Peneliti Fandy Yones Latuni dan Meyta Ingrid Kindangen dari Universitas Nusantara Manado menginisiasi program edukasi lingkungan pesisir berbasis masyarakat untuk mengatasi persoalan sampah laut di Desa Bulutui, Minahasa Utara
Menjawab Tantangan Pencemaran Sampah di Wilayah Pesisir
Wilayah pesisir memiliki peran strategis sebagai sumber penghidupan, pangan, kegiatan ekonomi, dan identitas sosial bagi masyarakat lokal
Sampah yang masuk ke ekosistem laut tidak hanya mengotori pantai, tetapi juga merusak habitat laut, menurunkan kualitas lingkungan, mengganggu kesehatan masyarakat, serta mengurangi hasil tangkapan nelayan dan daya tarik wisata
Metodologi Edukatif-Partisipatif untuk Aksi Lingkungan
Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim peneliti dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nusantara Manado menerapkan pendekatan edukatif-partisipatif yang menggabungkan pemaparan materi, diskusi interaktif, dan refleksi aksi lingkungan
Materi edukasi yang disampaikan terbagi ke dalam empat fokus utama
- Arti Penting Laut: Menjelaskan fungsi laut sebagai penopang ekonomi, sumber pangan, potensi pariwisata, dan warisan bagi generasi mendatang
. - Dampak Sampah Pesisir: Membedah bahaya sampah plastik, kemasan, botol minuman, kantong plastik, hingga popok sekali pakai terhadap ekosistem dan kesehatan
. - Tindakan Nyata Perlindungan Laut: Mengajarkan lima langkah praktis harian, yaitu tidak membuang sampah ke laut, menyediakan tempat sampah, mengurangi plastik sekali pakai, membersihkan area pantai, dan terlibat dalam kerja bakti
. - Pengelolaan Sumber Daya Laut Berkelanjutan: Mengaitkan kelestarian laut dengan peningkatan kesejahteraan melalui perikanan tangkap ramah lingkungan, pengolahan hasil laut, budidaya, dan ekotourism berbasis komunitas
.
Evaluasi kegiatan dilakukan secara deskriptif berdasarkan observasi kualitatif, respon interaktif peserta selama diskusi, serta dokumentasi keberlangsungannya
Hasil Temuan Utama: Kesadaran Warga dan Peran Pemuda
Hasil kegiatan menunjukkan respons yang sangat positif serta peningkatan pemahaman masyarakat
- Pemetaan Sumber Sampah: Peserta berhasil mengidentifikasi berbagai jenis sampah rumah tangga yang berpotensi memicu pencemaran laut dan menyadari pentingnya pemilahan sampah dari rumah
. - Komitmen Aksi Bersama: Warga sepakat bahwa pengelolaan sampah tidak cukup hanya berupa larangan membuang sampah ke laut, tetapi harus didukung penyediaan fasilitas tempat sampah dan kegiatan bersih pantai secara rutin
. - Peran Pemuda sebagai Penggerak: Generasi muda Desa Bulutui diposisikan sebagai agen perubahan (agents of change) yang siap menjadi teladan hidup bersih dan menggerakkan aksi sosial lingkungan
.
Implikasi dan Impact Nyata bagi Masyarakat
Program ini membuktikan bahwa edukasi kontekstual yang menghubungkan isu lingkungan dengan kepentingan langsung masyarakat mampu memicu komitmen kolektif
Mengenai dampak jangka panjang program ini, Peneliti Universitas Nusantara Manado, Fandy Yones Latuni, menegaskan pentingnya kesadaran kolektif warga pesisir
Untuk menjaga keberlanjutan program, peneliti merekomendasikan adanya pendampingan berkelanjutan dari pemerintah desa, pembentukan kelompok peduli pesisir, serta penggunaan kuesioner pre-test dan post-test pada kegiatan mendatang untuk mengukur perubahan pengetahuan warga secara kuantitatif
Profil Penulis
- Fandy Yones Latuni, S.Pd., M.Si. — Dosen dan peneliti di Universitas Nusantara Manado dengan keahlian di bidang edukasi lingkungan pesisir, pengabdian masyarakat, dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan
. - Meyta Ingrid Kindangen, S.Pd., M.Si. — Dosen dan peneliti di Universitas Nusantara Manado yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, edukasi lingkungan, dan pengembangan pendidikan
.
Sumber Penelitian
Judul Artikel: Community-Based Coastal Environmental Management Education through the "Green Bulutui, Clean Sea, Sustainable Village" Program in Bulutui Village, North MinahasaNama Jurnal: Indonesian Journal of Society Development (IJSD)
Tahun Publikasi: 2026
Volume & Nomor: Vol. 5, No. 4, hal. 361–370
DOI:
0 Komentar