Analisis Kebutuhan Mahasiswa Terkait Model Pembelajaran Mata Kuliah Ekonomi Digital Berdasarkan Project Based Learning (PjBL) untuk Meningkatkan Kompetensi Bisnis Digital Mahasiswa

Gambar Ilustrasi AI

Model Pembelajaran Ekonomi Digital Berbasis Proyek Jadi Kunci Penguatan Kompetensi Bisnis Mahasiswa Era Digital

PADANG, FORMOSA NEWS — Transformasi digital yang masif memerlukan kesiapan sumber daya manusia yang handal, terutama bagi mahasiswa tingkat perguruan tinggi. Hasil riset terbaru dari peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas PGRI Sumatera Barat menunjukkan bahwa 91,3 persen mahasiswa membutuhkan model pembelajaran berbasis proyek atau Project-Based Learning (PjBL) pada mata kuliah Ekonomi Digital. Pendekatan praktis berbasis proyek nyata ini terbukti krusial untuk menjembatani kesenjangan antara teori akademis dan kebutuhan dunia kerja modern di era Industri 4.0 dan Society 5.0.

Penelitian ini dilakukan oleh tim akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas PGRI Sumatera Barat, yang terdiri dari Sri Wahyuni, Stevani, Jimi Ronald, Vivina Eprillison, dan Riri Annisa. Publikasi ilmiah ini terbit pada volume 4 nomor 6 tahun 2026 dalam International Journal of Contemporary Sciences (IJCS). Temuan ini menjadi sangat penting mengingat pola pengajaran konvensional yang berfokus pada ceramah dirasa kurang mampu membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis, seperti pembuatan konten pemasaran digital, manajemen toko daring, hingga analisis pasar berbasis data.

Secara latar belakang, percepatan ekonomi digital menuntut perguruan tinggi untuk tidak hanya mengajarkan teori ekonomi, tetapi juga membekali mahasiswa dengan keahlian teknis yang relevan. Permasalahan utama yang diidentifikasi para peneliti adalah masih dominannya metode ceramah searah. Hal ini mengakibatkan mahasiswa minim pengalaman langsung dalam mengelola platform bisnis digital. Untuk mengatasi persoalan tersebut, tim peneliti merancang analisis kebutuhan komprehensif guna merumuskan model pembelajaran PjBL yang tepat sasaran.

Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 120 mahasiswa sebagai responden. Para responden berasal dari tiga program studi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas PGRI Sumatera Barat, yaitu Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Akuntansi, dan Kewirausahaan yang telah menyelesaikan mata kuliah Ekonomi Digital. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert 1–5 yang mencakup lima indikator utama: kebutuhan model inovatif, pembelajaran berbasis proyek, penggunaan teknologi digital, penguatan kompetensi bisnis, serta kolaborasi dan praktik lapangan. Hasilnya kemudian dianalisis menggunakan teknik persentase statistik deskriptif.

Hasil penelitian menunjukkan tingkat kebutuhan mahasiswa yang sangat tinggi pada seluruh indikator, yang dirincikan dalam poin-poin berikut:

  • Kebutuhan Model Pembelajaran Inovatif (Rata-rata 93,9%): Sebanyak 98,7% mahasiswa menginginkan pembelajaran berbasis teknologi, 92,8% membutuhkan kegiatan praktis, dan 90,2% menghendaki suasana kelas yang lebih interaktif.
  • Minat Terhadap Pembelajaran Berbasis Proyek (Rata-rata 91,3%): Sebanyak 93,6% mahasiswa terdorong untuk menghasilkan produk bisnis digital nyata, 91,1% ingin mengelola bisnis secara langsung, dan 89,4% menyukai tantangan proyek dari dunia nyata.
  • Penguatan Kompetensi Bisnis Digital (Rata-rata 91,42%): Keterampilan yang paling dibutuhkan meliputi kewirausahaan digital (94,8%), pemasaran digital (94,6%), pengelolaan marketplace (91,2%), pembuatan konten kreatif (89,8%), dan analisis data digital (86,7%).
  • Integrasi Alat Digital Modern (Rata-rata 91,64%): Mahasiswa mengharapkan penggunaan media sosial bisnis (96,7%), marketplace (92,8%), pembayaran digital (91,7%), platform Canva dan alat kecerdasan buatan/AI (90,5%), serta Google Analytics (86,5%) di dalam proses belajar.

Dampak dan implikasi dari penelitian ini sangat signifikan bagi dunia pendidikan tinggi dan dunia usaha. Penerapan model PjBL memungkinkan mahasiswa melatih daya kritis, kreativitas, dan kerja sama tim dengan menyelesaikan masalah nyata di lapangan. Bagi pihak pengelola program studi, hasil riset ini menyajikan panduan nyata untuk merevisi kurikulum agar lebih adaptif dan sesuai kebutuhan industri. Selain itu, integrasi teknologi seperti AI dan platform analisis data dalam ruang kuliah akan mencetak lulusan yang siap kerja dan berdaya saing tinggi.

“Melalui penerapan model PjBL yang terintegrasi dengan teknologi modern, mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam merancang, mengelola, dan mengembangkan kegiatan bisnis digital,” ungkap Sri Wahyuni dan tim peneliti dari Universitas PGRI Sumatera Barat dalam laporan penelitian mereka.

Profil Penulis Utama

  • Nama Lengkap: Sri Wahyuni, M.Pd.
  • Afiliasi: Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas PGRI Sumatera Barat, Indonesia.
  • Bidang Keahlian: Pendidikan Ekonomi, Model Pembelajaran Digital, dan Kewirausahaan Digital.

Sumber Riset Resmi

  • Judul Artikel: Analysis of Student Needs Related to the Digital Economics Course Learning Model Based on Project Based Learning (PjBL) for Strengthening Student Digital Business Competence
  • Nama Penulis: Sri Wahyuni, Stevani, Jimi Ronald, Vivina Eprillison, Riri Annisa
  • Nama Jurnal: International Journal of Contemporary Sciences (IJCS), Vol. 4, No. 6, 2026, Hal. 1745–1766
  • DOI / Link Resmi: https://doi.org/10.55927/5ctfdk06
  • URL Jurnal: https://journalijcs.my.id/index.php/ijcs

Posting Komentar

0 Komentar