Latar belakang penelitian ini berakar dari tingginya angka Work-related Musculoskeletal Disorders (WMSDs) di industri konstruksi global
Metodologi penelitian ini dirancang menggunakan pendekatan cross-sectional analitis
Temuan utama penelitian ini menunjukkan keterkaitan yang sangat kuat antara postur kerja, beban kerja, dan tingkat keparahan keluhan otot-tulang
- Risiko Postur Kerja: Sebanyak 42,9% pekerja berada pada kategori risiko REBA tinggi, 45,7% risiko sedang, dan 11,4% risiko rendah
. - Bebat Kerja Fisiologis: Mayoritas pekerja (74,3%) mengalami beban kerja sedang, 20% beban kerja berat, dan 5,7% beban kerja ringan
. - Tingkat Keluhan Otot: Sebanyak 60% pekerja melaporkan keluhan MSDs tingkat sedang, 22,9% tingkat berat, dan 17,1% tingkat ringan
. - Korelasi Statistik: Analisis Spearman menunjukkan korelasi positif yang kuat antara risiko postur kerja dan tingkat keluhan otot ($r = 0,767; p < 0,001$)
. Beban kerja juga berbanding lurus dengan keluhan otot ($r = 0,624; p < 0,001$) . Selain itu, postur kerja yang buruk terbukti meningkatkan beban kerja fisiologis pekerja ($r = 0,708; p < 0,001$) . - Keeratan Hubungan: Analisis Gamma mempertegas bahwa risiko postur kerja ($\gamma = 0,905$) memiliki pengaruh sedikit lebih dominan dibanding beban kerja ($\gamma = 0,872$) dalam memicu keparahan keluhan otot
.
Profil Penulis
I Gusti Agung Haryawan adalah seorang akademisi dan peneliti dari Universitas Udayana, Bali, Indonesia
Sumber Penelitian
I Gusti Agung Haryawan. Association Between Work Posture and Workload and Musculoskeletal Complaints Among Reinforced Concrete Carvers: A Cross-Sectional Study. Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS). Vol, 5 No. 8 Hal 1759-1772.
DOI:

0 Komentar