Penelitian berjudul “The Influence of Ease of Use, Promotion, And Price on Consumers’ Purchase Intention in The Bukalapak Marketplace” mengkaji perilaku pengguna Bukalapak di tengah persaingan marketplace yang semakin ketat di Indonesia. Hasilnya memperlihatkan bahwa ketiga faktor yang diuji memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen.
Namun, harga muncul sebagai faktor dengan pengaruh terbesar.
Persaingan e-commerce di Indonesia membuat konsumen memiliki banyak pilihan dalam menentukan platform tempat mereka berbelanja. Kemudahan membandingkan harga, tersedianya promosi, pengalaman penggunaan aplikasi, metode pembayaran, hingga fitur digital menjadi bagian dari pertimbangan konsumen sebelum melakukan transaksi.
Dalam konteks Bukalapak, persoalan tersebut menjadi semakin relevan karena persaingan dengan platform marketplace besar berlangsung semakin ketat. Penelitian ini juga mencatat adanya indikasi bahwa sebagian pengguna menilai pengalaman penggunaan, promosi, dan daya saing harga Bukalapak masih perlu diperkuat.
Survei pendahuluan yang dilakukan kepada 31 pengguna Bukalapak menunjukkan kecenderungan yang cukup jelas. Sebanyak 29 responden menilai aplikasi Bukalapak kurang nyaman dibandingkan platform pesaing. Jumlah yang sama juga menganggap promosi yang tersedia kurang menarik, sementara seluruh responden dalam survei awal tersebut menilai harga di Bukalapak kurang kompetitif dibandingkan marketplace lain.
Kondisi itu kemudian menjadi dasar untuk melihat lebih jauh faktor-faktor yang dapat meningkatkan minat konsumen untuk kembali berbelanja.
Melibatkan 190 Mahasiswa Pengguna Bukalapak
Dimas Febriansyah dan Lisnatiawati Saragih mengumpulkan data dari 190 mahasiswa S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mercu Buana, Meruya, yang pernah menggunakan Bukalapak.
Responden dipilih berdasarkan kriteria tertentu, yaitu masih aktif sebagai mahasiswa dan memiliki pengalaman menggunakan platform tersebut. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dengan skala penilaian untuk mengukur persepsi responden mengenai kemudahan penggunaan, promosi, harga, dan minat beli.
Mayoritas responden adalah perempuan dengan persentase 56,3 persen. Sebagian besar berada pada kelompok usia 21–23 tahun, sedangkan 91,1 persen merupakan mahasiswa yang belum bekerja.
Data penelitian kemudian dianalisis untuk melihat hubungan antara ketiga faktor utama dengan minat beli konsumen.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa model penelitian mampu menjelaskan 69,4 persen variasi minat beli konsumen. Artinya, kemudahan penggunaan, promosi, dan harga secara bersama-sama memiliki peran yang cukup besar dalam membentuk keinginan mahasiswa untuk melakukan pembelian melalui Bukalapak.
Sementara itu, sekitar 30,6 persen variasi minat beli dipengaruhi oleh faktor lain yang belum dimasukkan ke dalam penelitian.
Harga Memiliki Pengaruh Terbesar
Temuan paling menonjol terlihat pada pengaruh harga terhadap minat beli. Nilai pengaruh harga tercatat paling tinggi dibandingkan dua faktor lainnya.
Secara statistik, hasil penelitian menunjukkan:
Harga → Minat Beli: koefisien pengaruh 0,429
Kemudahan Penggunaan → Minat Beli: koefisien pengaruh 0,350
Promosi → Minat Beli: koefisien pengaruh 0,309
Ketiga hubungan tersebut dinyatakan signifikan.
Hasil ini menunjukkan bahwa konsumen, khususnya mahasiswa, sangat mempertimbangkan apakah harga produk terasa terjangkau dan kompetitif. Bagi kelompok konsumen dengan keterbatasan atau perhatian tinggi terhadap anggaran, perbedaan harga dapat menjadi alasan penting dalam memilih marketplace.
Analisis tambahan juga memperlihatkan bahwa harga memiliki efek paling besar terhadap minat beli. Indikator harga yang memperoleh penilaian tertinggi berkaitan dengan persepsi bahwa harga tidak terlalu membebani kondisi keuangan konsumen.
Namun, penilaian terhadap daya saing harga Bukalapak dibandingkan marketplace lain masih menjadi salah satu aspek yang relatif rendah. Temuan ini memberi sinyal bahwa keterjangkauan saja belum cukup. Konsumen juga membandingkan harga yang ditawarkan dengan harga di platform pesaing.
