Lucky Dewanti dari Universitas Muhammadiyah Bogor Raya mempublikasikan riset pada Agustus 2026 yang mengkaji bagaimana distraksi digital memicu penurunan fokus emosional serta interaksi sosial siswa di lingkungan kelas
Transformasi digital yang masif telah mengubah lanskap pendidikan melalui pemanfaatan gawai dan internet
Untuk mengupas masalah ini, penelitian menggunakan pendekatan penelaahan literatur naratif dengan menyintesis berbagai artikel ilmiah, buku akademik, dan laporan institusional dari basis data internasional terkemuka seperti Scopus, Web of Science, dan Google Scholar
Temuan utama dari penelitian ini menunjukkan beberapa aspek penting:
- Bentuk utama distraksi digital meliputi penggunaan media sosial, pesan instan, aplikasi hiburan, notifikasi, dan media multitasking
. - Notifikasi gawai terbukti menjadi salah satu sumber gangguan paling dominan yang memecah konsentrasi belajar siswa di dalam kelas
. - Distraksi konstan ini menyebabkan siswa hadir secara fisik tetapi absen secara emosional, sehingga menurunkan antusiasme belajar
. - Empati, kepekaan interpersonal, serta kualitas komunikasi antara siswa dan guru ikut melemah akibat berkurangnya kontak tatap muka
. - Dinamika sosial dan kohesi kelompok antar-teman sebaya mengalami penurunan akibat fragmentasi perhatian yang disebabkan oleh gawai
.
Menurut Lucky Dewanti dari Universitas Muhammadiyah Bogor Raya, tantangan ini membuktikan bahwa distraksi digital bukan sekadar persoalan teknis penggunaan perangkat, melainkan tantangan sosio-emosional yang mendalam
Profil Penulis
Lucky Dewanti – Peneliti dari Universitas Muhammadiyah Bogor Raya, Indonesia, dengan fokus kajian pada dinamika pendidikan, teknologi, dan interaksi sosial di ruang kelas
.
Sumber Penelitian
- Judul Artikel: Digital Distraction and the Decline of Student Emotional Focus in Classroom Interaction
- Nama Jurnal: Journal of Educational Analytics (JEDA), Vol. 5 No. 3, Agustus 2026, hlm. 684-697
- DOI:
https://doi.org/10.55927/jeda.v5i3.37
0 Komentar