Kolaborasi Multi-Aktor di Kota Kendari Terbukti Efektif Tingkatkan Inovasi Program Pengentasan Kemiskinan Daerah
KENDARI, Formosa News – Strategi kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil (LSM), akademisi, sektor swasta, dan masyarakat lokal terbukti mampu meningkatkan koordinasi dan melahirkan inovasi kebijakan pengentasan kemiskinan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara
Masalah kemiskinan global dan daerah semakin kompleks pascapandemi COVID-19, yang memperlebar jurang ketimpangan sosial-ekonomi serta menuntut pendekatan kebijakan publik yang inklusif
Guna menganalisis dinamika interaksi antar-stakeholder tersebut, para peneliti menerapkan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus
Hasil penelitian menunjukkan sejumlah temuan penting terkait bentuk, faktor pendukung, serta hambatan kolaborasi multi-aktor di Kota Kendari:
- Bentuk Kolaborasi Terintegrasi: Kolaborasi diwujudkan melalui program pemberdayaan ekonomi bersama, seperti pelatihan keterampilan menjahit dan pengolahan hasil laut oleh LSM yang didukung akses pasar dari sektor swasta, serta pendampingan manajemen usaha oleh akademisi Universitas Halu Oleo
. - Dukungan Regulasi dan Kepemimpinan: Regulasi daerah yang memberi legalitas pada forum TKPKD serta kepemimpinan aktif pemerintah daerah menjadi faktor kunci penarik keterlibatan LSM dan perusahaan swasta melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR)
. - Inovasi Berbasis Komunitas: Sinergi antar-aktor melahirkan inovasi kebijakan berbasis warga, salah satunya program koperasi simpan pinjam di Kelurahan Punggolaka yang dikelola langsung oleh kelompok masyarakat miskin
. - Kendala Birokrasi dan Kapasitas: Efektivitas kolaborasi masih terhambat oleh birokrasi yang kaku dalam pencairan bantuan sosial, keterbatasan dana pendampingan berkelanjutan, potensi konflik kepentingan, serta ketimpangan kapasitas teknis anggota wadah kolaborasi
.
Implikasi dari penelitian ini memberikan arah baru bagi perumusan kebijakan publik dan pengentasan kemiskinan di tingkat lokal
Darmin Tuwu dan tim peneliti Universitas Halu Oleo menegaskan pentingnya penguatan kapasitas lembaga kolaboratif dalam menyusun kebijakan daerah
Profil Penulis
- Dr. Darmin Tuwu, S.Sos., M.Si. Afiliasi: Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial, Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia
., Bidang Keahlian: Pembangunan Sosial, Kebijakan Publik, dan Kesejahteraan Masyarakat . - Dr. La Ode Monto Bauto, S.Pd., M.Si. Afiliasi: Program Studi Sosiologi, Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia
., Bidang Keahlian: Sosiologi Pembangunan dan Masalah Sosial . - Dian Puspita Rizki, S.Sos., M.Si. Afiliasi: Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial, Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia
., Bidang Keahlian: Pemberdayaan Masyarakat dan Organisasi Sosial . - Rosdiana, S.Sos., M.Si. Afiliasi: Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial, Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia
., Bidang Keahlian: Pelayanan Sosial dan Intervensi Komunitas . - Nur Azisyah Mukmin, S.Sos., M.Si. Afiliasi: Program Studi Sosiologi, Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia
., Bidang Keahlian: Sosiologi Pedesaan dan Perkotaan .
Sumber Penelitian
- Judul Artikel: Collaboration Multi-Actors in Poverty Alleviation in Kendari City, Indonesia
- Jurnal: Indonesian Journal of Contemporary Multidisciplinary Research (MODERN)
- Tahun Publikasi: 2026 (Vol. 5, No. 4, hlm. 557-568)
- DOI:
https://doi.org/10.55927/modern.v5i4.52 URL Jurnal: https://journal.formosapublisher.org/index.php/modern

0 Komentar