Analisis Saham Indofood 2013-2022: Utang dan Profitabilitas Ternyata Tidak Menentukan Rasio Harga Saham


Ilustrasi by AI 

Peneliti dari Universitas Pamulang mengungkap fakta mendasar dalam penilaian pasar saham perusahaan konsumsi terbesar di Indonesia. Dipimpin oleh Agus Salim, penelitian yang terbit pada Agustus 2026 di Jurnal Multidisplin Madani (MUDIMA) ini mengevaluasi pengaruh tingkat utang (Debt to Equity Ratio/DER) dan tingkat profitabilitas (Return on Equity/ROE) terhadap penilaian rasio harga saham (Price Earnings Ratio/PER) pada PT Indofood Sukses Makmur Tbk selama periode 2013–2022. Kajian ini penting karena membuktikan bahwa naik turunnya penilaian investor di Bursa Efek Indonesia tidak serta-merta didorong oleh rasio utang maupun keuntungan akuntansi perusahaan.

Selama ini, teori keuangan konvensional sering kali mengasumsikan bahwa perubahan struktur modal dan efisiensi pencapaian laba bersih akan langsung memengaruhi ekspektasi investor di pasar modal. Namun, pada raksasa industri makanan dan minuman seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk, pergerakan fluktuasi kinerja internal tersebut ternyata tidak selalu berjalan sejajar dengan penilaian pasar (PER). Melalui studi longitudinal selama sepuluh tahun ini, peneliti memberikan bukti empiris baru bahwa dinamika penilaian saham di pasar berkembang seperti Indonesia jauh lebih kompleks dari sekadar perhitungan rasio keuangan fundamental sederhana.

Untuk membedah keterkaitan antarvariabel tersebut, peneliti mengaplikasikan metode penelitian kuantitatif eksplanatori dengan mengolah data sekunder dari laporan keuangan tahunan yang telah diaudit. Pengambilan data dilakukan secara menyeluruh (saturated sampling) selama periode 10 tahun (2013–2022) yang diuji menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistics melalui tahapan statistik berikut:

  • Uji asumsi klasik untuk memastikan model regresi linier berganda memenuhi kriteria validitas Ordinary Least Squares (OLS).
  • Uji statistik parsial (Uji t) guna mengukur pengaruh individu dari DER dan ROE terhadap PER.
  • Uji statistik simultan (Uji F) untuk menilai pengaruh gabungan dari DER dan ROE secara bersama-sama terhadap PER.
  • Analisis Koefisien Determinasi ($R^2$) untuk mengetahui sejauh mana persentase variasi nilai PER dapat dijelaskan oleh variabel utang dan profitabilitas.

Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa rasio keuangan internal tidak memiliki dampak signifikan terhadap pergerakan Price Earnings Ratio:

  • Pengaruh Utang (DER) Secara Parsial: Tingkat utang perusahaan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap penilaian pasar saham, yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,938 (jauh di atas ambang batas 0,05).
  • Pengaruh Profitabilitas (ROE) Secara Parsial: Tingkat kemampuannya menghasilkan laba bersih bagi pemegang saham juga tidak berpengaruh signifikan terhadap PER, dengan nilai signifikansi sebesar 0,347.
  • Pengaruh Gabungan Secara Simultan: Ketika diuji secara bersama-sama, DER dan ROE terbukti tidak memberikan pengaruh nyata terhadap PER, ditunjukkan oleh nilai F-hitung dengan signifikansi 0,622.
  • Dominasi Faktor Luar Model: Nilai koefisien determinasi ($R^2$) mencatat bahwa kombinasi variabel DER dan ROE hanya mampu menjelaskan 12,3% variasi nilai PER perusahaan. Sebaliknya, sebesar 87,7% variasi harga saham ditentukan oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian.

Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis yang berharga bagi manajer investasi, analis keuangan, serta manajemen perusahaan. Peneliti menekankan bahwa pelaku pasar modal sebaiknya tidak hanya mengandalkan angka rasio utang dan profitabilitas historis saat menilai daya tarik investasi suatu saham. Investor perlu mengintegrasikan analisis yang lebih luas, seperti prospek pertumbuhan pendapatan di masa depan, stabilitas kebijakan dividen, kepemimpinan pasar, hingga kondisi makroekonomi dan sentimen pasar. Bagi manajemen perusahaan, efisiensi operasional dan pertumbuhan jangka panjang tetap menjadi kunci utama untuk membangun kepercayaan pasar secara berkelanjutan.

"Temuan ini memperkuat pandangan bahwa penilaian nilai perusahaan bersifat multidimensional. Rasio keuangan konvensional seperti utang dan profitabilitas secara terisolasi tidak terbukti konsisten sebagai prediktor utama rasio harga saham pada industri makanan dan minuman di Indonesia. Investor cenderung mengevaluasi nilai saham berdasarkan ekspektasi pertumbuhan masa depan, tata kelola perusahaan, serta kondisi makroekonomi secara keseluruhan."

Agus Salim, Universitas Pamulang

Profil Penulis

Agus Salim merupakan akademisi dan peneliti di bidang manajemen keuangan dari Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia. Keahlian akademisnya mencakup analisis laporan keuangan, penilaian harga saham, struktur modal perusahaan, serta dinamika pasar modal di Indonesia.

Informasi Sumber Penelitian

Judul Artikel: The Influence of Debt to Equity Ratio (DER) and Return on Equity (ROE) on Price Earnings Ratio (PER) at PT Indofood Sukses Makmur Tbk Listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2013-2022 Period
Nama Jurnal: Jurnal Multidisplin Madani (MUDIMA)
Tahun Publikasi: 2026
DOI : https://doi.org/10.55927/mudima.v6i8.113

Posting Komentar

0 Komentar