Pembelajaran Pemadam Kebakaran Beradaptasi dengan Era Digital
Pendidikan vokasi penerbangan membutuhkan pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga mendukung penguasaan prosedur, regulasi, dan pengetahuan teknis yang berkaitan dengan keselamatan penerbangan. Dalam konteks tersebut, media pembelajaran digital semakin penting karena memungkinkan materi diakses secara lebih fleksibel dibandingkan pembelajaran yang sepenuhnya bergantung pada kelas konvensional.
Para peneliti mencatat bahwa pembelajaran firemanship di lingkungan pendidikan sebelumnya masih banyak mengandalkan modul pembelajaran yang dinilai kurang menarik bagi generasi muda. Perubahan pola belajar dan perkembangan teknologi kemudian mendorong kebutuhan terhadap media yang lebih interaktif, mudah diakses, dan dapat digunakan melalui perangkat digital.
Firemanlogi dikembangkan sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut. Platform ini tidak hanya menyediakan materi pembelajaran, tetapi juga menggabungkan sejumlah fungsi dalam satu website, termasuk jadwal, penilaian, regulasi, dokumen, serta fitur berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Satu Website untuk Materi, Jadwal, Penilaian, dan Regulasi
Firemanlogi dirancang agar dapat digunakan melalui internet tanpa perlu mengunduh aplikasi khusus. Platform tersebut dikembangkan menggunakan teknologi pemrograman PHP, CSS, HTML, MySQL, dan JavaScript, kemudian dipublikasikan melalui sistem hosting.
Beberapa fitur utama yang tersedia meliputi:
- Jadwal, untuk membantu pengguna mengatur kegiatan kelas, pelatihan, pemeliharaan, dan waktu operasional.
- Penilaian, yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja personel maupun membuat kuis atau tes kemampuan.
- AI, yang menjadi salah satu fitur utama dan dapat digunakan untuk menampung pertanyaan terkait PKP-PK dalam lingkup regulasi yang digunakan platform.
- Regulasi, yang menyediakan informasi mengenai aturan nasional dan internasional terkait prosedur PKP-PK.
- Dokumen, yang memuat materi terkait peralatan pemadam kebakaran.
Dengan menggabungkan berbagai fungsi tersebut, Firemanlogi dirancang bukan sekadar sebagai tempat membaca materi, tetapi sebagai media digital yang mendukung aktivitas pembelajaran dan kebutuhan informasi taruna.
Diuji pada 46 Taruna Politeknik Penerbangan Palembang
Pengembangan Firemanlogi menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D, yang terdiri dari tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Setelah produk dikembangkan, penerapan terbatas dilakukan pada taruna Program Studi PPKP di Politeknik Penerbangan Palembang.
Uji coba melibatkan 46 taruna dari kelas PPKP 03A dan 03B dalam mata kuliah firemanship. Para taruna terlebih dahulu mengikuti pre-test, kemudian memperoleh pembelajaran menggunakan Firemanlogi dan menjalani post-test.
Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan nilai:
- Rata-rata pre-test: 87,00
- Rata-rata post-test: 91,86
- Peningkatan rata-rata: 4,86 poin
- Median pre-test: 88,00
- Median post-test: 92,00
Analisis statistik menggunakan paired sample t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,000, yang menunjukkan adanya perbedaan antara nilai sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan Firemanlogi.
Menurut Ayu Hoiru Nisa dan rekan-rekannya, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa Firemanlogi dapat menjadi media pendukung pembelajaran firemanship, khususnya karena materi pembelajaran, penilaian, regulasi, dan fitur berbasis AI tersedia dalam satu platform digital.
Potensi Mendukung Kompetensi dan Keselamatan Penerbangan
Temuan tersebut memiliki relevansi bagi pendidikan vokasi penerbangan. Taruna bidang Aviation Rescue and Fire Fighting (PPKP) dipersiapkan untuk memiliki kompetensi yang mendukung operasi keselamatan penerbangan, termasuk menghadapi kondisi kecelakaan atau keadaan darurat di lingkungan bandar udara.
Ketersediaan materi, regulasi, dan informasi teknis dalam satu platform dapat membantu taruna memperoleh sumber belajar di luar aktivitas kelas. Bagi pendidikan vokasi, akses berkelanjutan terhadap prosedur dan regulasi menjadi penting karena kompetensi profesional tidak hanya dibangun melalui pemahaman teori, tetapi juga melalui penguasaan informasi teknis yang relevan dengan pekerjaan.
Para peneliti juga melihat peluang agar Firemanlogi tidak hanya digunakan oleh taruna. Platform tersebut dapat dikembangkan untuk mendukung pengembangan kompetensi personel lain di lingkungan bandar udara sesuai kebutuhan masing-masing bidang.
Hasil Menjanjikan, tetapi Masih Memerlukan Pengujian Lebih Luas
Peneliti menekankan bahwa hasil penelitian perlu dibaca dalam konteks uji coba yang masih terbatas. Penelitian melibatkan 46 taruna dan menggunakan perbandingan nilai sebelum dan sesudah intervensi tanpa kelompok kontrol.
Karena itu, peningkatan nilai tidak dapat sepenuhnya dikaitkan hanya dengan penggunaan Firemanlogi. Faktor lain seperti pembelajaran di kelas, pengetahuan awal, bimbingan dosen, dan pengalaman mengerjakan tes juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar.
Pengembangan platform juga masih berlanjut. Peneliti mencatat sejumlah fitur yang belum sepenuhnya tersedia, antara lain pengelolaan kehadiran, pemantauan aktivitas belajar, pelacakan perkembangan peserta, evaluasi pembelajaran yang lebih komprehensif, serta analitik pembelajaran.
Penelitian berikutnya diarahkan untuk mengembangkan Firemanlogi menjadi sistem pembelajaran digital yang lebih terintegrasi, termasuk dukungan aplikasi seluler, pemantauan kompetensi, learning analytics, sertifikasi, dan bantuan AI yang lebih maju. Cakupan pengguna juga dapat diperluas dari taruna dan personel PKP-PK ke personel lain di lingkungan operasional bandar udara.
Profil Penulis
Ayu Hoiru Nisa — Politeknik Penerbangan Palembang, bidang pendidikan dan pengembangan media pembelajaran penerbangan.
Rezky Utama Putra — UPBU Kelas III Mentawai, bidang operasional dan keselamatan penerbangan.
Yeti Komalasari — Politeknik Penerbangan Palembang, bidang pendidikan dan kompetensi penerbangan. Yeti Komalasari merupakan penulis korespondensi dalam artikel ini.
Anton Abdullah — Politeknik Penerbangan Palembang, bidang pendidikan dan operasi pemadam kebakaran penerbangan.
Muhammad Kahfi Almuktadir — UPBU Kelas III Letung Anambas, bidang operasional bandar udara.
Informasi afiliasi penulis tercantum dalam artikel jurnal yang diterbitkan pada 2026.
0 Komentar