Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
(UMKM) daur ulang sampah plastik memiliki peran penting dalam mengurangi
pencemaran lingkungan. Namun, kontribusi lingkungan tersebut belum tercatat
secara akurat dalam laporan keuangan mereka. Tim peneliti dari Politeknik
Negeri Manado yang terdiri dari Vanesa Gabryella Sakamole, Raykes Hinrich
Tuerah, Joseph N. Tangon, Sweetie Marsha Mahaling, dan Elstie Joni menerbitkan
hasil studi ilmiah mengenai kebutuhan akuntansi biaya lingkungan (Green
Accounting) pada UMKM daur ulang plastik di Manado City, Indonesia.
Penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2026 ini mengungkapkan bahwa
ketiadaan sistem pencatatan biaya lingkungan khusus membuat pelaku UMKM sulit
mengukur efisiensi operasional dan membuktikan dampak positif bisnis mereka
secara terukur.
Latar Belakang dan Urgensi
Pencatatan Biaya Lingkungan
Sektor daur ulang plastik berada
di posisi yang unik sekaligus penuh tantangan. Di satu sisi, kegiatan
mengumpulkan, memilah, mencuci, dan mengolah sampah plastik mencegah limbah
berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA), sungai, dan lautan. Di sisi lain,
pengeluaran finansial yang menyertai aktivitas ramah lingkungan ini umumnya
dilebur begitu saja ke dalam beban operasional umum (general operating
expenses).
Ketika pengeluaran lingkungan
tidak diidentifikasi dan dicatat secara terpisah, pemilik usaha kehilangan
informasi krusial untuk mengambil keputusan bisnis yang rasional dan efisien.
Tanpa data keuangan yang transparan, UMKM tidak dapat mengevaluasi apakah biaya
pengelolaan lingkungan yang dikeluarkan sudah optimal, serta sulit membuktikan
akuntabilitas keberlanjutan bisnis kepada mitra usaha maupun penyedia
pendanaan.
Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal pada Manado
Recycle Hub, sebuah UMKM daur ulang plastik di Kota Manado yang memproses
sampah jenis PET, HDPE, LDPE, dan PP.
Pengumpulan data dilakukan
melalui wawancara terstruktur sebanyak 30 pertanyaan yang mencakup lima dimensi
utama: profil usaha, sistem informasi akuntansi yang berjalan, identifikasi
biaya lingkungan, pemahaman Green Accounting, serta kebutuhan sistem
pencatatan ideal. Selain wawancara langsung dengan pemilik usaha (Bapak Stevi),
peneliti melakukan observasi lapangan dan analisis dokumen usaha seperti
catatan penimbangan plastik dan bukti pembelian. Data kemudian dianalisis menggunakan
gap analysis (analisis kesenjangan) untuk membandingkan praktik
akuntansi aktual dengan prinsip-prinsip Green Accounting.
Temuan Utama Penelitian
Dari hasil analisis lapangan dan
evaluasi data keuangan, tim peneliti mengungkapkan beberapa temuan mendasar:
- Pengeluaran Lingkungan Rutin Terjadi namun
Tersembunyi
Manado Recycle Hub secara rutin
mengeluarkan biaya lingkungan yang mencakup pengelolaan air limbah (pencucian
plastik), konsumsi energi (listrik mesin pencacah dan bahan bakar), konsumsi
air, pengelolaan residu sampah yang tidak dapat didaur ulang, pengadaan alat
pelindung diri (APD) pekerja, serta biaya transportasi. Namun, seluruh biaya
ini dicatat menyatu dalam beban operasional umum tanpa klasifikasi khusus.
- Kesenjangan Akuntansi akibat Keterbatasan
Pengetahuan
Pemilik usaha memiliki kesadaran
dan kepedulian yang sangat tinggi terhadap pentingnya pelaporan biaya
lingkungan (memberikan nilai 5 dari 5 dalam skala urgensi). Kendati demikian,
penerapannya terhambat oleh keterbatasan pengetahuan akuntansi formal dan tidak
adanya panduan sistem pencatatan yang praktis.
