Digitalisasi Jadi Kunci Daya Saing UMKM Georgia di Tengah Persaingan Global


Gambar dibuat oleh AI

Tbilisi, Georgia — Digitalisasi, inovasi, dan daya saing menjadi tiga prioritas utama bagi pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) di Georgia. Temuan ini disampaikan Giuli Giguashvili dari Gori State University, Georgia, melalui artikel yang terbit pada 2026. Kajian tersebut penting karena akses terhadap teknologi digital di Georgia sudah semakin luas, tetapi pemanfaatannya untuk meningkatkan produktivitas, inovasi, dan pasar internasional masih relatif terbatas.

UKM memiliki posisi penting dalam perekonomian Georgia. Selain berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi, sektor ini berperan dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong kewirausahaan, memperluas kegiatan ekonomi, serta mendukung diversifikasi ekonomi dan pembangunan wilayah.

Namun, ukuran usaha yang relatif kecil membuat banyak UKM menghadapi keterbatasan dalam memperoleh sumber daya keuangan, teknologi, dan tenaga kerja. Kondisi tersebut menjadi semakin penting ketika perubahan teknologi berlangsung cepat dan persaingan bisnis semakin terbuka.

Giguashvili melihat bahwa persoalan UKM Georgia saat ini bukan lagi sekadar apakah perusahaan memiliki akses terhadap teknologi. Tantangan yang lebih besar adalah bagaimana teknologi tersebut benar-benar digunakan untuk menghasilkan nilai bisnis. Digitalisasi dapat membantu memperbaiki proses bisnis, memperluas akses pasar, mengurangi biaya, dan mendukung pengembangan produk maupun layanan baru. Namun, teknologi saja tidak otomatis meningkatkan produktivitas atau daya saing.

Akses Internet Tinggi, Pemanfaatan Digital Masih Terbatas

Kajian Giguashvili menggunakan analisis deskriptif, perbandingan, dan kajian kritis terhadap data sekunder kuantitatif maupun kualitatif. Sumber utama mencakup National Statistics Office of Georgia (Geostat), OECD/EBRD, dokumen kebijakan pemerintah, serta penelitian akademik dari Georgia dan internasional.

Data kemudian dianalisis melalui empat aspek yang saling berkaitan, yaitu pentingnya sektor UKM bagi ekonomi, digitalisasi, aktivitas inovasi, serta lingkungan bisnis dan dukungan pemerintah. Penelitian ini tidak menguji hubungan sebab-akibat, melainkan membandingkan dan menginterpretasikan data yang tersedia.

Salah satu temuan paling menarik adalah adanya kesenjangan antara akses terhadap teknologi dan pemanfaatannya dalam proses bisnis.

Menurut data Geostat yang dikutip dalam artikel, pada 2025 sebanyak 94,9 persen perusahaan di Georgia memiliki akses internet. Namun, hanya 15,3 persen perusahaan yang memiliki situs web. Angka tersebut menunjukkan bahwa infrastruktur digital dasar sudah relatif tersedia, tetapi pemanfaatannya sebagai bagian dari aktivitas komersial dan manajerial masih belum optimal.

Bagi UKM, kondisi tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan. Website, perdagangan elektronik, pemasaran digital, dan komunikasi dengan pelanggan secara online sebenarnya dapat digunakan untuk membuka saluran penjualan baru dan memperluas jangkauan pasar.

Aktivitas Inovasi Masih Rendah

Masalah lain terlihat dari tingkat inovasi perusahaan.

Data Geostat yang digunakan Giguashvili menunjukkan bahwa pada 2025 hanya 7,6 persen perusahaan yang memperkenalkan barang baru atau mengalami peningkatan signifikan pada barang, sementara 7,9 persen memperkenalkan layanan baru atau yang mengalami peningkatan signifikan.

Dari inovasi tersebut, sebanyak 65,2 persen tergolong baru bagi perusahaan, sedangkan 34,8 persen merupakan sesuatu yang baru bagi pasar. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar aktivitas inovasi masih berupa penerapan atau penyesuaian praktik dan teknologi yang sudah ada, sementara penciptaan produk atau layanan yang benar-benar baru di pasar masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan.

Temuan tersebut memperkuat pandangan bahwa digitalisasi tidak cukup hanya dengan membeli perangkat, menggunakan internet, atau memiliki akses terhadap platform digital. Perusahaan membutuhkan kemampuan untuk menyerap pengetahuan, mengembangkan keterampilan karyawan, dan mengintegrasikan teknologi ke dalam proses organisasi.

Dalam kajian tersebut, Giguashvili juga mengaitkan temuan Georgia dengan penelitian internasional yang menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi digital UKM dipengaruhi faktor teknologi, organisasi, sumber daya manusia, kemampuan manajerial, serta lingkungan bisnis.

