentar