Analisis Biaya Penuh Produksi Telur Ayam dan Kecukupan Harga: Studi Kasus di Peternakan Denis, Kabupaten Maros, Indonesia

Gambar Ilustrasi AI

Penerapan Metode Full Costing Buktikan Peternakan Ayam Layer Denis Farm di Maros Hasilkan Profit Stabil

MAROS, FORMOSA NEWS — Penelitian bisnis peternakan terbaru mengungkapkan bahwa penerapan metode perhitungan biaya menyeluruh (full costing) terbukti mampu mengungkap struktur biaya produksi telur ayam ras secara akurat sekaligus memastikan kecukupan harga jual di tingkat peternak. Riset ini dilakukan oleh Riska Adelia, Aisyah, dan Mihrani dari Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Politani Pangkep). Dipublikasikan dalam International Journal of Contemporary Sciences pada Juni 2026, studi kasus pada Denis Farm di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, ini menunjukkan bahwa dengan penentuan biaya yang tepat, seluruh kategori telur yang diproduksi mampu menyumbang marjin keuntungan yang sehat sepanjang tahun operasional 2024.

Studi yang dipimpin oleh tim peneliti Politani Pangkep ini menganalisis bisnis peternakan ayam bertelur Denis Farm yang berlokasi di Desa Bontomanai, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Riset yang membedah catatan keuangan dan produksi sepanjang Januari hingga Desember 2024 ini sangat penting karena bisnis perunggasan sering kali dihadapkan pada fluktuasi harga pakan dan bibit ayam (pullet). Tanpa perhitungan biaya produksi yang mencakup seluruh komponen overhead dan penyusutan aset, peternak berisiko mengalami kerugian terselubung akibat penetapan harga jual yang tidak realistis.

Urgensi Akuntansi Biaya pada Agribisnis Peternakan

Telur ayam merupakan sumber protein hewani yang terjangkau dan menjadi komoditas pangan utama masyarakat. Di daerah pedesaan, peternakan ayam ras memegang peranan krusial dalam menggerakkan perekonomian, menyerap tenaga kerja, dan mendukung ketahanan pangan. Namun, sebagian besar pengelola peternakan skala menengah masih mengabaikan perhitungan biaya secara komprehensif, seperti tidak memasukkan biaya penyusutan kandang, peralatan, serta tenaga kerja tidak langsung ke dalam kalkulasi produk.

Pendekatan full costing hadir sebagai solusi untuk mengintegrasikan seluruh unsur biaya—mulai dari pakan, bibit, upah kerja, hingga overhead tetap dan variabel—ke dalam penetapan Harga Pokok Produksi (HPP). Langkah ini memberi kepastian bagi peternak untuk menentukan batas bawah harga jual (price floor) yang aman dari lonjakan harga bahan baku di pasar.

Metodologi Penelitian Kuantitatif Kuisif

Tim peneliti Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan menerapkan desain studi kasus kuantitatif deskriptif dengan langkah-langkah pengumpulan dan analisis data sebagai berikut:

  • Pengumpulan Data Lapangan: Meliputi observasi langsung di area peternakan Denis Farm, wawancara mendalam dengan pemilik usaha (Ir. Muhammad Arsyad, S.Pi.), serta pencatatan rekapitulasi operasional bulanan selama tahun 2024.
  • Klasifikasi Unsur Biaya: Mengelompokkan pengeluaran menjadi bahan baku langsung (pakan dan bibit pullet), tenaga kerja langsung, overhead variabel (listrik, air, vaksin, obat-obatan), serta overhead tetap (tenaga kerja tidak langsung dan penyusutan kandang/peralatan).
  • Audit dan Rekonsiliasi Angka: Melakukan audit perhitungan matematis pada seluruh data operasional untuk memastikan ketepatan total produksi dan penjumlahan komponen biaya.
  • Kalkulasi HPP dan Kecukupan Harga: Membagi total biaya produksi teraudit dengan total volume produksi telur (dalam satuan rak/tray), lalu membandingkan HPP per rak dengan harga jual rata-rata tertimbang dari masing-masing kategori telur.

