Menjawab Tantangan Ruang Seni dan Iklim Tropis
Kota Jakarta memiliki ekosistem seni yang terus berkembang pesat, ditopang oleh lebih dari 24.000 seniman aktif dan 12.000 penikmat seni
Metode Evaluasi Tapak Berbasis Data Ekologis
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim peneliti Universitas Kristen Indonesia menerapkan metodologi deskriptif kualitatif sesuai standar Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)
- Makro: Memetakan aturan tata ruang kota, Rasio Kecukupan Bangunan (KDB 55%), serta Koefisien Lantai Bangunan (KLB 7,0)
. - Meso: Menganalisis aksesibilitas transportasi publik, termasuk Stasiun Commuter Line Gondangdia, Halte Transjakarta Sarinah, dan Stasiun MRT Bundaran HI
. - Mikro: Merekam data cuaca harian, arah angin, dan lintasan matahari menggunakan data BMKG serta Meteoblue
.
Temuan Utama Desain Museum
Inovasi utama dari rancangan ini terletak pada perpaduan dua konsep arsitektur modern
- Transformasi Motif Batik Betawi: Bentuk dasar bangunan mengadaptasi motif pucuk rebung dari batik Betawi yang melambangkan pertumbuhan dan ketahanan
. Motif ini dipecah dan diputar melalui teknik dekonstruksi hingga membentuk massa bangunan yang dinamis, tidak simetris, dan menjadi penanda visual (landmark) baru di pusat kota . - Fasad Kinetik Otomatis: Atap kaca (skylight) dan dinding bagian timur dilengkapi dengan panel kinetik berbentuk segitiga berukuran 125 x 250 sentimeter
. - Material Ringan dan Tahan Panas: Panel bergerak ini menggunakan material membran Ethylene Tetrafluoroethylene (ETFE) dengan bingkai aluminium
. Material ETFE dipilih karena memiliki bobot hanya 1/100 dari kaca standar namun mampu mengisolasi panas dengan sangat baik . - Sistem Kontrol Sensor pintar: Penggerak hidrolik-pneumatik terhubung ke Building Management System (BMS)
. Saat kondisi redup, panel akan membuka secara mendatar untuk memasukkan cahaya alami . Ketika radiasi matahari memuncak, panel akan mengembang membentuk payung tiga dimensi untuk memblokir sinar UV dan menurunkan suhu interior .
Hasil penelitian ini memberikan sumbangan berharga bagi pengembangan kota berkelanjutan di kawasan tropis
Profil Penulis
Elshaday Meylansari Sitompul, S.Ars. adalah lulusan Sarjana Arsitektur dari Universitas Kristen Indonesia
Ir. Margareta Maria Sudarwani, S.T., M.T. adalah dosen dan peneliti di Departemen Arsitektur Universitas Kristen Indonesia
Stepanus Andi Saputra, S.T., M.Ars. adalah akademisi dan peneliti arsitektur di Universitas Kristen Indonesia
Sumber Penelitian
Elshaday Meylansari Sitompul, Margareta Maria Sudarwani, Stepanus Andi Saputra. Dynamic Canvas of Gondangdia: Integrating Deconstructivism and Kinetic Facades in Contemporary Art Museum Design. Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS). Vol, 5 No. 8 Hal 1773-1785
DOI:

0 Komentar