Usia dan Status Kehamilan Berhubungan dengan Kecemasan Ibu Menghadapi Persalinan di Kairatu

Ilustrasi by AI

Kairatu, Maluku — Usia ibu dan pengalaman kehamilan ternyata berkaitan dengan tingkat kecemasan menghadapi persalinan. Temuan tersebut dilaporkan oleh Trysna Ayu Sukardi, Fany Sabban, dan Ellen Lombonaung dari STIKes Maluku Husada melalui penelitian terhadap 39 ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kairatu, Maluku, pada Juni–Juli 2025. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia maupun status gravida dengan kecemasan menjelang persalinan, sehingga pemantauan kondisi psikologis ibu menjadi bagian penting dalam pelayanan kehamilan.

Kehamilan sering dipandang sebagai fase yang membahagiakan, tetapi proses tersebut juga dapat menjadi pengalaman yang penuh tekanan. Perubahan fisik, kekhawatiran terhadap kondisi bayi, ketakutan menghadapi persalinan, hingga perubahan peran menjadi seorang ibu dapat memicu kecemasan. Artikel tersebut juga menjelaskan bahwa kecemasan selama kehamilan dapat berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin serta berkaitan dengan risiko komplikasi obstetri.

Kecemasan menjadi perhatian di Maluku

Persoalan kecemasan ibu hamil bukan hanya terjadi di Kairatu. Data yang dikutip dalam artikel menunjukkan bahwa prevalensi kecemasan pada ibu hamil di Maluku pada 2020 terdiri atas 43,3 persen kecemasan ringan, 43,3 persen kecemasan sedang, dan 13,4 persen kecemasan berat. Di Kabupaten Seram Bagian Barat, data yang dicantumkan penulis juga menunjukkan adanya kecemasan pada ibu hamil selama periode 2022–2024.

Kondisi di wilayah kerja Puskesmas Kairatu turut menjadi perhatian peneliti. Pada Januari–April 2025 tercatat 93 ibu hamil yang datang untuk pemeriksaan. Sementara itu, pada Juni–Juli 2025 terdapat 39 ibu hamil trimester kedua dan ketiga yang menjadi populasi penelitian. Wawancara awal terhadap tujuh ibu hamil menunjukkan enam di antaranya mengaku khawatir menghadapi persalinan. Mereka terdiri atas ibu berusia di bawah 20 tahun, ibu berusia di atas 35 tahun, primigravida, dan multigravida.

Melibatkan 39 ibu hamil

Sukardi, Sabban, dan Lombonaung menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang. Seluruh 39 ibu hamil yang menjadi populasi penelitian dilibatkan sebagai responden menggunakan teknik total sampling. Para responden berasal dari sejumlah desa dan dusun dalam wilayah kerja Puskesmas Kairatu.

Untuk mengukur kecemasan, peneliti menggunakan kuesioner Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS) yang terdiri atas 31 pertanyaan mengenai kekhawatiran berlebihan dan ketakutan tertentu. Jawaban diberi skor berdasarkan frekuensi, mulai dari tidak pernah hingga selalu. Artikel kemudian melaporkan analisis hubungan menggunakan korelasi Spearman.

Profil responden menunjukkan bahwa kelompok terbesar memiliki pendidikan SMA, sementara sebagian besar responden merupakan ibu rumah tangga. Artikel juga mencatat 18 responden berada pada trimester kedua dan 21 responden pada trimester ketiga.

Mayoritas mengalami kecemasan sedang hingga berat

Temuan paling menonjol terlihat pada tingkat kecemasan. Dari 39 ibu hamil yang diteliti, 21 orang atau 53,8 persen mengalami kecemasan berat, sedangkan 18 orang atau 46,2 persen mengalami kecemasan sedang. Tidak ada responden yang masuk kategori tidak mengalami kecemasan maupun kecemasan ringan.

