Kebiasaan dan Fasilitas Pendukung Menjadi Penentu Utama Penggunaan Transaksi QRIS Mahasiswa Kota Cimahi

Ilustrasi by AI

CIMAHI – Penggunaan metode pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS di kalangan generasi muda kini tidak lagi ditentukan oleh persepsi keunggulan teknologi semata, melainkan oleh kebiasaan dan ketersediaan fasilitas pendukung yang memadai. Sebuah studi ilmiah terbaru pada tahun 2026 yang disusun oleh Rhaisya Agustian Candra Purnama dan Novi Susyani dari Universitas Jenderal Achmad Yani mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi niat serta perilaku nyata mahasiswa dalam menggunakan transaksi QRIS di Kota Cimahi. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan ekosistem keuangan digital karena berhasil mengidentifikasi celah antara persepsi positif teknologi dan keputusan penggunaan secara konsisten.

Pesatnya pertumbuhan infrastruktur QRIS di Jawa Barat dan Kota Cimahi belakangan ini berhadapan dengan dinamika kekhawatiran masyarakat terkait keamanan transaksi, mulai dari kasus stiker QRIS palsu hingga kendala teknis penarikan saldo. Meskipun mahasiswa menganggap transaksi digital sangat praktis dan mudah, persepsi tersebut tidak serta-merta mendorong niat mereka untuk terus menggunakannya secara otomatis. Kondisi ini melatarbelakangi perlunya pengujian mendalam terhadap mekanisme psikologis dan lingkungan yang benar-benar mendorong mahasiswa mempertahankan penggunaan QRIS dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk menguji hubungan tersebut, para peneliti menerapkan kerangka teori adopsi teknologi UTAUT2 yang dimodifikasi dengan menempatkan niat perilaku sebagai variabel pemediasi. Studi kuantitatif ini melibatkan 311 mahasiswa pengguna QRIS di Kota Cimahi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Jenderal Achmad Yani, STKIP Pasundan, dan IKIP Siliwangi. Data primer yang dikumpulkan melalui survei daring dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares - Structural Equation Modeling atau PLS-SEM untuk menguji pengaruh langsung maupun tidak langsung dari tujuh dimensi adopsi teknologi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa niat perilaku secara langsung memiliki pengaruh positif dan signifikan dalam membentuk perilaku penggunaan nyata QRIS. Di antara tujuh dimensi yang diuji, hanya variabel kebiasaan yang terbukti secara signifikan membentuk niat perilaku dan secara tidak langsung mendorong perilaku penggunaan nyata. Sementara itu, ketersediaan kondisi yang memfasilitasi seperti jaringan internet, perangkat smartphone, dan merchant penyerapan QRIS terbukti memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap perilaku penggunaan tanpa harus melewati pembentukan niat terlebih dahulu.

Temuan menarik lainnya memperlihatkan bahwa lima dimensi lainnya—termasuk ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh sosial, motivasi hedonis, dan nilai harga—tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap niat maupun perilaku penggunaan nyata. Hal ini mengindikasikan bahwa manfaat praktis dan kemudahan akses QRIS kini dianggap sebagai standar umum pembayaran digital, sehingga tidak lagi menjadi pertimbangan utama mahasiswa. Penggunaan QRIS secara berkelanjutan di kalangan mahasiswa lebih didorong oleh pola rutinitas transaksi sehari-hari serta kesiapan fasilitas pendukung di sekitar mereka.

Implikasi dari hasil penelitian ini sangat signifikan bagi Bank Indonesia, penyedia jasa pembayaran, pemerintah daerah, dan pengelola perguruan tinggi. Strategi untuk mengakselerasi adopsi pembayaran digital disarankan untuk tidak lagi berfokus pada promosi manfaat umum yang sudah dipahami masyarakat, melainkan pada program pembentukan kebiasaan bertransaksi seperti promosi loyalitas dan integrasi QRIS pada seluruh fasilitas kampus. Penguatan infrastruktur teknologi dan jaminan keamanan transaksi juga menjadi kunci utama untuk menjaga keberlanjutan inklusi keuangan digital.

Penelitian ini dilakukan oleh Rhaisya Agustian Candra Purnama dan Novi Susyani yang terafiliasi dengan Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia.

Profil Penulis: Rhaisya Agustian Candra Purnama, Novi Susyani (Universitas Jenderal Achmad Yani)

Sumber Penelitian: 

Judul Artikel: Analysis of Factors Influencing Students' Intention to Adopt QRIS Digital Payment Using the UTAUT2 Model with Behavioral Intention as a Mediating Variable in Cimahi City

Jurnal: International Journal of Scientific Multidisciplinary Research (IJSMR), Vol. 4, No. 9, 2026, hal. 2143-2160 

DOI: https://doi.org/10.55927/ijsmr.v4i9.157 

Link Jurnal: https://journalijsmr.my.id/index.php/ijsmr

Posting Komentar

0 Komentar