Tiga Prioritas untuk UKM Georgia

Berdasarkan keseluruhan temuan, Giguashvili mengidentifikasi tiga prioritas yang saling berhubungan bagi pengembangan UKM Georgia.

Pertama, memperdalam digitalisasi. UKM perlu bergerak dari sekadar memiliki akses digital menuju penggunaan teknologi untuk meningkatkan produktivitas. Teknologi seperti e-commerce, cloud computing, CRM, analisis data, otomatisasi, dan kecerdasan buatan dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan bisnis secara konkret.

Kedua, memperkuat kemampuan inovasi. Digitalisasi perlu diikuti dengan kemampuan perusahaan menciptakan maupun mengembangkan produk, layanan, dan proses baru.

Ketiga, meningkatkan daya saing. Teknologi dan inovasi pada akhirnya harus diterjemahkan menjadi peningkatan produktivitas, posisi pasar, serta kemampuan UKM memasuki pasar internasional.

Giguashvili menekankan bahwa ketiga aspek tersebut tidak dapat dipisahkan. Digitalisasi membangun kemampuan teknologi, inovasi memungkinkan kemampuan tersebut digunakan secara produktif, sementara daya saing menjadi salah satu bentuk hasil ekonomi dari pemanfaatan keduanya.

Pemerintah dan Universitas Punya Peran Penting

Kajian tersebut juga menunjukkan bahwa Georgia sebenarnya telah memiliki fondasi kebijakan yang relatif kuat untuk mendukung digitalisasi UKM.

Dalam SME Policy Index OECD/EBRD, skor Georgia untuk kebijakan digitalisasi UKM mencapai 3,96, lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara Eastern Partnership sebesar 3,54. Skor kondisi umum untuk transformasi digital juga mencapai 4,02, dibandingkan rata-rata regional 3,61.

Namun, masih terdapat kesenjangan antara kualitas kebijakan dan penerapannya di tingkat perusahaan. Karena itu, dukungan pemerintah dinilai perlu bergerak lebih jauh dari sekadar memberikan akses pembiayaan atau teknologi.

Pelatihan karyawan, konsultasi bisnis, perbaikan proses kerja, serta evaluasi terhadap hasil program juga diperlukan agar dukungan tersebut menghasilkan peningkatan produktivitas dan inovasi yang nyata.

Giguashvili juga menekankan pentingnya kerja sama antara perusahaan, pemerintah, universitas, dan organisasi penelitian. Kolaborasi tersebut dapat membantu UKM memperoleh pengetahuan, keterampilan, inovasi, dan akses yang lebih baik ke pasar internasional.

Dari Digital Access Menuju Digital Productivity

Pesan utama kajian Giuli Giguashvili cukup jelas: tantangan UKM Georgia telah bergeser dari akses teknologi menuju pemanfaatan teknologi secara produktif.

Dengan tingkat akses internet yang sudah tinggi, tahap berikutnya bukan sekadar memperbanyak perusahaan yang terkoneksi secara digital. Fokus yang lebih penting adalah memastikan teknologi tersebut menghasilkan peningkatan produktivitas, inovasi, nilai tambah, dan daya saing.

Karena itu, rekomendasi penelitian mencakup perluasan penggunaan e-commerce, teknologi cloud, analisis data, dan kecerdasan buatan; peningkatan keterampilan digital dan inovasi bagi karyawan serta manajer; dukungan keuangan dan konsultasi untuk produk inovatif; penguatan kerja sama universitas dan dunia usaha; serta peningkatan kemampuan UKM memasuki pasar ekspor dan pasar digital internasional.

Bagi negara berkembang lainnya, termasuk negara yang sedang mempercepat transformasi digital sektor UMKM, temuan ini memberikan pelajaran penting. Digitalisasi tidak seharusnya berhenti pada penyediaan internet dan perangkat teknologi. Nilai ekonominya baru akan terlihat ketika teknologi tersebut mampu mengubah cara perusahaan bekerja, berinovasi, melayani pelanggan, dan bersaing di pasar.

Profil Penulis

Giuli Giguashvili merupakan penulis dan akademisi dari Gori State University, Gori, Georgia. Kajian yang ditulisnya berfokus pada pengembangan usaha kecil dan menengah, digitalisasi, inovasi, daya saing, serta kebijakan pengembangan UKM.

Sumber Penelitian

Judul: Development Priorities for Small and Medium-Sized Enterprises in Georgia: Digitalization, Innovation, and Competitiveness
Penulis: Giuli Giguashvili
Afiliasi: Gori State University, Gori, Georgia
Jurnal: International Journal of Applied Research and Sustainable Sciences (IJARSS)
Volume: 4, Nomor 7
Tahun: 2026
Halaman: 717–726
DOI: https://doi.org/10.59890/ijarss.v4i7.41
Website jurnal: https://ijarss.my.id/index.php/ijarss/index

Posting Komentar

0 Komentar