Hubungan dengan usia juga terlihat jelas. Pada kelompok usia yang dikategorikan berisiko, sembilan responden mengalami kecemasan sedang dan 17 responden mengalami kecemasan berat. Pada kelompok usia yang tidak berisiko, sembilan responden mengalami kecemasan sedang dan empat responden mengalami kecemasan berat. Uji korelasi yang dilaporkan dalam artikel menghasilkan nilai signifikansi p=0,000, yang menunjukkan hubungan signifikan antara usia dan tingkat kecemasan.

Penulis menjelaskan bahwa ibu yang terlalu muda maupun terlalu tua dapat lebih rentan mengalami kecemasan. Ibu berusia di bawah 20 tahun dinilai dapat menghadapi persoalan kesiapan mental dan pengalaman, sedangkan ibu berusia di atas 35 tahun dapat memiliki kekhawatiran lebih besar terhadap risiko kehamilan dan persalinan.

Primigravida lebih rentan cemas

Status gravida juga menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kecemasan. Dari 21 ibu primigravida, empat orang mengalami kecemasan sedang dan 17 orang mengalami kecemasan berat. Sementara itu, dari 18 ibu multigravida, 14 orang mengalami kecemasan sedang dan empat orang mengalami kecemasan berat.

Hasil korelasi Spearman yang dicantumkan dalam artikel menghasilkan koefisien ρ=-0,587 dengan p=0,000 untuk hubungan status gravida dan kecemasan. Untuk usia dan kecemasan, koefisien yang dilaporkan adalah ρ=-0,497 dengan p=0,000. Penulis menginterpretasikan kedua hubungan tersebut sebagai signifikan.

Menurut Trysna Ayu Sukardi, Fany Sabban, dan Ellen Lombonaung dari STIKes Maluku Husada, ibu yang baru pertama kali hamil cenderung menghadapi ketidakpastian karena belum memiliki pengalaman langsung mengenai kehamilan dan proses persalinan. Sebaliknya, ibu yang pernah hamil dan melahirkan sebelumnya memiliki pengalaman yang dapat membantu mereka memahami proses persalinan dan mempersiapkan diri.

Dukungan keluarga dan tenaga kesehatan penting

Temuan ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap ibu hamil tidak cukup hanya berfokus pada pemeriksaan fisik. Kelompok yang lebih rentan mengalami kecemasan, terutama ibu dengan usia berisiko dan ibu yang menjalani kehamilan pertama, perlu mendapatkan informasi dan pendampingan yang memadai.

Penulis merekomendasikan agar ibu hamil lebih aktif mencari informasi mengenai kehamilan dan persalinan. Kelas prenatal, konsultasi rutin dengan bidan atau tenaga kesehatan, serta dukungan emosional dari keluarga disebut sebagai langkah yang dapat membantu mengurangi kecemasan menjelang persalinan.

Penelitian ini juga memiliki keterbatasan karena hanya menilai usia dan status gravida sebagai faktor yang berkaitan dengan kecemasan. Penulis menyarankan penelitian berikutnya mempertimbangkan faktor lain, seperti tingkat pendidikan, dukungan keluarga, pengalaman trauma, dan pengetahuan mengenai kehamilan.

Profil Penulis

Trysna Ayu Sukardi — STIKes Maluku Husada, penulis korespondensi.
Fany Sabban — STIKes Maluku Husada.
Ellen Lombonaung — STIKes Maluku Husada.

Artikel yang tersedia tidak mencantumkan gelar akademik maupun bidang keahlian spesifik masing-masing penulis, sehingga informasi tersebut tidak ditambahkan untuk menjaga akurasi sumber.

Sumber Penelitian

Judul: The Relationship Between Maternal Age and Gravidity Status and Anxiety Levels Toward Childbirth Among Pregnant Women in the Working Area of the Kairatu Community Health Center
Penulis: Trysna Ayu Sukardi, Fany Sabban, dan Ellen Lombonaung
Jurnal: International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS)
Volume: 4, Nomor 7
Tahun: 2026
Halaman: 787–796
DOI: https://doi.org/10.59890/ijsas.v4i7.31
URL: http://ijsasjournal.my.id/index.php/ijsas

Posting Komentar

0 Komentar