Kemudahan Aplikasi Tetap Penting
Kemudahan penggunaan menempati posisi kedua sebagai faktor yang memengaruhi minat beli.
Mahasiswa pengguna Bukalapak cenderung memberikan penilaian tinggi terhadap kejelasan petunjuk penggunaan aplikasi. Hal ini menunjukkan bahwa navigasi yang sederhana dan proses penggunaan yang mudah dapat membantu meningkatkan keinginan konsumen untuk bertransaksi.
Bagi bisnis digital, temuan tersebut menegaskan bahwa pengalaman pengguna tidak boleh dipandang sebagai faktor tambahan. Aplikasi yang mudah dipahami, pencarian produk yang cepat, informasi yang jelas, dan proses pembayaran yang sederhana dapat menjadi bagian penting dari strategi mempertahankan perhatian konsumen.
Penulis merekomendasikan agar Bukalapak terus meningkatkan kualitas antarmuka dan konsistensi pengalaman pengguna. Perbaikan pada pencarian produk dan proses pembayaran juga dinilai dapat membantu menciptakan pengalaman belanja yang lebih nyaman.
Promosi Berpengaruh, tetapi Bukan yang Terkuat
Promosi juga terbukti meningkatkan minat beli, meskipun pengaruhnya lebih rendah dibandingkan harga dan kemudahan penggunaan.
Temuan ini menunjukkan bahwa program promosi tetap relevan bagi konsumen marketplace. Namun, promosi perlu dirancang agar lebih menarik dan mudah dirasakan manfaatnya oleh pengguna.
Dalam penelitian ini, frekuensi pemberian diskon menjadi salah satu indikator promosi dengan penilaian relatif rendah. Karena itu, penulis menyarankan peningkatan daya tarik promosi, termasuk melalui voucher dan program bebas ongkos kirim dengan persyaratan yang lebih mudah dijangkau konsumen.
Promosi juga perlu dikombinasikan dengan harga yang kompetitif dan pengalaman penggunaan aplikasi yang baik. Diskon yang menarik dapat kehilangan dampaknya apabila konsumen masih merasa harga akhir tidak kompetitif atau proses transaksi terlalu rumit.
Implikasi bagi Industri E-Commerce
Temuan Dimas Febriansyah dan Lisnatiawati Saragih memberikan gambaran penting bagi pengelola marketplace Indonesia.
Pertama, harga tetap menjadi faktor utama dalam persaingan digital, terutama pada segmen konsumen muda. Marketplace perlu secara rutin membandingkan harga dengan pesaing dan membantu penjual menawarkan harga yang lebih kompetitif.
Kedua, kemudahan penggunaan dapat memengaruhi keputusan konsumen sebelum transaksi terjadi. Pengalaman digital yang rumit berpotensi membuat pengguna beralih ke platform lain.
Ketiga, promosi harus memberikan manfaat yang nyata dan mudah dipahami konsumen. Voucher, diskon, dan gratis ongkir dapat menjadi pendorong minat beli apabila dirancang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Penelitian ini juga memiliki keterbatasan karena hanya melibatkan mahasiswa Manajemen Universitas Mercu Buana Meruya. Hasilnya belum tentu sepenuhnya mewakili seluruh konsumen Bukalapak di Indonesia.
Penelitian lanjutan dapat melibatkan kelompok konsumen yang lebih beragam dan memasukkan faktor lain seperti kepercayaan, kualitas layanan, keamanan, dan citra merek.
Profil Singkat Penulis
Dimas Febriansyah merupakan penulis utama artikel ini dan berafiliasi dengan Universitas Mercu Buana. Informasi mengenai gelar akademik dan bidang keahlian spesifik tidak dicantumkan dalam naskah artikel yang tersedia.
Lisnatiawati Saragih merupakan penulis kedua yang juga berafiliasi dengan Universitas Mercu Buana. Informasi mengenai gelar akademik dan bidang keahlian spesifik tidak dicantumkan secara lengkap dalam naskah.
Sumber Penelitian
Febriansyah, D., & Saragih, L. (2026). The Influence of Ease of Use, Promotion, And Price on Consumers’ Purchase Intention in The Bukalapak Marketplace (A Case Study of Bukalapak Users Among Undergraduate Management Students at Mercu Buana University, Meruya). Artikel diterima pada 23 Agustus 2026.
jurnal:Formosa Journal of Business
and Economic Statistics (FJBES)
DOI:https://doi.org/10.55927/fjbes.v2i4.677
URL:https://mtiformosapublisher.org/index.php/fjbes
0 Komentar