Temuan Utama Penelitian

Hasil audit akuntansi biaya pada Denis Farm yang memelihara sekitar 10.500 ekor ayam ras petelur jenis Isa Brown menghasilkan temuan-temuan penting sebagai berikut:

Total Production & Cost: Sepanjang tahun 2024, Denis Farm memproduksi total 166.775 rak telur dengan total biaya produksi teraudit mencapai Rp3.550.915.530.

  • HPP Per Rak: Harga Pokok Produksi (HPPr) rata-rata teraudit adalah sebesar Rp21.292 per rak untuk seluruh kategori kualitas telur.
  • Dominasi Biaya Pakan dan Pullet: Biaya pakan (konsentrat, jagung, dan dedak) menjadi komponen terbesar yaitu Rp2.676.984.000 ($75,39\%$), disusul pembelian pullet sebesar Rp630.000.000 ($17,74\%$). Gabungan keduanya menyerap $93,13\%$ dari total seluruh biaya operasional.
  • Marjin Keuntungan Tiap Kategori: Rata-rata harga jual tertimbang untuk ketiga kategori telur berada di atas HPP, yaitu:

  • Telur Jumbo: Harga jual Rp51.085/rak (Marjin: Rp29.793/rak).
  • Telur Campur (Mixed): Harga jual Rp45.798/rak (Marjin: Rp24.506/rak).
  • Telur Retak (Cracked): Harga jual Rp32.507/rak (Marjin: Rp11.215/rak).
  • Kinerja Keuangan Tahunan: Peternakan mencatatkan total pendapatan bersih sebesar Rp7.963.560.000, menghasilkan surplus operasional tahunan sebesar Rp4.412.644.470 dengan marjin penjualan mencapai $55,41\%$.

Implikasi dan Dampak Bagi Industri Perunggasan

Penelitian oleh Riska Adelia dan tim dari Politani Pangkep ini memberikan bukti empiris pentingnya kedisiplinan pencatatan akuntansi pada skala usaha agribisnis. Metode full costing terbukti memberikan kepastian bahwa harga jual yang ditetapkan peternak Denis Farm sudah sangat memadai untuk menutupi seluruh pengeluaran operasional dan pemeliharaan aset jangka panjang.

Secara praktis, hasil studi ini menekankan bahwa efisiensi pakan dan penanganan kualitas telur adalah kunci utama profitabilitas. Karena telur jumbo menghasilkan marjin tertinggi dan telur retak memiliki marjin terendah, manajemen peternakan diimbau untuk terus menjaga kesehatan populasi ayam guna meminimalkan risiko telur pecah atau rusak.

"Penggunaan analisis full costing sangat krusial bagi pengelola agribisnis peternakan untuk memetakan struktur biaya secara transparan, sehingga keputusan penetapan harga jual tidak hanya mengandalkan harga pasar, tetapi benar-benar mampu menutupi seluruh biaya operasional dan penyusutan aset," jelas Mihrani bersama tim peneliti Politani Pangkep dalam laporan ilmiahnya.

Profil Penulis

  • Nama Lengkap: Mihrani, S.Pt., M.Si.
  • Gelar & Afiliasi: Dosen dan Peneliti di Jurusan Peternakan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Politani Pangkep), Sulawesi Selatan, Indonesia.
  • Bidang Keahlian: Sosial Ekonomi Peternakan, Manajemen Agribisnis Perunggasan, dan Akuntansi Biaya Peternakan.

Sumber Riset Resmi

  • Judul Artikel: Full-Costing Analysis of Layer Egg Production Costs and Price Adequacy: A Case Study of Denis Farm, Maros Regency, Indonesia
  • Penulis: Riska Adelia, Aisyah, dan Mihrani
  • Jurnal: International Journal of Contemporary Sciences (IJCS), Vol. 4, No. 6, 2026, hal. 1855–1870
  • DOI / Link: https://doi.org/10.55927/0ye19k07
  • URL Jurnal: https://journalijcs.my.id/index.php/ijcs

Posting Komentar

0 Komentar