Ekspansi Internet Dorong Pertumbuhan Ekonomi di 122 Daerah Tertinggal Indonesia Secara Signifikan

Ilustrasi by AI

Pengaruh ketersediaan internet terhadap pertumbuhan ekonomi di 122 daerah tertinggal Indonesia sepanjang periode 2020 hingga 2025 diteliti secara mendalam oleh Indra Gunawan dari Universitas Kristen Indonesia. Penelitian ini sangat krusial untuk memahami bagaimana infrastruktur digital mampu bertindak sebagai katalis pemerataan ekonomi dan mengatasi kesenjangan wilayah di berbagai daerah periferi.

Ketimpangan ekonomi antara kawasan perkotaan dan wilayah tertinggal di Indonesia selama ini dipicu oleh lemahnya infrastruktur fisik serta rendahnya kapasitas kelembagaan. Meskipun perluasan akses internet menjanjikan solusi strategis, bukti nyata mengenai dampak ekonominya di wilayah dengan keterbatasan sumber daya sebelumnya masih terfragmentasi.

Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif menggunakan data panel sekunder dari seluruh 122 kabupaten tertinggal resmi di Indonesia selama enam tahun pengamatan. Dengan menganalisis tingkat penetrasi internet rumah tangga serta variabel pendukung seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pengeluaran modal pemerintah, penelitian ini memetakan hubungan langsung digitalisasi terhadap produk domestik regional bruto.

Temuan utama penelitian ini mengungkapkan beberapa poin penting berikut:

  • Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi: Ketersediaan internet terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi regional dengan koefisien regresi sebesar 0,142.
  • Peran Kualitas Sumber Daya Manusia: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) memberikan kontribusi positif yang signifikan dengan koefisien 0,085, yang menunjukkan bahwa pendidikan dan keterampilan memperkuat produktivitas tenaga kerja.
  • Dampak Belanja Modal Pemerintah: Pengeluaran modal pemerintah turut mendorong kinerja ekonomi regional dengan koefisien 0,031 melalui pembangunan infrastruktur penunjang.
  • Tantangan Literasi Digital: Dividen digital di wilayah periferi masih dibatasi oleh rendahnya tingkat literasi digital masyarakat setempat.

Menurut Indra Gunawan dari Universitas Kristen Indonesia, peningkatan akses digital harus diiringi dengan program literasi digital yang terarah agar masyarakat mampu mengoptimalkan teknologi untuk kegiatan produktif. Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah tertinggal, internet memangkas biaya transaksi, memperluas jangkauan pasar, serta melepaskan ketergantungan pada perantara tradisional. Oleh karena itu, kebijakan publik dan alokasi anggaran daerah perlu difokuskan pada penguatan ekosistem digital serta pelatihan keterampilan masyarakat guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Profil Penulis:

  • Indra Gunawan, S.E., M.Si.: Peneliti dan akademisi di Departemen Manajemen, Universitas Kristen Indonesia, Jakarta, dengan fokus keahlian pada bidang ekonomi regional, pembangunan wilayah, dan infrastruktur digital.

Sumber Penelitian:

Gunawan, I. (2026). The Impact of Internet Availability on Economic Growth in Indonesia's Underdeveloped Regions. Indonesian Journal of Business Analytics (IJBA), 6(4), 875–889. https://doi.org/10.55927/ijba.v6i4.16817

Posting Komentar

0 Komentar