Desain Pabrik Minyak Atsiri Kopi Robusta Kapasitas 200 Ton per Tahun di Malang

Ilustrasi by AI

Rizzufar Al Mas Dhamar Rizar dari Politeknik Negeri Malang merancang pabrik pengolahan minyak atsiri berbahan baku biji kopi Robusta berkapasitas 200 metrik ton per tahun di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, yang diselesaikan pada tahun 2026. Inovasi perancangan ini sangat penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kopi nasional, memenuhi lonjakan permintaan global terhadap minyak atsiri alami, serta mengoptimalkan efisiensi energi industri hilir pertanian.

Indonesia merupakan salah satu negara produsen kopi terbesar, namun kapasitas pengolahan domestik untuk produk bernilai tambah tinggi seperti minyak atsiri masih belum mencukupi kebutuhan pasar ekspor. Kabupaten Malang dipilih karena memiliki potensi perkebunan kopi Robusta seluas sekitar 19.000 hektar yang berada dekat dengan sentra produksi di Dampit, sehingga mampu memangkas biaya logistik dan menjamin kelancaran pasokan bahan baku.

Perancangan pabrik ini menggunakan metode teknik rekayasa kimia yang memadukan analisis ketersediaan bahan baku, pemilihan lokasi strategis, dan proses ekstraksi padat-cair menggunakan pelarut etanol pada suhu $70-80^\circ\text{C}$ selama 2 jam. Tahapan berikutnya melibatkan pemurnian minyak melalui distilasi dan pencucian n-heksana, yang kemudian dievaluasi menggunakan perhitungan keseimbangan massa (mass balance) serta keseimbangan panas (heat balance) guna memastikan efisiensi operasional pabrik.

Hasil perancangan pabrik menunjukkan beberapa temuan teknis utama:

  • Analisis keseimbangan massa membuktikan sistem mencapai kondisi tunak dengan total aliran masuk dan keluar sebesar $19.661,42\text{ kg/jam}$ serta tingkat produksi minyak atsiri mencapai $33,67\text{ kg/jam}$.
  • Proses pemulihan pelarut berjalan sangat efektif dengan menghasilkan keluaran etanol sebesar $13.742,87\text{ kg/jam}$ dan n-heksana sebesar $4.150,69\text{ kg/jam}$.
  • Evaluasi energi menunjukkan unit ekstraktor memerlukan beban panas tertinggi sebesar $524.779\text{ kJ/jam}$ (44%), diikuti oleh kolom distilasi sebesar 35%, dan pengering putar sebesar 21%.

Rizzufar Al Mas Dhamar Rizar dari Politeknik Negeri Malang menekankan bahwa penerapan strategi integrasi panas dan manajemen termal yang baik dapat menurunkan konsumsi uap serta menekan biaya operasional secara signifikan. Hasil penelitian ini memberikan landasan strategis bagi dunia usaha dan kebijakan hilirisasi industri untuk mewujudkan pabrik pengolahan minyak atsiri kopi yang mandiri, kompetitif, dan berkelanjutan.

Profil Penulis:

  • Rizzufar Al Mas Dhamar Rizar: Peneliti dan mahasiswa di Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, dengan fokus keahlian pada perancangan pabrik kimia dan optimalisasi proses industri.

Sumber Penelitian:

  • Judul Artikel: Chemical Plant Design Production of Essential Oil from Robusta Coffee Beans with a Capacity of 200 Metric Tons/Year
  • Nama Jurnal: International Journal of Education and Life Sciences (IJELS), Vol. 4, No. 8 August 2026: 1297-1306
  • DOI: https://doi.org/10.59890/ijels.v4i8.62

Posting Komentar

0 Komentar