![]() |
| Illustration by Ai |
Kinerja karyawan tidak hanya
ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kesesuaian antara
kemampuan tersebut dengan pekerjaan yang dijalankan. Temuan ini disampaikan
oleh Yanuar Siti Rahmawati, Dewi Rofi'ah, dan Dodik Agus Hariyanto dari Universitas
Wisnuwardhana melalui artikel ilmiah berjudul The Role of Competencies and
Person-Job Fit in Employee Performance: A Scoping Review yang
dipublikasikan pada tahun 2026 di International Journal of Integrative
Research (IJIR). Kajian ini penting karena memberikan gambaran komprehensif
mengenai faktor-faktor yang paling konsisten memengaruhi kinerja pegawai di
berbagai organisasi.
Di tengah persaingan organisasi
yang semakin ketat, kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu penentu
utama keberhasilan. Banyak organisasi telah berinvestasi dalam pelatihan dan
pengembangan karyawan, namun hasil yang diperoleh tidak selalu optimal. Salah
satu penyebabnya adalah ketidaksesuaian antara kompetensi karyawan dan posisi
pekerjaan yang ditempati. Karena itu, selain meningkatkan kemampuan pegawai,
organisasi juga perlu memastikan bahwa setiap individu ditempatkan pada posisi
yang sesuai dengan keterampilan, pengalaman, dan karakteristiknya.
Untuk memahami hubungan tersebut
secara lebih menyeluruh, para peneliti melakukan scoping review terhadap 20
artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2019 hingga 2026. Artikel-artikel
tersebut diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah nasional yang membahas
kompetensi, person-job fit, dan kinerja karyawan. Metode yang digunakan dalam
penelitian-penelitian tersebut meliputi regresi linear sederhana, regresi
linear berganda, SEM-PLS, survei eksplanatori, dan structural equation
modeling.
Hasil kajian menunjukkan pola yang sangat konsisten. Dari 10 penelitian yang
dianalisis mengenai kompetensi, seluruhnya menemukan bahwa kompetensi memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Kompetensi dalam
konteks ini mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang mendukung
pelaksanaan tugas secara efektif dan profesional. Karyawan yang memiliki
kompetensi tinggi cenderung lebih mudah memahami pekerjaan, menyelesaikan
masalah, beradaptasi dengan perubahan, dan mencapai target organisasi.
Kajian juga menemukan bahwa kompetensi bukan hanya berdampak pada individu,
tetapi juga berkontribusi terhadap efektivitas organisasi secara keseluruhan.
Beberapa penelitian yang ditinjau menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi
dapat memperbaiki kualitas layanan, produktivitas kerja, serta mendukung
pencapaian tujuan organisasi. Dengan kata lain, kompetensi merupakan aset
strategis yang perlu terus dikembangkan melalui pendidikan, pelatihan, dan
program pengembangan karier yang berkelanjutan.
Selain kompetensi, faktor lain yang terbukti berpengaruh kuat adalah person-job
fit atau kesesuaian antara individu dan pekerjaannya. Dari 10 penelitian yang
dianalisis mengenai topik ini, seluruhnya menunjukkan bahwa person-job fit
memiliki pengaruh positif terhadap kinerja pegawai. Ketika kemampuan,
keterampilan, pengalaman, dan karakteristik seseorang sesuai dengan tuntutan
pekerjaan, karyawan cenderung bekerja lebih efektif, produktif, dan memiliki
motivasi yang lebih tinggi.
Sebaliknya, ketidaksesuaian antara individu dan pekerjaannya dapat menimbulkan
berbagai masalah, mulai dari stres kerja, rendahnya motivasi, kesalahan dalam
pelaksanaan tugas, hingga penurunan produktivitas. Beberapa penelitian yang
ditinjau juga menemukan bahwa kesesuaian pekerjaan dapat meningkatkan
keterikatan kerja, kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan rasa percaya diri
karyawan. Faktor-faktor psikologis tersebut pada akhirnya berkontribusi
terhadap peningkatan kinerja secara keseluruhan.
Salah satu temuan terpenting dalam kajian ini adalah hubungan saling melengkapi
antara kompetensi dan person-job fit. Kompetensi menggambarkan kemampuan
seseorang dalam melaksanakan pekerjaan, sedangkan person-job fit memastikan
bahwa kemampuan tersebut digunakan pada pekerjaan yang tepat. Organisasi tidak akan
memperoleh hasil maksimal apabila hanya fokus pada salah satu faktor. Karyawan
yang kompeten tetapi ditempatkan pada posisi yang tidak sesuai berisiko
mengalami penurunan motivasi dan produktivitas. Sebaliknya, penempatan yang
tepat juga tidak akan efektif jika karyawan belum memiliki kompetensi yang
memadai.
Menurut Yanuar Siti Rahmawati dan rekan-rekannya dari Universitas
Wisnuwardhana, strategi pengelolaan sumber daya manusia yang efektif harus
mengintegrasikan pengembangan kompetensi dengan sistem penempatan kerja yang
berbasis kesesuaian individu dan jabatan. Pendekatan ini memungkinkan
organisasi memperoleh kinerja yang lebih optimal sekaligus meningkatkan
efektivitas operasional secara berkelanjutan.
Temuan penelitian ini memiliki implikasi luas bagi sektor publik maupun swasta.
Bagi perusahaan, hasil kajian ini dapat menjadi dasar untuk memperkuat sistem
rekrutmen, pelatihan, dan penempatan pegawai. Bagi instansi pemerintah, hasil
ini menunjukkan pentingnya memastikan aparatur ditempatkan sesuai kompetensinya
agar pelayanan publik berjalan lebih efektif. Sementara bagi dunia pendidikan,
temuan ini menegaskan pentingnya menyiapkan lulusan dengan kompetensi yang
relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Secara keseluruhan, kajian ini
memperlihatkan bahwa peningkatan kinerja karyawan memerlukan dua fondasi utama:
kompetensi yang kuat dan penempatan kerja yang tepat. Ketika kedua faktor
tersebut berjalan beriringan, organisasi memiliki peluang lebih besar untuk
mencapai produktivitas, efektivitas, dan daya saing yang lebih tinggi.
Profil Penulis
Yanuar Siti Rahmawati merupakan
akademisi dari Universitas Wisnuwardhana yang menaruh perhatian pada bidang
manajemen sumber daya manusia, kompetensi kerja, dan kinerja karyawan.
Penelitian ini ditulis bersama Dewi Rofi'ah dan Dodik Agus Hariyanto,
yang juga berafiliasi dengan Universitas Wisnuwardhana.
Sumber Penelitian
Rahmawati, Yanuar Siti; Rofi'ah,
Dewi; Hariyanto, Dodik Agus. “The Role of Competencies and Person-Job Fit in
Employee Performance: A Scoping Review.” International Journal of
Integrative Research (IJIR), Vol. 4, No. 8, 2026, hlm. 681–696. DOI:
10.59890/ijir.v4i8.239.
.jpg)
0 Komentar