- Penyusutan Bahan Baku dan Residu Limbah
Rata-rata UMKM ini mengolah
sekitar 641,9 kg sampah plastik mentah per bulan dan menghasilkan sekitar 552
kg plastik bersih siap jual. Selisih sebesar 14% merupakan residu plastik tidak
terpakai yang memerlukan penanganan limbah khusus. Pengeluaran penanganan
residu ini berkisar antara Rp200.000 hingga Rp500.000 per bulan, namun belum
pernah terdokumentasikan secara mandiri.
- Kebutuhan Sistem Berbasis Spreadsheet Sederhana
Pelaku usaha membutuhkan sistem
akuntansi berbasis perangkat lunak yang akrab digunakan seperti Microsoft Excel
atau Google Sheets. Sistem yang diharapkan harus mampu mengklasifikasikan biaya
lingkungan secara terpisah, menyajikan laporan laba rugi, laporan biaya
lingkungan, laporan arus kas, serta laporan kinerja usaha (rasio volume daur
ulang dibanding biaya lingkungan) tanpa menuntut keahlian akuntansi yang rumit.
Implikasi dan Dampak
Penelitian
Hasil penelitian ini memberikan
implikasi nyata bagi pengembangan ekonomi sirkular dan pengelolaan lingkungan
di tingkat UMKM. Dengan mengadopsi sistem pencatatan Green Accounting
yang sederhana, pelaku usaha daur ulang plastik dapat meningkatkan efisiensi
biaya operasional, mengontrol penggunaan air dan energi, serta mengoptimalkan
pengelolaan limbah residu.
Bagi dunia usaha dan lembaga
keuangan, laporan biaya lingkungan yang terstruktur memberikan bukti faktual
mengenai kinerja keberlanjutan bisnis, sehingga memudahkan UMKM mengakses
kemitraan strategic maupun pendanaan hijau (green financing). Selain
itu, riset ini memberikan masukan bagi pembuat kebijakan publik dan institusi
pendidikan untuk merancang pelatihan manajemen keuangan berbasis aplikasi
spreadsheet yang langsung dapat diterapkan oleh pelaku UMKM di lapangan.
Profil Singkat Penulis
- Vanesa Gabryella Sakamole, A.Md.Ak. —
Peneliti dari Jurusan Akuntansi, Politeknik Negeri Manado, berfokus pada
bidang akuntansi keuangan dan sistem informasi akuntansi UMKM.
- Raykes Hinrich Tuerah, S.E., M.Si. — Dosen
dan Peneliti di Jurusan Akuntansi, Politeknik Negeri Manado. Memiliki
keahlian di bidang akuntansi keuangan, Green Accounting, dan
pengembangan sistem informasi akuntansi untuk sektor usaha kecil.
- Joseph N. Tangon, S.E., M.Si. — Dosen dan
Peneliti di Politeknik Negeri Manado, memfokuskan kepakarannya pada
manajemen keuangan dan akuntansi sektor publik serta UMKM.
- Sweetie Marsha Mahaling, S.E., M.Si. — Dosen
dan Peneliti di Politeknik Negeri Manado, berpengalaman dalam studi
akuntansi manajemen dan evaluasi kinerja operasional bisnis.
- Elstie Joni, S.E., M.Si. — Dosen dan
Peneliti di Politeknik Negeri Manado, menekankan riset pada tata kelola
akuntansi dan pelaporan keberlanjutan lingkungan.
Sumber Penelitian
- Judul Artikel Jurnal: Assessing the Need
for Environmental Cost Accounting in Plastic Recycling Small and Medium
Enterprises: A Case Study of Manado Recycle Hub, Manado City
- Nama Jurnal: International Journal of
Applied Economics, Accounting and Management (IJAEAM)
- Tahun Publikasi: 2026 (Vol. 4, No. 4,
Halaman 307–322)
- DOI: https://doi.org/10.59890/ijaeam.v4i4.206
- URL Resmi: https://mrymultitechpublisher.my.id/index.php/ijaeam/index
0 Komentar